Usut Tuntas Karhutla, Kapolri: Sejumlah Pelaku di Kalimantan Sudah Diamankan

Tangkapan layar YouTube. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan pihaknya telah mengantongi sejumlah nama yang diduga terkait penyebab Karhutla di wilayah Kalimantan. (Foto: net)
Jakarta, MISTAR.ID (21/8/2026)– Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan telah mengantongi sejumlah nama yang diduga sebagai pelaku penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Nama-nama itu diperoleh dari hasil penyelidikan dan investigasi yang dilakukan Polri dalam beberapa waktu terakhir.
"Kami melakukan penyelidikan dan investigasi terkait peristiwa yang terjadi. Beberapa nama sudah kami amankan," ujar Sigit kepada wartawan di Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Selain mengusut aktor di balik karhutla, Sigit juga menginstruksikan seluruh jajaran untuk memprioritaskan pemadaman di area hutan yang terbakar.
"Saat ini fokus kami adalah pemadaman," tuturnya.
Di sisi lain, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menerbitkan instruksi mendesak kepada enam gubernur di Sumatra dan Kalimantan. Instruksi tertuang dalam surat "Merespons Penurunan Kualitas Udara dan Ancaman Karhutla di Musim Kemarau 2026".
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat meminta pemerintah daerah di Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan meningkatkan upaya perlindungan keselamatan masyarakat.
KLH menilai fenomena El Nino kuat sejak Juli 2026 menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan karhutla.
Hal itu berdampak pada penurunan kualitas udara di sejumlah daerah.
Data pemantauan terbaru menunjukkan konsentrasi PM2,5 di Kampar, Riau, mencapai 48,84 mikrogram per meter kubik.
Di Ogan Ilir, Sumatra Selatan, tercatat 47,39 mikrogram per meter kubik. Sementara di Katingan, Kalimantan Tengah, sebesar 30,16 mikrogram per meter kubik.
Kota Jambi tercatat 26,18 mikrogram per meter kubik, Pontianak 26,41 mikrogram per meter kubik, dan Banjarmasin 17,40 mikrogram per meter kubik.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mencatat sebaran titik panas tertinggi di Kalimantan berada di Kalimantan Tengah dengan 767 titik.
Disusul Kalimantan Barat 560 titik, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing 74 titik, serta Kalimantan Utara 3 titik.
(CNN/hm02)
























