Gempa M7,7 Guncang NTT, Bandara Ruteng dan Hotel Labuan Bajo Rusak

Tangkapan layar dampak gempa M7,7 yang guncang NTT (Foto: )
NTT, MISTAR.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Guncangan kuat terasa hingga sejumlah wilayah di Pulau Flores, termasuk Labuan Bajo dan Ruteng.
Gempa tidak hanya membuat warga dan wisatawan panik. Sejumlah bangunan juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat kuatnya guncangan. Pendataan dampak gempa masih dilakukan oleh pemerintah daerah dan instansi terkait.
Bandara Ruteng Dilaporkan Rusak
Salah satu fasilitas yang terdampak adalah Bandara Frans Sales Lega di Ruteng, Kabupaten Manggarai. Bagian panel atap bandara dilaporkan berjatuhan setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.
Kondisi kerusakan di bandara masih dalam pemeriksaan. Belum ada kepastian mengenai dampaknya terhadap aktivitas penerbangan karena petugas masih melakukan pengecekan terhadap fasilitas bandara.
Hotel di Labuan Bajo Alami Kerusakan
Di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, guncangan terasa kuat hingga membuat warga dan wisatawan berhamburan keluar bangunan.
Hotel Jayakarta Labuan Bajo menjadi salah satu bangunan yang dilaporkan mengalami kerusakan. Plafon bagian lobi ambruk, sedangkan beberapa bagian dinding mengalami retakan.
Sejumlah tamu hotel langsung keluar dari gedung untuk menghindari risiko akibat kerusakan bangunan.
Rumah Warga hingga Fasilitas Umum Terdampak
Kerusakan juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Manggarai Barat. Rumah warga dan fasilitas umum di Kecamatan Boleng serta Kecamatan Kuwus Barat disebut terdampak.
Bahkan, terdapat laporan mengenai sejumlah rumah warga yang roboh akibat kuatnya guncangan. Namun, informasi tersebut masih berupa laporan awal dan perlu diverifikasi oleh petugas di lapangan.
Gedung Kampus di Ruteng Ikut Rusak
Dampak gempa turut dirasakan di Ruteng, Kabupaten Manggarai. Bangunan kampus Unika Santu Paulus dilaporkan mengalami kerusakan.
Salah satu bagian dinding gedung kampus disebut ambruk setelah gempa terjadi. Pemeriksaan terhadap bangunan dan fasilitas lainnya masih dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan secara menyeluruh.
Warga Sempat Panik
Seorang warga Labuan Bajo, Erwin, menceritakan kepanikan warga saat gempa berlangsung. Guncangan yang kuat membuat masyarakat memilih segera keluar dari rumah.
"Warga langsung berlarian keluar rumah karena gempanya cukup kuat," ujar Erwin.
Kepanikan semakin meningkat karena adanya informasi mengenai potensi tsunami setelah gempa.
Data Kerusakan Masih Didata
Hingga berita ini ditulis, jumlah pasti bangunan yang rusak maupun warga yang terdampak belum diketahui. Data awal dari lapangan masih harus diverifikasi oleh pemerintah daerah, BPBD, dan instansi terkait.
Gempa M7,7 tersebut juga memicu peringatan dini tsunami. BMKG kemudian mencatat gelombang tsunami di sejumlah wilayah NTT, dengan gelombang tertinggi yang terpantau mencapai 0,94 meter di Maurole, Kabupaten Ende.
Masyarakat di wilayah pesisir diimbau tetap waspada, tidak panik, serta mengikuti informasi dan arahan resmi BMKG maupun pemerintah daerah. Warga juga disarankan menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
Baca juga: Gempa M7,7 Guncang NTT, Tsunami 0,94 Meter Terdeteksi di Maurole Ende.


















