Wednesday, September 9, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Hasil Lab Ungkap Bakteri pada Sampel MBG Karo, DPR Desak Audit Total SPPG

Mistar.idRabu, 9 September 2026 pukul 14.18 WIB
hasil_lab_ungkap_bakteri_pada_sampel_mbg_karo_dpr_desak_audit_total_sppg

Siswa SMA di Berastagi diduga keracunan usai santap Makanan Bergizi Gratis (Foto: Kompas)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID — Hasil pemeriksaan laboratorium mengungkap adanya bakteri pada sejumlah sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi siswa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Pemeriksaan dilakukan UPTD Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Sumatera Utara terhadap 11 sampel makanan dan muntahan siswa setelah kasus keracunan pada 13 Agustus 2026.

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut Hamid Rizal Lubis membenarkan hasil pemeriksaan telah keluar dan diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Karo.

"Benar, hasil laboratoriumnya sudah keluar. Kami sudah kirim hasilnya ke Dinas Kesehatan Kabupaten Karo," kata Hamid, Selasa (8/9/2026).

Dari 11 sampel yang diperiksa, empat dinyatakan positif mengandung bakteri. Bakteri Bacillus cereus ditemukan pada sampel nasi dari sekolah, sementara Staphylococcus aureus terdeteksi pada dencis saus dari sekolah.

Selain itu, sampel melon dari sekolah positif mengandung Escherichia coli (E. coli). Staphylococcus aureus juga ditemukan dalam sampel muntahan salah seorang siswi.

Seluruh sampel sebelumnya diterima laboratorium pada 14 Agustus 2026, sehari setelah kasus keracunan terjadi. Pengujian dilakukan terhadap empat parameter, yakni Salmonella, E. coli, Staphylococcus aureus, dan Bacillus cereus.

Namun, Dinkes Sumut belum memberikan interpretasi lebih jauh mengenai hasil tersebut. Penjelasan rinci diserahkan kepada Dinkes Karo sebagai pihak yang meminta pemeriksaan.

Polisi Masih Selidiki Kasus

Kasus keracunan MBG Karo juga masih ditangani kepolisian. Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan penyelidikan dilakukan Polres Tanah Karo.

"Masih diproses, didalami. Masih dalam penyelidikan," ujar Ferry.

Polisi mendalami rangkaian kejadian, termasuk proses pengolahan makanan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karo Berastagi Sempajaya yang memasok makanan kepada siswa.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono menyebut investigasi awal menemukan masalah dalam penyimpanan ikan. Ikan basah disebut tidak dimasukkan ke freezer selama sekitar 10-12 jam.

Dapur SPPG tersebut kemudian dihentikan sementara dan kepala SPPG dicopot untuk menjalani evaluasi.

Meski demikian, kaitan langsung antara temuan bakteri dalam sampel dengan persoalan penyimpanan ikan masih harus dibuktikan melalui penyelidikan lebih lanjut.

Korban Masih Mengalami Gangguan Kesehatan

Kasus ini berdampak terhadap ratusan siswa di sejumlah sekolah di Berastagi dan Kabanjahe. Salah satu korban, Febiola Purba (16), siswi SMK Bersama Berastagi, masih menjalani pemeriksaan dan rawat jalan di RSUP H Adam Malik Medan.

Keluarga menyebut Febiola mengalami kejang, tubuh lemas, kesulitan berbicara, hingga gangguan daya ingat. Namun, belum ada kesimpulan medis yang memastikan gangguan kesehatan lanjutan tersebut secara langsung disebabkan oleh bakteri yang ditemukan pada sampel makanan.

DPR Desak Audit Total

Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menilai kasus di Karo harus menjadi perhatian serius. Ia meminta seluruh korban mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan hingga tuntas, termasuk pemantauan terhadap kemungkinan dampak kesehatan jangka panjang.

Nurhadi juga mendesak pemerintah membuka hasil investigasi secara transparan kepada keluarga korban dan masyarakat.

Selain itu, Komisi IX meminta dilakukan audit total terhadap SPPG, bukan hanya pada proses memasak. Pemeriksaan diminta mencakup pemilihan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, distribusi, transportasi, hingga makanan diterima dan dikonsumsi siswa.

"Program MBG adalah program yang baik dan sangat penting, tetapi program yang baik tidak boleh mengorbankan keselamatan penerimanya," tegas Nurhadi.

Ia menekankan, jika penyelidikan menemukan unsur kelalaian, pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum.

Komisi IX menyatakan akan mendorong agar kasus Karo menjadi bahan evaluasi untuk memperketat standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG secara nasional.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN