Target Rp2,9 Miliar, Pelaku UMKM Festival Tao Toba Jou Jou Keluhkan Sepi Transaksi

Stan UMKM asal Pematangsiantar di lokasi Festival Tao Toba Jou Jou 2026, Pangururan, Jumat, 7 Agustus 2026). (foto: pangihutan/mistar)
Samosir, MISTAR.ID - Target perputaran uang hingga Rp2,9 miliar dalam Festival Tao Toba Jou-Jou 2026 menghadapi tantangan. Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengeluhkan minimnya transaksi penjualan sejak festival digelar di Waterfront City (WFC) Pangururan Segmen V, Kabupaten Samosir.
Kondisi tersebut dinilai belum sejalan dengan harapan para pelaku usaha yang mengikuti festival yang didanai Bank Indonesia (BI). Mereka berharap ramainya rangkaian kegiatan mampu mendatangkan lebih banyak pengunjung ke area stan UMKM.
Salah seorang penjaga stan UMKM asal Pematangsiantar yang menjual produk bermerek Fitbar mengatakan, penjualan sejak hari pertama hingga Jumat (7/8/2026) masih jauh dari harapan.
“Dari kemarin penjualan minim,” ujarnya saat ditemui di lokasi festival.
Menurutnya, pelaku usaha telah mengeluarkan biaya untuk membawa produk dan membuka stan selama festival berlangsung. Karena itu, tingginya jumlah pengunjung menjadi faktor penting agar biaya yang dikeluarkan dapat tertutupi melalui hasil penjualan.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah stan masih dipenuhi berbagai produk, sementara sebagian pelaku usaha tampak menunggu pembeli yang datang.
Para pelaku UMKM berharap pengunjung tidak hanya menyaksikan pertunjukan budaya dan hiburan, tetapi juga menyempatkan diri mengunjungi area stan. Mereka menilai festival semestinya menjadi ruang promosi sekaligus mendorong peningkatan penjualan produk lokal.
Dalam festival ini, BI menargetkan perputaran uang mencapai Rp2,5 miliar hingga Rp2,9 miliar. Selain itu, BI juga memfasilitasi *business matching* pembiayaan UMKM dengan komitmen penyaluran kredit perbankan sebesar Rp1,17 miliar.
Komitmen pembiayaan tersebut berasal dari Bank Sumut sebesar Rp500 juta, BNI Rp300 juta, Bank Mandiri Rp200 juta, dan BRI Rp170 juta.
Bagi pelaku UMKM, pencapaian target ekonomi festival tidak hanya diukur dari ramainya pertunjukan, tetapi juga dari tingginya transaksi di area stan. Karena itu, mereka berharap penyelenggara dapat mendorong lebih banyak pengunjung mendatangi lokasi UMKM.
"Kami berharap pengunjung lebih ramai datang ke area UMKM," kata salah seorang pelaku usaha.
Para pelaku usaha optimistis transaksi masih dapat meningkat hingga festival berakhir. Mereka berharap Festival Tao Toba Jou-Jou 2026 benar-benar menjadi momentum memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan UMKM yang ikut berpartisipasi. (*)
BERITA TERPOPULER






BERITA TERPOPULER
























