Wednesday, November 4, 2026
home_banner_first
EKONOMI

GPM Sumut Sediakan 200 Papan Telur di Balige, Pembelian Dibatasi

Mistar.idRabu, 4 November 2026 pukul 14.25 WIB
gpm_sumut_sediakan_200_papan_telur_di_balige_pembelian_dibatasi

Warga Balige antre membeli di GPM dari Disperindag ESDM Sumut. (Foto: Nimrot/Mistar)

Toba, MISTAR.ID – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan ini menyediakan 200 papan telur, 2.400 liter Minyakita, dan 5 ton beras untuk membantu masyarakat sekaligus menekan inflasi menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Analis Perdagangan Disperindag ESDM Sumut, Ahyat Perdana, mengatakan setiap papan telur berisi 30 butir. Adapun harga yang ditawarkan dalam GPM tersebut yakni telur Rp42.000 per papan, Minyakita Rp15.000 per liter, dan beras Rp58.000 per karung ukuran 5 kilogram.

Namun, pembelian sejumlah komoditas dibatasi agar masyarakat mendapatkan kesempatan yang sama.

"Untuk telur maksimal 1 papan, Minyakita maksimal 4 liter, dan beras maksimal 5 karung ukuran 5 kilogram," ujar Ahyat.

Salah seorang pembeli, S. Siahaan, mengatakan GPM yang digelar Pemprov Sumut cukup membantu masyarakat, khususnya ibu rumah tangga di Balige.

Menurutnya, harga telur yang dijual dalam GPM Sumut lebih murah Rp6.000 dibandingkan GPM yang sebelumnya digelar Pemerintah Kabupaten Toba.

"Harga telur lebih selisih Rp6.000 per papan dari GPM yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Toba. Di mana GPM Toba menjual Rp48.000 per papan dan saat ini GPM Sumut menjual Rp42.000 per papan. Sayangnya, maksimal pembelian hanya satu papan saja," ujarnya.

Ia berharap Pemkab Toba melalui dinas terkait dapat menyamakan harga telur dengan yang ditawarkan Pemprov Sumut pada pelaksanaan GPM berikutnya.

Siahaan juga menyebutkan harga beras dan Minyakita dalam GPM tersebut masih sama dengan harga yang ditawarkan Pemkab Toba sebelumnya.

Ia berharap Pemprov Sumut dapat menambah kuota telur pada pelaksanaan GPM berikutnya karena jumlah 200 papan dikhawatirkan tidak mencukupi kebutuhan masyarakat.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN