Wednesday, July 29, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Guru Besar IPB Sebut Sukun Berpotensi Jadi Superfood Masa Depan Indonesia

Mistar.idRabu, 29 Juli 2026 pukul 05.30 WIB
guru_besar_ipb_sebut_sukun_berpotensi_jadi_superfood_masa_depan_indonesia

Buah sukun. (Foto: Commons.wikimedia.org/Setiawanap)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof Edi Santosa, menyebut sukun berpotensi menjadi superfood masa depan Indonesia karena memiliki kandungan gizi tinggi, ramah lingkungan, serta tangguh menghadapi perubahan iklim.

Menurut Edi, di tengah ancaman krisis iklim dan tantangan ketahanan pangan, sukun dapat menjadi salah satu alternatif pangan lokal yang layak dikembangkan.

"Suatu pangan dapat disebut superfood jika memiliki kandungan nutrisi tinggi tanpa antinutrisi, memberikan manfaat kesehatan, serta dibudidayakan dengan cara yang rendah emisi karbon dan tangguh terhadap perubahan iklim. Berdasarkan berbagai kajian dan pengamatan di lapangan, sukun memenuhi ketiga kriteria itu," ujarnya, dilansir dari detikcom, Selasa (28/7/2026).

Dari sisi gizi, sukun memiliki kandungan serat yang tinggi dan indeks glikemik yang relatif rendah. Buah ini juga mengandung vitamin C, vitamin A, folat, zat besi (Fe), dan seng (Zn) yang dinilai penting untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat serta membantu menekan angka stunting.

Edi mengatakan kandungan nutrisi sukun juga lebih baik dibandingkan singkong. Meski demikian, menurutnya setiap bahan pangan memiliki keunggulan masing-masing sehingga dapat saling melengkapi.

"Sukun juga memiliki kandungan nutrisi yang lebih baik dibandingkan singkong. Namun, setiap bahan pangan memiliki keunggulan masing-masing dan saling melengkapi, jadi tidak perlu dipertentangkan," katanya.

Selain bernilai gizi tinggi, pohon sukun dinilai adaptif terhadap perubahan iklim. Tanaman tersebut mampu tumbuh di wilayah dengan curah hujan tinggi maupun daerah kering seperti Nusa Tenggara Timur (NTT).

Edi menambahkan, pohon sukun tidak memerlukan perawatan yang rumit, tetapi mampu berbuah hampir sepanjang tahun. Kondisi itu menjadikan sukun sebagai tanaman pangan yang ramah lingkungan sekaligus beremisi karbon rendah. (hm25/detikcom)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN