Wednesday, November 4, 2026
home_banner_first
SUMUT

Antisipasi Banjir Susulan, 20 Kolam Benih Ikan di Binjai Dibangun Lebih Tinggi

Mistar.idRabu, 4 November 2026 pukul 14.59 WIB
antisipasi_banjir_susulan_20_kolam_benih_ikan_di_binjai_dibangun_lebih_tinggi

Pekerja melakukan rehabilitasi pembangunan 20 kolam benih ikan di Balai Benih Ikan Disketapang Binjai yang sebelumnya hancur terdampak banjir. (foto: Bayu/Mistar)

Binjai, MISTAR.ID - Sebanyak 20 kolam pembenihan ikan di Kantor Balai Benih Ikan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Disketapang) Pemko Binjai mulai dibangun kembali setelah hancur diterjang banjir besar pada tahun lalu.

Pembangunan ulang tersebut dilakukan dengan meninggikan struktur kolam untuk mengantisipasi dampak banjir serupa, sehingga fasilitas pembenihan ikan itu tidak kembali rusak dan kehilangan seluruh benih ikan.

Kabid Cipta Karya Dinas PUTR Pemko Binjai, Royto, mengatakan proyek rehabilitasi tersebut telah mulai dikerjakan dengan menggunakan anggaran TKD APBD Kota Binjai sebesar Rp2,401 miliar lebih.

"Jadi pekerjaan rehabilitasi kolam baru di Balai Benih Ikan milik Disketapang dan Pertanian ini adalah tindak lanjut dari musibah banjir tahun lalu yang menyebabkan hancurnya seluruh kolam di sana," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (4/11/2026).

Dia menjelaskan, saat banjir melanda, seluruh kolam mengalami kerusakan. Akibatnya, benih ikan yang berada di dalam kolam tumpah dan hanyut terbawa arus.

Atas kejadian tersebut, pihak Balai Benih Ikan meminta agar kolam-kolam dibangun kembali dengan konstruksi lebih tinggi untuk mengurangi risiko kerusakan apabila banjir kembali terjadi.

"Jadi yang kita kerjakan meninggikan kolam-kolam benih ikan, supaya kalau terjadi banjir lagi tidak sampai berdampak terhadap kolam-kolam tersebut," jelasnya.

Pantauan di lokasi, Rabu siang, sejumlah pekerja terlihat melakukan pemerataan timbunan tanah dengan elevasi lebih tinggi sebagai persiapan pembangunan kolam. Alat berat juga dikerahkan untuk mempercepat pekerjaan.

Proyek yang dikerjakan PT Bhumi Rhosan Sejati tersebut memiliki masa pengerjaan selama 120 hari.

Balai Benih Ikan itu berada di kawasan pinggir Sungai Bingei, tepatnya di Jalan Madura, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara. Lokasi tersebut selama ini kerap terdampak banjir yang menyebabkan air meluap hingga menggenangi kolam dan menghanyutkan benih ikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemko Binjai, Gelora Jaya Ananda, berharap pembangunan kembali dengan struktur lebih tinggi dapat melindungi kolam dari ancaman banjir.

Dia mengatakan, keberadaan Balai Benih Ikan memiliki peran penting dalam menyediakan benih bagi kelompok perikanan maupun masyarakat di Kota Binjai guna mendukung peningkatan kesejahteraan.

"Ada beberapa jenis benih ikan yang kita sediakan di kolam-kolam tersebut, yakni ikan lele, ikan nila, dan ikan gurami," katanya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN