Thursday, September 17, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Viral Bola Api di Langit Klaten, Astronom Ungkap Dugaan Asal Objek

Mistar.idKamis, 17 September 2026 pukul 10.35 WIB
viral_bola_api_di_langit_klaten_astronom_ungkap_dugaan_asal_objek

Viral bola api di langit Klaten. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Klaten, MISTAR.ID - Sebuah video yang memperlihatkan benda menyerupai bola api di langit Klaten, Jawa Tengah, viral di media sosial. Kehadiran objek tersebut sempat memunculkan dugaan bahwa benda itu merupakan fenomena misterius dari luar angkasa.

Berdasarkan keterangan warga, objek bercahaya tersebut terlihat Selasa (15/9/2026) malam di sejumlah wilayah Klaten. Benda itu dilaporkan muncul sebanyak tiga kali, masing-masing sekitar pukul 18.30 WIB, 20.00 WIB, dan 22.00 WIB.

Astronom amatir Indonesia, Marufin Sudibyo, memiliki dugaan berbeda. Ia menilai objek yang terekam dalam video tersebut kemungkinan merupakan benda buatan manusia yang terbang pada ketinggian relatif rendah.

Menurut Marufin, ada kemungkinan benda itu berupa layang-layang yang dipasangi lampu atau balon gas dengan sumber cahaya. Dugaan tersebut didasarkan pada karakteristik pergerakan objek yang terlihat dalam rekaman.

"Objek ini buatan manusia yang terbang di ketinggian rendah. Kemungkinan layang-layang yang diberi lampu, atau balon gas yang juga diberi lampu," kata Marufin, dikutip dari CNN, Kamis (17/9/2026).

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah hal yang membuat objek tersebut dinilai tidak menyerupai meteor. Salah satunya adalah pergerakannya yang tampak sangat lambat, bahkan seolah-olah diam di udara.

"Objek ini berada dalam jarak yang relatif jauh dari pengamat dan bergerak dengan kecepatan rendah, sehingga seakan-akan berhenti di udara," katanya.

Marufin juga menyebut objek tersebut tidak memperlihatkan karakteristik meteor terang. Fenomena meteor biasanya berlangsung singkat dan dapat disertai kilatan cahaya yang membuat langit tampak lebih terang.

"Objek itu bukan meteor terang karena tidak kelihatan kilatan cahaya khas dan kondisi mendadak terang," ucapnya.

Kemungkinan lain yakni masuknya kembali sampah antariksa atau re-entry, juga dinilai kurang sesuai dengan karakteristik objek dalam video. Marufin mengatakan tidak tampak adanya fragmen yang terpecah maupun bentuk ekor yang biasanya dapat menyertai fenomena tersebut.

Selain itu, objek tersebut juga dinilai bukan jejak kondensasi atau contrail pesawat. Menurut Marufin, contrail umumnya sulit terlihat dalam kondisi malam seperti saat objek tersebut direkam. "Juga bukan merupakan jejak kondensasi pesawat, karena dalam situasi malam itu sudah tidak bisa dilihat lagi contrail-nya," tutur Marufin.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN