INDEF: Bantuan Subsidi Upah jadi Penopang Daya Beli Masyarakat Kelas Bawah

Bantuan subsidi upah.(Foto ilustrsi: maris/meta/mistar.id)
Jakarta, MISTAR.ID (5/10/2026) - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listyanto menilai rencana Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari pemerintah dapat membantu daya beli masyarakat, terutama kelas bawah.
"Memang kalau kita melihat kondisi saat ini, masyarakat terutama kelas bawah, BSU itu memang sangat diperlukan," ujar Eko saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin (5/10/2026).
Menurut dia, konsumsi dalam negeri masih tertekan karena tren kenaikan harga. Dari sisi suplai, ada faktor El Nino dan gejolak geopolitik dunia yang membuat bahan baku seperti plastik dan BBM mengalami kenaikan biaya.
"Jadi kalau ada bantuan yang sifatnya upah, sebetulnya itu bisa dikatakan membantu," katanya.
Eko menilai BSU bagi pekerja diharapkan mampu mendorong konsumsi dalam negeri pada periode akhir tahun.
"Sehingga itu memang bisa membantu mendorong perekonomian, walaupun tentu yang akan lebih signifikan kalau perputaran di sektor swastanya. Tapi setidaknya bantuan itu paling tidak terutama untuk mengatasi gejolak kebutuhan pokok," ujarnya.
Pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi kuartal IV 2026 yang berfokus pada pelindungan daya beli, perluasan kesempatan kerja, dan keberlanjutan dunia usaha.
Di sektor ketenagakerjaan, pelindungan pekerja diperkuat melalui BSU tiga bulan sebesar Rp300.000 per bulan bagi 13,3 juta pekerja dengan anggaran hampir Rp12 triliun.
Program prioritas tersebut disepakati dalam rapat koordinasi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta pimpinan kementerian/lembaga teknis terkait di Istana Negara. (hm02)















































