Thursday, September 17, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Gerindra Buka Pintu Koalisi 2029, PDIP Disebut dalam Opsi Kerja Sama

Mistar.idKamis, 17 September 2026 pukul 21.37 WIB
gerindra_buka_pintu_koalisi_2029_pdip_disebut_dalam_opsi_kerja_sama

Juru Bicara Gerindra, Sugiat Santoso. (foto:dokumengerindrasumut/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (17/9/2026) — Gerindra mulai membuka peta politik menuju Pilpres 2029. Partai besutan Prabowo Subianto itu menyatakan pintu kerja sama politik terbuka bagi seluruh kekuatan politik, termasuk PDI Perjuangan (PDIP).

Sinyal tersebut disampaikan Juru Bicara Gerindra Sugiat Santoso, pada Kamis (17/9/2026). Pernyataan ini muncul setelah kedekatan Presiden Prabowo dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali menjadi sorotan.

Meski demikian, Gerindra menegaskan belum melakukan kalkulasi politik maupun pemetaan figur untuk Pilpres 2029. Fokus partai saat ini masih mengawal program pemerintahan Prabowo.

Gerindra Buka Pintu, Termasuk untuk PDIP

Sugiat mengatakan Gerindra tidak menutup peluang bekerja sama dengan partai politik mana pun pada 2029.

"Gerindra membuka pintu selebar-lebarnya kepada kekuatan politik mana pun," kata Sugiat.

Ia bahkan menyebut kemungkinan kerja sama dengan PDIP secara terbuka.

Sikap ini belum dapat disebut sebagai kesepakatan koalisi. Gerindra baru menyatakan keterbukaan terhadap kemungkinan kerja sama, sementara keputusan mengenai siapa yang akan menjadi mitra politik pada Pilpres 2029 belum ditentukan.

Gerindra–PDIP Mulai Cair?

Peluang kerja sama Gerindra dan PDIP menjadi perhatian karena kedua partai berada dalam dinamika politik yang berbeda dibanding Pilpres 2024.

Namun, pernyataan Gerindra kali ini juga tidak secara khusus mengunci PDIP sebagai calon mitra. Justru pesan utamanya adalah bahwa semua kekuatan politik masih memiliki ruang untuk bekerja sama.

Dengan demikian, PDIP berada dalam radar, tetapi bukan satu-satunya opsi.

Di sisi lain, PDIP sendiri belum menyatakan keputusan untuk membentuk koalisi dengan Gerindra. Politikus PDIP Aria Bima sebelumnya menyebut dinamika menuju Pilpres 2029 masih cair dan berbagai kemungkinan masih terbuka.

Belum Petakan Capres, tetapi Peta Koalisi Mulai Terbuka

Ada satu hal menarik dari sikap Gerindra.

Partai ini mengatakan belum melakukan hitung-hitungan politik untuk Pilpres 2029, tetapi pada saat yang sama sudah menyatakan pintu kerja sama terbuka lebar.

Gerindra menyebut pembahasan politik yang berjalan saat ini lebih berkaitan dengan penyusunan RUU Pemilu bersama partai-partai lain, bukan pemetaan kandidat secara personal.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa pembicaraan mengenai arsitektur politik 2029 dapat mulai muncul sebelum penentuan pasangan calon dilakukan.

Bagi Gerindra, ruang komunikasi dengan berbagai partai tetap dipertahankan sambil menunggu perkembangan politik dan aturan Pemilu.

Prabowo–Pramono Bukan Manuver Politik, Kata Gerindra

Pernyataan soal keterbukaan koalisi muncul setelah pertemuan Prabowo dan Pramono Anung dalam peresmian LRT Jakarta lintas Kelapa Gading–Manggarai pada Rabu (16/9/2026).

Keduanya terlihat akrab selama agenda tersebut. Prabowo bahkan memberikan pujian terhadap kinerja Pramono sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Namun Gerindra menegaskan pertemuan itu merupakan agenda pemerintahan, bukan pembicaraan politik menuju Pilpres 2029.

Karena itu, hubungan Prabowo–Pramono belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya kesepakatan politik antara Gerindra dan PDIP.

Yang Menarik: Gerindra Menjaga Semua Opsi

Pernyataan terbaru Gerindra setidaknya menunjukkan tiga hal.

Pertama, Gerindra tidak menutup pintu bagi PDIP.

Kedua, Gerindra juga tidak mengunci diri hanya dengan PDIP karena peluang kerja sama disebut terbuka bagi seluruh kekuatan politik.

Ketiga, belum ada kalkulasi resmi mengenai figur dan konfigurasi Pilpres 2029 di internal Gerindra.

Dengan waktu menuju 2029 yang masih panjang, peta koalisi tentu masih dapat berubah. Namun, pernyataan Gerindra kali ini menunjukkan bahwa pembicaraan mengenai siapa yang mungkin menjadi mitra politik mulai mendapat ruang.

Untuk saat ini, yang terbuka bukan koalisi final, melainkan pintu negosiasinya.

(suara/antara/detik/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN