Saturday, August 1, 2026
home_banner_first
EDUKASI

110 Anak Disabilitas di YPAC Medan Diajari Mengenali Makanan Layak Konsumsi

Mistar.idSabtu, 1 Agustus 2026 pukul 16.20 WIB
110_anak_disabilitas_di_ypac_medan_diajari_mengenali_makanan_layak_konsumsi

Siswa YPAC Medan sedang belajar mengenal makanan lewat permainan sederhana, Sabtu (1/8/2026). (Foto: Susan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID – Sebanyak 110 anak disabilitas di SLB-D YPAC Medan mendapat edukasi tentang cara mengenali makanan yang masih layak dikonsumsi melalui pembacaan label expired dan best before, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan tersebut digelar Aksata Pangan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.

Selain memahami perbedaan label kedaluwarsa dan best before, para peserta yang terdiri dari penyandang tunadaksa, tunagrahita, hingga autisme juga diajarkan mengenali kandungan gizi sederhana, seperti protein, serat, dan karbohidrat.

Chief Communication and Community Engagement Officer Aksata Pangan, Karina Nursyafira, mengatakan edukasi tersebut bertujuan agar anak-anak disabilitas mampu memahami keamanan pangan meski memiliki keterbatasan.

"Mereka memang punya keterbatasan, tapi bukan berarti mereka tidak mampu. Jadi kita ingin mereka bisa membaca dan aware terhadap itu," kata Karina.

Menurut Karina, Aksata Pangan tidak hanya berfokus pada pendistribusian makanan, tetapi juga ingin meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap isu food loss and waste serta food insecurity.

"Kami ingin apa yang kami lakukan bisa dilihat oleh masyarakat bahwa sebenarnya aksi kita itu memang pendistribusian makanan, tapi juga harapannya orang-orang itu aware terhadap isu food loss and waste sama food insecurity," ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga melibatkan pemuda Kota Medan yang tergabung sebagai food ranger. Ke depan, Aksata Pangan ingin memperluas jangkauan program bagi anak disabilitas melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Sementara itu, Kepala SLB-D YPAC Medan, Sribudiati, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai makanan layak konsumsi penting untuk menambah pengetahuan siswa, yang terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Sribudiati juga berharap kerja sama antara YPAC Medan dengan Aksata Pangan maupun JW Marriott Medan dapat berlanjut, termasuk membuka peluang program magang bagi siswa disabilitas.

"Kami hanya berharap, tentunya anak-anak kita ini memang punya keterbatasan intelektual terutama, kemudian fisik juga. Tapi kalau JW Marriott mau membimbing, insya Allah kita yakin bisa. Karena memang anak-anak kita sepertinya ada yang memang mampu," tuturnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala SLB-C YPAC Medan, Suratno. Ia menyebutkan bahwa anak didiknya di YPAC juga sudah ada yang bekerja di Grand Mercure Hotel Medan.

“Proses awalnya magang dulu, ternyata alhamdulillah bisa diambil satu orang di Grand Mercure. Ini sudah tahun ketiga atau keempat mereka di sana. Dan itu tetap kami dampingi terus, tetap koordinasi dengan kita,” kata Suratno yang juga adalah Kepala Pusat Rehabilitasi Anak YPAC Medan.

Hal yang sama juga diharapkannya bisa dijalin dengan JW Marriot Medan. “Paling tidak memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk magang,” tuturnya.

Halaman:


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN