Friday, August 7, 2026
home_banner_first
SUMUT

Festival Tao Toba Joujou Meriah, Ketidakhadiran Pimpinan DPRD Jadi Sorotan

Mistar.idJumat, 7 Agustus 2026 pukul 17.37 WIB
festival_tao_toba_joujou_meriah_ketidakhadiran_pimpinan_dprd_jadi_sorotan

Festival Tao Toba Jou-Jou tanpa kehadiran DPRD Samosir. (foto: pangihutan/mistar)

news_banner

Samosir, MISTAR.ID — Pembukaan Festival Tao Toba Joujou 2026 berlangsung meriah di Waterfront City (WFC) Pangururan, Kabupaten Samosir. Namun, di tengah kemeriahan agenda yang mengangkat sektor budaya, pariwisata, UMKM hingga pertanian tersebut, ketidakhadiran pimpinan maupun anggota DPRD Samosir dan DPRD Sumatera Utara (Sumut) menjadi perhatian.

Pantauan Mistar, Kamis (6/8/2026), tidak terlihat perwakilan pimpinan maupun anggota DPRD Samosir dan DPRD Sumut hadir dalam kegiatan yang digelar Bank Indonesia (BI) tersebut.

Padahal, Festival Tao Toba Joujou merupakan salah satu agenda strategis dalam mendorong penguatan ekonomi daerah melalui pengembangan sektor pariwisata, budaya, UMKM, serta produk unggulan masyarakat Samosir.

Ketidakhadiran unsur legislatif daerah itu menjadi sorotan karena DPRD memiliki fungsi representasi masyarakat serta berperan sebagai mitra pemerintah daerah dalam mendukung program pembangunan.

Ketua DPRD Samosir Nasib Simbolon saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2026), membenarkan pihaknya menerima undangan pembukaan Festival Tao Toba Joujou 2026.

Namun, ia menjelaskan undangan tersebut diterima dalam waktu yang cukup singkat, sementara agenda alat kelengkapan dewan (AKD) DPRD Sumut telah berjalan.

"Benar ada, kemarin (Kamis pagi, red.) last minute, padahal agenda AKD DPRD sudah berjalan," ujar Nasib.

Hal serupa disampaikan Wakil Ketua DPRD Samosir Sarochel Tamba. Ia mengatakan undangan menghadiri pembukaan festival baru diterima pada Kamis pagi.

Saat undangan diterima, kata Sarochel, surat perintah perjalanan dinas anggota DPRD Samosir sudah ditandatangani Ketua DPRD.

"Undangan hadir pada Kamis pagi hari, sementara perintah perjalanan dinas sudah ditandatangani ketua kepada seluruh dewan. Kalau disampaikan dua-tiga hari sebelum kegiatan, pasti DPRD menghadirinya," katanya.

Festival Tao Toba Joujou 2026 berlangsung semarak. Festival tahun keempat tersebut resmi dibuka Bupati Samosir Vandiko T. Gultom.

Pembukaan ditandai prosesi simbolis petikan benang pada tenun ulos sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian festival yang berlangsung selama empat hari.

Tenun ulos menjadi salah satu simbol utama dalam festival tersebut. Proses penenunan dilakukan selama kegiatan berlangsung hingga benang terakhir dipotong pada acara penutupan.

Selain menampilkan kekayaan budaya Batak, ulos dalam festival ini juga diperkenalkan sebagai produk bernilai ekonomi yang dapat mendukung penghidupan masyarakat.

Kemegahan acara semakin terasa melalui Parade Budaya dan Agro yang melibatkan sembilan kecamatan di Kabupaten Samosir. Setiap kecamatan menampilkan potensi daerah masing-masing, mulai dari miniatur khas wilayah, busana tradisional, pertunjukan seni hingga hasil pertanian unggulan. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN