Thursday, September 17, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Sempat Damai di Polres Samosir, Pelajar Korban Pemukulan Satpol PP di Tele Kembali Dirawat, Ibu Lapor Lagi

Mistar.idKamis, 17 September 2026 pukul 21.46 WIB
sempat_damai_di_polres_samosir_pelajar_korban_pemukulan_satpol_pp_di_tele_kembali_dirawat_ibu_lapor_lagi_

Ibu korban pemukulan Satpol PP di Menara Pandang Tele, Juliana (berjilbab), saat berada di SPKT Polres Samosir. (Foto: Pangihutan/Mistar)

news_banner

Samosir, MISTAR.ID (17/9/2026) – RS (15), seorang pelajar SMP yang diduga menjadi korban pemukulan oknum Satpol PP saat penertiban kios di kawasan Menara Pandang Tele, Kabupaten Samosir, kembali dirawat di RSUD Hadrianus Sinaga Pangururan, Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

RS kembali mendapat perawatan setelah sebelumnya menjalani mediasi perdamaian dengan oknum Satpol PP di Polres Samosir. Keluarga mengaku keberatan karena tidak mengetahui dan tidak menyetujui perdamaian tersebut.

Ayah korban, Sampe Sinaga (45), mengatakan kondisi anaknya memburuk setelah pulang dari Pangururan usai mediasi.

"Kami pulang sekitar pukul 18.00 WIB dari Pangururan. Sekitar pukul 19.00 WIB, setelah sampai di Menara Tele, anak kami lemas dan pucat, sehingga kami larikan ke rumah sakit," ujarnya.

Ibu korban, Juliana (44), menyebut anaknya mengeluhkan sakit pada rusuk kanan yang terlihat agak membengkak.

"Rusuk sebelah kanan anak saya sakit dan kelihatan agak membengkak," kata Juliana.

Juliana menegaskan keberatan atas proses perdamaian di Polres Samosir karena tidak pernah memberi persetujuan.

Ia menceritakan, RS berada di lokasi saat Satpol PP hendak membongkar kios tempat mereka berjualan. Saat itu ia meminta anaknya tidak masuk sekolah untuk membantu mengangkat barang dagangan.

"Saya menyuruh anak saya tidak sekolah agar membantu saya mengangkat barang," tuturnya.

Hal itu dilakukan karena dirinya sudah kelelahan setelah menghadang petugas pada malam sebelumnya.

"Saya tidak sanggup lagi mengangkat barang itu karena sudah capek tadi malam menghadang Satpol PP," katanya.

Namun, saat berada di lokasi penertiban, RS diduga mengalami kekerasan.

"Anak saya dikeroyok banyak Satpol PP sampai mengeluarkan darah dari mulutnya," ungkap Juliana.

RS sebelumnya sempat mendapat perawatan medis. Setelah pulang usai mediasi, kondisinya kembali memburuk hingga harus dibawa ke RSUD Hadrianus Sinaga.

Hingga Kamis malam pukul 21.25 WIB, kedua orang tua korban bersama sejumlah pedagang di kawasan Tele masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

Sementara itu, Juliana langsung menuju Polres Samosir untuk membuat laporan kembali. Hingga berita ini dikirim ke redaksi, ia masih memberikan keterangan di SPKT Polres Samosir.(hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN