Thursday, September 17, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Prabowo Soroti Birokrat yang Tak Bisa Disentuh: Ada Fenomena “Raja Kecil”

Mistar.idKamis, 17 September 2026 pukul 10.17 WIB
prabowo_soroti_birokrat_yang_tak_bisa_disentuh_ada_fenomena_raja_kecil

Presiden Prabowo Subianto. (foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti keberadaan sebagian birokrat yang dinilai sulit disentuh atau dievaluasi dalam menjalankan tugasnya. Kondisi tersebut disebutnya sebagai salah satu bentuk fenomena deep state di lingkungan birokrasi.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam program “Presiden Prabowo Menjawab”, sebagaimana dikutip dari rilis Bakom RI, Kamis (17/9/2026).

Prabowo mengungkapkan adanya pejabat setingkat direktur jenderal (dirjen) yang menurutnya tidak mudah disentuh oleh pimpinan. “Kemarin-kemarin ada, entah dia sinkron sama menteri, penguasa, dan sebagainya, ada dirjen yang tidak bisa disentuh,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, persoalan tersebut dapat muncul ketika seorang birokrat telah bekerja selama puluhan tahun di sebuah institusi dan menguasai berbagai seluk-beluk di dalamnya. Kondisi itu, menurutnya, dapat membuat sebagian pejabat merasa memiliki pengaruh besar di lingkungan kerjanya.

“Nah, itu dirjen-dirjen yang kita sebut deep state. Jadi, birokrasi yang tidak mau diatur, raja kecil, raja kecil,” ujarnya.

Meski menyoroti persoalan tersebut, Prabowo menegaskan kondisi itu tidak berlaku bagi seluruh aparatur negara. Ia menyebut kritiknya ditujukan terhadap oknum serta sistem yang menyebabkan koordinasi antarkementerian dan lembaga tidak berjalan optimal.

“Ini tidak semua, tapi pengalaman saya, benar yang Anda katakan, tidak sinkron antara kementerian dan lembaga karena dia merasa dirinya, ya, raja atau apa. Itu benar,” kata Prabowo.

Ia juga menegaskan bahwa dalam pemerintahannya tidak boleh ada pejabat birokrasi yang merasa berada di luar jangkauan evaluasi maupun tindakan pimpinan. Menurut Prabowo, seluruh aparatur negara harus menjalankan tugas berdasarkan aturan serta mengikuti arah kebijakan pemerintah.

“Kita harus berani, dalam arti jangan ada birokrat yang untouchable,” ucapnya.

Prabowo sebelumnya juga menjelaskan bahwa persoalan tersebut berkaitan dengan perbedaan masa kerja antara pemimpin politik dan birokrat karier. Seorang pemimpin politik memiliki masa jabatan terbatas, sementara birokrat dapat bertahun-tahun berada dalam satu institusi dan memahami detail internal lembaganya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN