Ed Sheeran Buka Suara Soal Macklemore Didepak dari Turnya

Ed Sheeran. (Foto: LA Times)
Medan, MISTAR.ID – Ed Sheeran buka suara mengenai pencoretan Macklemore sebagai artis pendukung dalam tur konsernya. Keputusan tersebut diambil promotor setelah Macklemore menyampaikan dukungan terhadap Palestina di atas panggung.
Melalui akun Instagram pribadinya, Ed menjelaskan bahwa dirinya turut prihatin terhadap konflik Israel dan Palestina. Ia menilai penderitaan yang dialami masyarakat di kedua pihak merupakan tragedi kemanusiaan.
"Terlalu banyak perang di seluruh dunia yang menyebabkan penderitaan yang tak terukur, dan tidak satu pun dari perang tersebut yang seharusnya ditoleransi," tutur Ed dalam akun Instagramnya @teddysphotos, dilihat pada Kamis (17/9/2026).
Ed juga menegaskan rasa hormatnya kepada Macklemore sebagai sesama musisi. Ia memberikan kebebasan kepada seluruh artis pendukung, termasuk Macklemore, untuk membawakan daftar lagu pilihan masing-masing.
Namun, setelah Macklemore tampil dalam konser di New Jersey, penyelenggara konser pada jadwal tur berikutnya meminta agar namanya dihapus dari daftar penampil pendukung. Penyelenggara bahkan menyatakan konser akan dibatalkan jika permintaan tersebut tidak dipenuhi.
Menurut Ed, sikap tersebut diambil penyelenggara dan promotor karena cara Macklemore menyampaikan pesannya, bukan semata-mata hanya mengenai sebuah pesan yang ingin disampaikan.
"Saya berbicara panjang lebar dengan pihak penyelenggara konser sepanjang minggu untuk mencoba menjembatani perbedaan. Salah satu orang tersebut adalah Robert Kraft," ujar Ed.
"Saya juga terlibat dalam pembicaraan langsung dengan promotor bersama para aktivis dari kedua belah pihak dan mencoba menemukan solusi bersama bagi semua, tetapi keputusan pihak penyelenggara dan promotor adalah final," tuturnya.
Ed kemudian menegaskan ia tidak terlibat dalam keputusan pencoretan Macklemore tersebut. Menurutnya, keputusan itu berada di tangan promotor.
"Keputusan Macklemore untuk mengakhiri tur adalah keputusan promotor, bukan keputusan saya. Kontrak Macklemore untuk tur tersebut adalah dengan promotor, bukan dengan saya," tuturnya.
Di sisi lain, Ed mengatakan dirinya tidak ingin mengecewakan kru konser, artis pendukung, maupun penggemar yang telah berencana menyaksikan pertunjukannya.
"Saya tidak akan pernah mengecewakan para penggemar yang telah membuat rencana, dan saya juga tidak akan meninggalkan kru tur serta artis pendukung dan musisi lain yang bergantung pada saya untuk pekerjaan dan penghidupan mereka," ujar Ed.
Ed selanjutnya menjelaskan alasan dirinya memilih tidak menyampaikan pandangan mengenai konflik Israel dan Palestina secara terbuka. Ia mengatakan musiknya selama ini menjadi wadah untuk menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang dan budaya, dan prinsip tersebut tidak akan berubah.
"Mereka yang pernah datang ke salah satu pertunjukan saya akan tahu bahwa pertunjukan tersebut tentang persatuan, kegembiraan, pelarian dari rutinitas, cinta, dan tempat di mana setiap orang merasa diterima," tutur Ed.
Pelantun Photograph itu memastikan dirinya memiliki pandangan pribadi mengenai konflik tersebut. Namun, ia memilih untuk tidak menyampaikannya kepada publik.
"Hanya karena saya memilih untuk tidak berbicara di depan umum, bukan berarti saya tidak memiliki pandangan tersebut, dan bukan berarti saya tidak peduli," ucap Ed.
"Bukan pula berarti saya tidak mendukung berbagai isu dengan cara saya sendiri, secara pribadi," tambahnya.
Ed menekankan ia tidak ingin menjadikan platform profesionalnya sebagai ruang politik. Ia mempertimbangkan bahwa penontonnya berasal dari berbagai latar belakang, termasuk anak muda dan anak-anak.
"Mereka yang datang ke pertunjukan saya tidak mengharapkan forum politik. Saya menghormati keteguhan tekad Macklemore untuk berdiri dan meneriakkan apa yang dia yakini. Namun, ada ruang untuk berbagai pendekatan menuju tujuan yang sama: perdamaian," katanya.[]
PREVIOUS ARTICLE
Taylor Swift Jadi Bagian Sketsa SVU di Emmy 2026, Ternyata Gara-gara Mariska Hargitay








































