Perang EV China di Indonesia Makin Panas, Mana yang Paling Worth It Dibeli 2026?

Ilustrasi, Perang EV China di Indonesia Makin Panas. (foto:antara/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (21/8/2026) — Persaingan mobil listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia semakin sengit pada 2026. Sejumlah merek China agresif menghadirkan mobil listrik dengan harga kompetitif, fitur lengkap, dan pilihan model yang semakin beragam.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan penjualan wholesale mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) mencapai 69.739 unit pada semester I 2026, tumbuh sekitar 81% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Di tengah pertumbuhan tersebut, Jaecoo J5 EV, BYD Atto 1, dan Geely EX2 menjadi tiga nama yang menonjol di segmen harga terjangkau. Persaingan ini membuat konsumen memiliki lebih banyak pilihan sekaligus memaksa produsen berlomba menawarkan value terbaik.
Apa Itu Mobil Listrik?
Mobil listrik adalah kendaraan yang menggunakan motor listrik sebagai penggerak dan baterai sebagai sumber energinya. Berbeda dari mobil bensin atau diesel, BEV tidak menggunakan mesin pembakaran internal sebagai penggerak utama.
Keunggulan utama EV terletak pada efisiensi energi, respons akselerasi, suara yang lebih senyap, serta kebutuhan perawatan mekanis yang relatif lebih sederhana.
Namun, konsumen tidak cukup hanya melihat angka jarak tempuh. Kapasitas baterai, kecepatan pengisian, ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU), jaringan servis, garansi baterai, dan nilai jual kembali juga perlu diperhitungkan.
Harga Mobil Listrik Termurah hingga Termahal
Perang harga membuat mobil listrik kini semakin mudah dijangkau.
Salah satu yang termurah adalah Wuling Aira EV, yang dibanderol mulai Rp155 juta untuk varian Standard Range dan Rp175 juta untuk Long Range OTR Jakarta. Jarak tempuh yang diklaim masing-masing mencapai 205 km dan 301 km berdasarkan metode CLTC.
Di atasnya terdapat BYD Atto 1 yang bermain mulai sekitar Rp199 juta. Geely EX2 berada di rentang Rp239,9 juta-Rp269,9 juta, sedangkan Jaecoo J5 EV dipasarkan mulai Rp279,9 juta dan varian Premium Rp319,9 juta OTR Jakarta.
Artinya, konsumen kini sudah bisa mendapatkan mobil listrik baru mulai Rp155 jutaan, sementara pilihan EV premium dapat mendekati Rp1 miliar.
Kondisi ini menunjukkan perubahan besar dibanding beberapa tahun lalu ketika mobil listrik masih identik dengan harga tinggi.
Perang Harga Terpanas Ada di Rp200-Rp300 Jutaan
Segmen Rp200-Rp300 jutaan menjadi medan perang paling menarik.
BYD Atto 1 menawarkan harga paling rendah di antara tiga model yang menjadi perhatian utama, yakni sekitar Rp199 juta-Rp245 juta. Geely EX2 berada di Rp239,9 juta-Rp269,9 juta, sedangkan Jaecoo J5 EV mulai Rp279,9 juta.
Ketiganya memiliki pendekatan berbeda.
BYD Atto 1 lebih mengedepankan harga dan karakter kompak untuk penggunaan perkotaan. Geely EX2 menawarkan keseimbangan antara harga, fitur dan kepraktisan. Sementara Jaecoo J5 EV bermain di kelas SUV dengan performa dan baterai yang lebih besar.
Persaingan tersebut menjadi semakin menarik karena ketiga model sama-sama mencatat penjualan signifikan sepanjang semester I 2026.
Jaecoo J5 EV Jadi Penantang Serius BYD
Data GAIKINDO menunjukkan Jaecoo J5 EV menjadi mobil listrik terlaris di Indonesia sepanjang semester I 2026 dengan distribusi 16.990 unit.
BYD Atto 1 berada di posisi kedua dengan 10.116 unit, disusul Geely EX2 sebanyak 6.582 unit dan BYD M6 dengan 5.844 unit.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa dominasi pasar EV Indonesia mulai terfragmentasi.
BYD memang tetap kuat. Pada semester I 2026, BYD mencatat distribusi 23.257 unit dan menjadi merek dengan penjualan mobil terbesar kelima secara nasional. Atto 1 menjadi model BYD paling laris dengan 10.116 unit.
Namun, kehadiran Jaecoo dan Geely membuat pertarungan di segmen harga terjangkau tidak lagi menjadi permainan satu merek.
Kenapa Mobil Listrik China Bisa Kompetitif?
Salah satu alasan utama adalah kemampuan produsen China membangun rantai pasok kendaraan listrik dalam skala besar, terutama pada baterai, motor listrik, elektronika dan software.
Strategi lainnya adalah lokalisasi produksi.
Wuling, misalnya, memproduksi Aira EV di fasilitas Cikarang dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) 42,5%.
Langkah produksi lokal membantu produsen meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat posisi mereka di pasar Indonesia.
Persaingan pun tidak lagi sebatas siapa yang menawarkan harga paling murah. Produsen harus mampu memberikan kombinasi harga, fitur, performa, layanan purnajual dan kepercayaan konsumen.
Mobil Listrik Apa yang Paling Worth It Dibeli 2026?
Jawabannya bergantung pada kebutuhan. Namun, jika ukurannya adalah kombinasi harga, performa, fitur dan kepraktisan, beberapa model layak menjadi kandidat utama.
