Thursday, September 17, 2026
home_banner_first
SUMUT

Pipa PDAM Pecah Akibat Pelebaran Jalan di Asahan, Pelayanan Air Sempat Terganggu

Mistar.idKamis, 17 September 2026 pukul 11.40 WIB
pipa_pdam_pecah_akibat_pelebaran_jalan_di_asahan_pelayanan_air_sempat_terganggu_

Kondisi pipa PDAM yang pecah akibat proyek pelebaran jalan sempat ganggu distribusi warga. (foto: perdana/mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID - Konstruksi proyek pelebaran jalan di Kelurahan Sei Renggas, Kecamatan Kisaran Barat, Kapupaten Asahan diduga tidak berkoordinasi ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Silau Piasa Asahan, yang mengakibatkan pecahnya pipa sehingga distribusi air ke rumah warga terganggu.

Amatan wartawan Kamis (17/9/2026), proyek rekonstruksi dan pelebaran jalan menuju akses jalan to Trans Sumatera Kisaran dengan pelaksana CV Nusantara bernilai kontrak Rp14 Miliar lebih ini sempat mengganggu distribusi air akibat galian ekskavator.

“Ada Jaringan Distribusi Utama (JDU) kami yang saat ini sangat riskan bocor, bahkan pecah akibat dampak pelebaran badan jalan akses menuju gerbang pintu TOL (Jalinsum Sei Renggas), dimana pipa JDU kami persis di bawah badan jalan tersebut mengakibatkan pelayanan terkait pendistribusian air menjadi terganggu,” kata Aswin, Kabag Teknik PDAM Tirta Silau Piasa Asahan saat dikonfirmasi wartawan.

Meski begitu, pihaknya memastikan kondisi kebocoran tersebut langsung diatasi sehingga distribusi air ke masyarakat tidak berlarut mengalami gangguan, meskipun petugas teknik pelayanan harus bekerja mengganti pipa yang pecah dengan cepat.

“Sekarang pipa yang pecah sudah teratasi. Untuk pelayanan air yang terdampak ke masyarakat kami sempat berikan bantuan air langsung ke rumah melalui truk tangki air,” katanya.

Aktivis Mahasiswa Asahan Anti Korupsi (MASSA AKSI), Khairul Sukri, menilai kerusakan jaringan pipa PDAM akibat pekerjaan pelebaran jalan harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan pihak pelaksana proyek.

Menurutnya, pekerjaan pembangunan infrastruktur tidak semestinya hanya mengejar target fisik, tetapi juga harus memperhatikan keberadaan jaringan utilitas yang berada di bawah badan jalan, termasuk pipa distribusi air milik PDAM.

“Pembangunan infrastruktur memang penting, tetapi jangan sampai pelaksanaannya justru mengganggu pelayanan dasar masyarakat. Jaringan pipa PDAM merupakan fasilitas vital karena berkaitan langsung dengan kebutuhan air warga,” ucapnya.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Asahan memastikan setiap proyek yang berpotensi bersinggungan dengan jaringan utilitas terlebih dahulu dikoordinasikan dengan instansi terkait.

“Koordinasi sebelum pekerjaan dilakukan menjadi hal yang sangat penting. Kalau posisi jaringan pipa sudah diketahui sejak awal, risiko kerusakan maupun gangguan distribusi air kepada masyarakat seharusnya bisa diminimalkan,” katanya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN