Wednesday, November 4, 2026
home_banner_first
EKONOMI

IHSG Melemah 0,97 Persen, Investor Cermati Pemilu Midterm AS

Mistar.idRabu, 4 November 2026 pukul 11.25 WIB
ihsg_melemah_097_persen_investor_cermati_pemilu_midterm_as

Ilustrasi. (Foto: CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, MISTAR.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah pada perdagangan Rabu (4/11/2026). Pelemahan tersebut mengikuti pergerakan bursa saham kawasan Asia di tengah sikap investor yang mencermati hasil pemilihan umum (pemilu) paruh waktu atau midterm Amerika Serikat (AS).

IHSG dibuka turun 47,33 poin atau 0,97 persen ke level 4.856,96. Sementara itu, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan melemah 3,51 poin atau 0,71 persen ke posisi 493,76.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, mengatakan secara teknikal IHSG berpotensi menguji level 4.650-4.750 apabila level dukungan atau support 4.900 tidak mampu menahan tekanan penurunan.

"Secara teknikal, IHSG berpotensi akan uji level 4.650-4.750 apabila support di level 4.900 tidak mampu menahan penurunan lebih lanjut," ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Dari eksternal, pelaku pasar masih menantikan hasil pemilu midterm AS yang dinilai dapat memengaruhi berbagai sektor, mulai dari teknologi hingga utilitas. Isu inflasi menjadi salah satu perhatian utama, terutama setelah kenaikan harga energi akibat konflik AS dan Iran.

Ratna menyebut belanja konsumen yang kuat serta investasi di bidang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) turut menopang pertumbuhan ekonomi AS. Namun, sebagian pemilih juga mengkhawatirkan dampak perkembangan AI terhadap lapangan kerja.

Selain pemilu, ketegangan geopolitik antara AS dan Iran turut menjadi perhatian investor. Meski upaya diplomatik melalui Qatar masih berlangsung, hubungan kedua negara kembali memanas setelah muncul laporan serangan terhadap sistem pertahanan udara Iran.

Di tengah ketidakpastian tersebut, pelaku pasar masih berharap kedua negara dapat mencapai penyelesaian melalui jalur diplomasi. Harapan ini turut diikuti pelemahan harga minyak mentah global. Pada Selasa (3/11/2026), minyak jenis WTI berada di kisaran 96 dolar AS per barel, sedangkan Brent sekitar 103 dolar AS per barel.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik lebih dari 6 basis poin menjadi 4,96 persen. Harga emas spot juga melemah 0,5 persen ke level 3.920 dolar AS per troy ons.

Dari dalam negeri, sentimen pasar turut dipengaruhi revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menjadi 5,4-5,5 persen sepanjang 2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya sebesar 5,6-6,0 persen.

Menurut Ratna, penurunan proyeksi tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan eksternal terhadap prospek ekonomi domestik. Kondisi ini berpotensi membatasi optimisme investor terhadap laba perusahaan, terutama pada sektor konsumer, ritel, dan properti.

Di sisi lain, pemerintah memastikan tidak akan memberlakukan skema pungutan pajak baru pada 9 November 2026, termasuk pungutan terkait transaksi digital melalui perbankan, fintech, hingga perdagangan elektronik atau e-commerce.

Ratna menilai klarifikasi tersebut diharapkan dapat meredakan kekhawatiran pelaku usaha dan masyarakat terhadap potensi kenaikan biaya transaksi digital.

Pemerintah juga tengah merancang perubahan aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) untuk mendorong eksportir mengonversi lebih banyak devisa ke rupiah. Kebijakan tersebut diharapkan memperkuat likuiditas dan ketahanan pasar keuangan domestik.

Dari pasar global, bursa saham Eropa kompak melemah pada perdagangan Selasa. Indeks Euro Stoxx 50 turun 0,61 persen, FTSE 100 Inggris melemah 1,14 persen, DAX Jerman turun 0,45 persen, dan CAC 40 Prancis terkoreksi 0,34 persen.

Sementara itu, pergerakan Wall Street bervariasi. Indeks S&P 500 menguat 0,37 persen dan Nasdaq Composite naik 0,83 persen. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average melemah 0,38 persen.

Pelemahan juga terjadi di sejumlah bursa saham Asia pada perdagangan Rabu pagi. Nikkei Jepang turun 3,70 persen ke 60.746,86, Shanghai melemah 0,26 persen ke 3.598,74, Hang Seng turun 0,42 persen ke 23.428,95, Kospi Korea Selatan melemah 3,25 persen ke 5.465,17, dan Straits Times Singapura turun 1,12 persen ke 5.210,99. (hm25/antara)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN