Wednesday, September 9, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Ratusan Siswa dan Guru di Pati Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Mistar.idRabu, 9 September 2026 pukul 14.49 WIB
ratusan_siswa_dan_guru_di_pati_diduga_keracunan_usai_santap_mbg

Suasana di MTs Negeri 3 Pati maupun SMPN 1 Gembong, di mana ratusan muridnya diduga keracunan MBG, Rabu (9/9/2026). (Foto: Detikjateng/Dian Utoro Aji)

news_banner

Pati, MISTAR.ID - Ratusan siswa dan guru di dua sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, mengatakan dua sekolah yang melaporkan kejadian tersebut yakni SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati.

"Lokasi ada 2 sekolah. MTs Negeri 3 Pati dan SMP Negeri 1 Gembong," kata Luky kepada wartawan saat ditemui di SMP Negeri 1 Gembong, dilansir dari detikJateng, Rabu (9/9/2026).

Di SMP Negeri 1 Gembong, sebanyak 103 siswa dan 13 guru dilaporkan mengalami mual dan diare. Sementara di MTs Negeri 3 Pati, terdapat 127 siswa dan 30 guru yang mengalami keluhan serupa setelah menyantap menu MBG.

Luky mengatakan laporan pertama terkait kejadian tersebut diterima Dinkes Pati sekitar pukul 09.00 WIB. Informasi awal yang diterima berupa dugaan keracunan setelah para siswa dan guru menyantap MBG yang disajikan sehari sebelumnya.

"Kami mendapatkan laporan sekira jam 09.00 WIB, informasi kami dapat awal merupakan dugaan keracunan MBG yang disajikan kemarin. Ini masih dugaan," ujarnya.

Untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut, Dinkes Pati masih melakukan penyelidikan epidemiologis dan pemeriksaan lebih lanjut. Hasil uji laboratorium juga masih ditunggu.

"Tim kami masih melakukan penyelidikan lagi, kami belum bisa memastikan penyebabnya seperti apa. Kita tunggu penyelidikan epidemiologis seperti apa, hasil uji lab seperti apa," jelasnya.

Sementara itu, para siswa dan guru yang mengalami mual dan diare telah dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Pati.

Luky mengatakan jumlah korban masih dalam pendataan karena data yang diterima bersifat dinamis. Dinkes Pati masih melakukan sinkronisasi data dari sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Soewondo, RS Mitra dan KSH.

"Data belum, masih dinamis, belum bisa memastikan berapa jumlahnya. Data akan kami update berdasarkan sinkronisasi berdasarkan faskes yang ada di RSUD Soewondo, Mitra dan KSH," pungkasnya. (hm25/detikJateng)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN