Saturday, August 15, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Gempa M7,7 NTT Picu Tsunami, Wilayah Waspada Diminta Jauhi Pantai

Mistar.idSabtu, 15 Agustus 2026 pukul 08.43 WIB
gempa_m77_ntt_picu_tsunami_wilayah_waspada_diminta_jauhi_pantai

Tangkapan layar video tsunami terdeteksi usai gempa NTT (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

NTT, MISTAR.ID - Gelombang tsunami terdeteksi di sejumlah wilayah setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang kawasan 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kenaikan muka air laut di sejumlah titik setelah gempa terjadi. Dari hasil pemantauan, gelombang tsunami dengan ketinggian terbesar mencapai 0,94 meter di Maurole, Ende.

BMKG Tetapkan Sejumlah Wilayah Berstatus Siaga

Selain mendeteksi gelombang tsunami, BMKG memodelkan sejumlah wilayah pesisir yang berpotensi terdampak. Beberapa daerah di NTT dan Sulawesi Selatan ditetapkan dalam status Siaga Tsunami.

Wilayah yang masuk kategori Siaga meliputi Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, Selayar, Ende bagian utara, Sikka bagian utara, Jeneponto, dan Bantaeng.

Untuk wilayah dengan status Siaga, pemerintah daerah diminta segera mengarahkan masyarakat menuju lokasi evakuasi.

Sementara itu, status Waspada Tsunami diberlakukan di sejumlah wilayah NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan.

Daerah yang termasuk kategori Waspada antara lain Pulau Ende, Pulau Sikka, Bima Pulau Sangiang, Bima Pulau Gili, Kota Bima bagian utara, Flores Timur bagian utara, Dompu bagian utara, Kota Baubau, Takalar, Bone, Wajo, Luwu bagian timur, Luwu bagian utara, hingga Kota Palopo.

Warga Diminta Menjauhi Pantai

BMKG mengimbau masyarakat yang berada di wilayah berstatus Waspada untuk menjauhi kawasan pantai dan tepian sungai. Imbauan ini penting karena perubahan muka air laut akibat tsunami dapat terjadi di wilayah pesisir maupun kawasan yang terhubung dengan aliran sungai.

Untuk daerah yang berstatus Siaga, pemerintah setempat diminta segera melakukan langkah evakuasi sesuai kondisi di lapangan.

Hingga pemutakhiran informasi tersebut, BMKG belum menetapkan wilayah mana pun dalam kategori Awas.

Masyarakat diminta tidak mengabaikan peringatan dan tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG serta arahan pemerintah daerah. Warga yang berada di wilayah pesisir terdampak juga disarankan tidak mendekati pantai untuk melihat kondisi gelombang.

9 Wilayah Terdeteksi Gelombang Tsunami

Hasil pengamatan muka air laut BMKG menunjukkan tsunami telah terdeteksi di sembilan lokasi. Berikut data ketinggian gelombang yang tercatat:

  1. Sikka: 0,19 meter pada pukul 05.03 WIB.
  2. Pelabuhan Kewapante, Sikka: 0,38 meter pada pukul 05.16 WIB.
  3. Flores Timur: 0,25 meter pada pukul 05.24 WIB.
  4. Labuan Bajo: 0,36 meter pada pukul 05.26 WIB.
  5. Maurole, Ende: 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB.
  6. Dompu: 0,17 meter pada pukul 05.29 WIB.
  7. Bakalang, Alor: 0,14 meter pada pukul 05.41 WIB.
  8. Baubau: 0,30 meter pada pukul 05.47 WIB.
  9. Bulukumba: 0,54 meter pada pukul 05.58 WIB.

Dari data tersebut, Maurole di Kabupaten Ende menjadi lokasi dengan gelombang tsunami tertinggi, yakni 0,94 meter. Adapun ketinggian terendah tercatat di Bakalang, Alor, sebesar 0,14 meter.

BMKG masih memantau perkembangan muka air laut dan potensi tsunami setelah gempa M7,7 di wilayah Nagekeo. Masyarakat di kawasan pesisir diimbau tetap waspada, menjauhi pantai dan tepian sungai, serta mengikuti pembaruan informasi resmi hingga peringatan dinyatakan berakhir.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN