Perkuat Penanganan Karhutla, 5 Pesawat TNI AU Diberangkatkan ke Kalimantan

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya meninjau bantuan logistik di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (19/8/2026). (Foto: Antara/HO-BPMI Sekretariat Presiden)
Jakarta, MISTAR.ID (21/8/2026) – Pemerintah kembali menambah kekuatan udara untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sebanyak lima pesawat TNI Angkatan Udara diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (21/8/2026) siang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pengerahan ini untuk memperkuat 30 armada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang telah beroperasi di tiga provinsi terdampak di Kalimantan.
“Lima pesawat TNI AU kembali diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur,” kata Teddy dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Selain lima pesawat tersebut, TNI AU juga menyiagakan sejumlah pesawat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Armada itu siap diberangkatkan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan BNPB. Berdasarkan laporan Kepala BNPB Suharyanto, total 52 pesawat telah dikerahkan untuk penanganan karhutla di enam provinsi rawan, yaitu Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.
"Dari jumlah itu, 30 pesawat beroperasi di Kalimantan dan 22 pesawat di Sumatra," ujar Teddy.
Armada di Kalimantan terdiri dari berbagai jenis pesawat dan helikopter. Mereka bertugas melakukan patroli, operasi modifikasi cuaca (OMC), serta pemadaman dari udara melalui water bombing.
Operasi pemadaman dari udara telah berlangsung intensif. Pada Kamis (20/8/2026) dan Jumat, armada BNPB bersama TNI AU melakukan water bombing untuk menjangkau titik api di wilayah terdampak.
Penambahan armada ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat respons terhadap titik-titik kebakaran yang berpotensi meluas.Pemerintah juga terus berupaya menekan dampak kabut asap demi melindungi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan di wilayah terdampak. (Antara/hm02)
























