Thursday, August 13, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Pencarian Korban Gempa Kolombia Masuki Fase Akhir, 265 Orang Tewas

Mistar.idKamis, 13 Agustus 2026 pukul 17.05 WIB
pencarian_korban_gempa_kolombia_masuki_fase_akhir_265_orang_tewas

Tim penyelamat mencari korban di reruntuhan bangunan di Cali, Kolombia, Rabu (12/8/2026), dua hari setelah gempa mengguncang wilayah barat negara tersebut. (foto: raquel cunha/reuters via aljazeera)

news_banner

Bogota, MISTAR.ID - Operasi pencarian korban gempa dahsyat di Kolombia memasuki fase akhir, sementara jumlah korban meninggal meningkat menjadi sedikitnya 265 orang dan lebih dari 3.500 lainnya terluka.

Tim penyelamat mendekati batas 72 jam sejak gempa magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia pada Senin (10/8/2026). Periode tersebut dianggap sebagai waktu paling kritis untuk menemukan korban yang masih hidup di bawah reruntuhan.

Dilansir Al Jazeera yang mengutip AFP dan Reuters, Kamis (13/8/2026), hampir 500 orang masih dinyatakan hilang. Lebih dari 9.550 rumah juga dilaporkan hancur akibat gempa.

Jumlah korban tewas meningkat tajam dibanding laporan sebelumnya yang mencatat 181 orang meninggal.

Di Pereira, tim penyelamat memusatkan pencarian pada sebuah toko roti yang runtuh. Peralatan pendeteksi getaran menangkap kemungkinan tanda kehidupan dari seorang pedagang kaki lima bernama Pablo Loaiza yang terjebak sejak Senin.

Pencarian intensif juga berlanjut di Cali. Petugas menggunakan tangan kosong, alat berat dan anjing pelacak untuk mencari korban. Aktivitas secara berkala dihentikan agar tim dapat mendengarkan kemungkinan suara dari bawah reruntuhan.

“Setiap setengah jam kami meminta semua orang diam untuk mengetahui apakah masih ada orang yang hidup,” kata relawan penyelamat Johana Sanchez.

Presiden Kolombia Abelardo de La Espriella mengatakan pemerintah akan membentuk dana darurat untuk membangun kembali rumah sakit, sekolah, rumah warga dan infrastruktur yang rusak.

“Ini tidak diragukan lagi merupakan tragedi dengan skala yang sangat besar. Upaya kami difokuskan kepada mereka yang masih dinyatakan hilang,” ujarnya.

De La Espriella juga menetapkan keadaan darurat ekonomi untuk menangani dampak gempa, meski langkah konkret yang akan diterapkan belum dirinci. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN