Menteri Keuangan Buka Opsi Terbitkan Global Bond di Kuartal IV 2026

Menteri Keuangan, Suahasil. (Foto: Dok. Kemenkeu)
Jakarta, MISTAR.ID – Pemerintah membuka opsi kembali menerbitkan surat utang global (global bond) pada kuartal IV 2026 untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah masih memiliki ruang untuk masuk ke pasar global menjelang akhir tahun. Namun, keputusan penerbitan global bond akan mempertimbangkan kebutuhan pembiayaan dan kondisi pasar.
"Kami masih memiliki ruang untuk melakukan global bond pada kuartal IV," ujar Suahasil dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg Television, dilansir Senin (5/10/2026).
Suahasil mengatakan pemerintah akan terlebih dahulu melihat kondisi pasar dan kebutuhan pembiayaan sebelum menentukan strategi penerbitan surat utang. Pemerintah juga berupaya memperoleh biaya pendanaan serendah mungkin.
"Kami ingin memastikan biaya pendanaan pemerintah serendah mungkin, dan kami ingin memastikan spread imbal hasil kami terhadap negara-negara lain juga serendah mungkin," katanya.
Menurut Suahasil, penerbitan surat utang tetap dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi fiskal Indonesia. Pemerintah berkomitmen menjaga defisit APBN di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
"Kami tetap berkomitmen menjaga defisit di bawah 3 persen," ujarnya.
Ia menyebut batas defisit tersebut menjadi salah satu simbol disiplin fiskal Indonesia. Karena itu, pengelolaan APBN akan tetap dijaga agar kebutuhan pembiayaan dapat dipenuhi tanpa mengganggu kredibilitas fiskal.
Suahasil menambahkan, pemerintah memiliki ruang fiskal untuk merespons kebutuhan ekonomi. Namun, ruang tersebut tetap harus dikelola secara hati-hati agar disiplin fiskal terjaga.
Selain APBN, pemerintah juga memiliki instrumen lain melalui Danantara yang dapat digunakan untuk mendukung pembangunan dan investasi.
"Bayangkan Indonesia dan Presiden Prabowo memiliki dua senjata. Satu adalah APBN, yang lainnya adalah Danantara," kata Suahasil. (Bloomberg)
PREVIOUS ARTICLE
Mentan Amran Pacu Kinerja Kementan: Speed 150 jadi 200 Bersama














