Jaecoo J5 EV: Value Paling Menarik
Jaecoo J5 EV Premium sepertinya menjadi salah satu kandidat paling kuat untuk predikat paling worth it.
Dengan harga resmi Rp319,9 juta, mobil ini menawarkan tenaga maksimum 155 kW atau sekitar 211 PS, torsi 288 Nm, ground clearance 200 mm dan kapasitas bagasi hingga 480 liter.
J5 EV juga menawarkan panoramic roof, layar tengah 13,2 inci dan berbagai fitur bantuan pengemudi.
Keunggulan terbesarnya adalah konsep SUV dengan harga sekitar Rp300 jutaan. Konsumen mendapatkan bodi lebih besar dan performa lebih tinggi dibanding sejumlah EV kompak di rentang harga yang sama.
Kekurangannya, Jaecoo masih harus membangun rekam jejak jangka panjang di Indonesia, terutama terkait jaringan servis dan nilai jual kembali.
BYD Atto 1: Pilihan Aman di Kelas Entry-Level
Jika prioritas utama adalah harga dan reputasi merek, BYD Atto 1 layak dipertimbangkan.
Dengan harga mulai sekitar Rp199 juta, Atto 1 menjadi salah satu pintu masuk termurah menuju ekosistem BYD. Model ini juga membuktikan daya tariknya dengan penjualan 10.116 unit sepanjang semester I 2026.
Bagi pengguna perkotaan yang tidak membutuhkan SUV besar, Atto 1 menawarkan paket yang lebih rasional.
Geely EX2: Alternatif Kuat di Rp200 Jutaan
Geely EX2 menjadi penantang lain yang patut diperhatikan.
Dengan harga mulai Rp239,9 juta, EX2 mengisi celah antara EV entry-level dan model yang lebih besar. Model ini cocok bagi konsumen yang mencari kendaraan kompak dengan fitur modern tanpa harus naik ke kisaran harga Rp300 juta.
Penjualan 6.582 unit pada semester I 2026 menunjukkan respons pasar yang cukup kuat terhadap pendatang baru tersebut.
BYD M6: Pilihan untuk Keluarga
Bagi keluarga, pertimbangannya berbeda.
BYD M6 menawarkan konfigurasi hingga tujuh penumpang dan menjadi salah satu model terlaris BYD di Indonesia. Pada semester I 2026, M6 mencatat penjualan 7.669 unit berdasarkan data GAIKINDO.
Mobil ini lebih masuk akal bagi konsumen yang membutuhkan satu kendaraan untuk kebutuhan keluarga sehari-hari daripada mengejar harga termurah.
Fakta Menarik: EV Rp155 Juta Sudah Jadi Kenyataan
Kemunculan Wuling Aira EV menunjukkan seberapa jauh perang harga telah berkembang.
Dengan harga mulai Rp155 juta, Aira EV bahkan masuk ke wilayah yang sebelumnya didominasi city car bermesin bensin dan sejumlah mobil LCGC.
Menariknya, respons pasar juga cukup kuat. Wuling mencatat lebih dari 3.500 vehicle purchase orders (VPO) untuk Aira EV hanya dalam dua minggu setelah peluncuran nasionalnya pada Agustus 2026.
Fakta ini menunjukkan bahwa harga menjadi salah satu kunci penting untuk memperluas pasar EV di Indonesia.
Jangan Hanya Terpaku pada Harga
Harga murah memang menarik, tetapi membeli mobil listrik membutuhkan pertimbangan yang lebih panjang.
Konsumen perlu melihat pola penggunaan sehari-hari. Mobil dengan jarak tempuh 200-300 km bisa cukup untuk penggunaan dalam kota jika kebutuhan perjalanan harian relatif pendek.
Sebaliknya, konsumen yang sering bepergian antarkota sebaiknya mempertimbangkan baterai lebih besar, kemampuan fast charging dan ketersediaan SPKLU di rute yang biasa dilewati.
Selain itu, jaringan bengkel dan ketersediaan suku cadang menjadi faktor penting. Harga beli murah tidak otomatis berarti biaya kepemilikan paling rendah.
Nilai jual kembali juga perlu diperhatikan karena perang harga yang agresif berpotensi memengaruhi harga mobil bekas.
Perang EV China Baru Dimulai
Pertumbuhan pasar BEV dan semakin agresifnya merek China menunjukkan bahwa persaingan EV di Indonesia masih akan memanas.
Jika sebelumnya pertarungan terjadi pada teknologi dan desain, kini medan perang bergeser ke harga, fitur, produksi lokal, jaringan servis dan ekosistem kendaraan listrik.
Bagi konsumen, kondisi ini justru menguntungkan. Pilihan semakin banyak dan harga semakin kompetitif.
Untuk 2026, Jaecoo J5 EV Premium menjadi salah satu pilihan paling menarik dari sisi value, terutama bagi konsumen yang mencari SUV listrik dengan performa dan fitur tinggi di kisaran Rp300 jutaan.
Namun, bagi pembeli yang mengutamakan harga, Wuling Aira EV menjadi pilihan termurah. Sementara BYD Atto 1 menarik bagi konsumen yang ingin EV entry-level dari merek dengan penjualan besar, dan BYD M6 lebih cocok untuk kebutuhan keluarga.
Pada akhirnya, tidak ada satu EV yang paling tepat untuk semua orang. Mobil listrik paling worth it adalah yang paling sesuai dengan kebutuhan, anggaran, pola perjalanan, dan kesiapan infrastruktur penggunanya.
(berbagaisumber/*/hm27)






















