Tsunami Terdeteksi di 9 Wilayah Usai Gempa NTT, Tertinggi 0,94 Meter di Maurole

Tangkapan layar video tsunami terdeteksi usai gempa NTT (Foto: Istimewa/Mistar)
NTT, MISTAR.ID - Gelombang tsunami terdeteksi di sejumlah wilayah setelah gempa kuat mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa berkekuatan magnitudo (M) 7 mengguncang wilayah tersebut.
Berdasarkan pemutakhiran data BMKG, gelombang tsunami terdeteksi di sembilan wilayah, termasuk sejumlah daerah di NTT serta Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
Daftar Wilayah yang Terdeteksi Tsunami
Berikut data tsunami yang terpantau berdasarkan waktu dan ketinggian gelombang:
- Sikka, NTT: 0,19 meter pada pukul 05.03 WIB
- Kawapante, NTT: 0,38 meter pada pukul 05.16 WIB
- Flores Timur, NTT: 0,25 meter pada pukul 05.24 WIB
- Labuan Bajo, NTT: 0,36 meter pada pukul 05.26 WIB
- Maurole, Ende, NTT: 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB
- Dompu, NTB: 0,17 meter pada pukul 05.29 WIB
- Bakalang, NTT: 0,14 meter pada pukul 05.41 WIB
- Baubau, Sulawesi Tenggara: 0,30 meter pada pukul 05.47 WIB
- Bulukumba, Sulawesi Selatan: 0,54 meter pada pukul 05.58 WIB
Dari data tersebut, Maurole menjadi wilayah dengan gelombang tsunami tertinggi, yakni mencapai 0,94 meter.
Sementara itu, gelombang terendah yang terdeteksi berada di Bakalang dengan ketinggian 0,14 meter.
Tsunami Terpantau hingga Sulawesi Selatan
Dampak gempa NTT tidak hanya terpantau di wilayah sekitar Flores. Gelombang tsunami juga tercatat di Baubau, Sulawesi Tenggara, serta Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Di Bulukumba, gelombang setinggi 0,54 meter terdeteksi sekitar pukul 05.58 WIB. Adapun di Baubau, gelombang yang terpantau mencapai 0,30 meter pada pukul 05.47 WIB.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa dampak gempa dirasakan hingga wilayah yang cukup jauh dari pusat gempa.
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami
Gempa yang mengguncang Nagekeo tersebut memicu peringatan dini tsunami. Masyarakat di wilayah pesisir diminta memperhatikan perkembangan informasi resmi dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah serta petugas di lapangan.
Data ketinggian tsunami dapat berubah seiring pemutakhiran hasil pengamatan. Karena itu, masyarakat diimbau tidak menjadikan informasi dari media sosial atau sumber yang belum terverifikasi sebagai acuan utama.
BMKG terus memantau perkembangan aktivitas gempa dan gelombang tsunami di sejumlah wilayah terdampak.
Catatan: Data ketinggian dan waktu tsunami di atas merupakan data pemantauan yang dapat diperbarui BMKG. Untuk kondisi terbaru, masyarakat perlu mengacu pada kanal resmi BMKG dan arahan otoritas setempat.



















