Tuesday, September 15, 2026
home_banner_first
MEDAN

KemenP2MI Targetkan 500 Ribu Pekerja Migran Berkualitas hingga 2029

Mistar.idSelasa, 15 September 2026 pukul 20.53 WIB
kemenp2mi_targetkan_500_ribu_pekerja_migran_berkualitas_hingga_2029

Foto bersama usai sosialisasi Program Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri di Inkes Deli Husada. (Foto: Susan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (15/9/2026) – Pemerintah melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) menargetkan penempatan 500.000 pekerja migran berkualitas hingga 2029.

Hal itu disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri KemenP2MI, Sri Andayani, dalam kegiatan sosialisasi strategis di Ballroom Institut Kesehatan (Inkes) Deli Husada, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (15/9/2026).

“Targetnya itu total 500.000, terbagi dari 2026 sebesar 40.000, kemudian sekitar 140.000 pada 2027, sebanyak 180.000 pada tahun 2028, dan 2029 sebanyak 140.000,” katanya.

Sri memaparkan, sejumlah kawasan telah menjadi target kerja sama penempatan pekerja migran, mulai dari Asia Tenggara, yakni Brunei dan Malaysia; Asia Timur, Jepang dan Korea; Asia Selatan, Maladewa; hingga Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Kuwait, Qatar, dan Turki. Selain itu, terdapat pula sejumlah negara di Eropa.

Menurutnya, Sumatera Utara merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi tenaga kerja migran sangat besar.

“Apakah itu dari sektor kesehatannya, dari hospitality, kemudian juga manufaktur untuk operator produksi, itu sangat-sangat besar untuk potensi dari Sumatera Utara,” ucapnya.

Ia menjelaskan, kegiatan bertajuk “Sosialisasi Program Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri dalam Mendukung Program Peningkatan Kapasitas Berbasis Kebutuhan Pasar Kerja Luar Negeri” tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Menurutnya, langkah tersebut merupakan wujud nyata dukungan instansi terhadap Program Direktif Presiden, khususnya Program SMK Go Global. Dengan demikian, tenaga muda Indonesia diharapkan dapat terserap sesuai kebutuhan pasar kerja luar negeri.

Sri juga mengapresiasi Inkes Deli Husada yang lulusannya banyak terserap di luar negeri melalui skema Government to Government (G to G), seperti ke Jepang dan Jerman.

Hal senada disampaikan Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumut, Kombes Pol Budi Novijanto. Ia mengatakan pihaknya terus mendukung Program SMK Go Global serta berkolaborasi dengan lembaga vokasi untuk membantu meningkatkan kapasitas calon pekerja migran.

“Di mana diharapkan nantinya calon-calon pekerja migran ini mempunyai kemampuan yang lebih dan bisa bermanfaat dan bisa menjadi daya tarik pada saat mereka akan bekerja di luar,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Inkes Deli Husada, Johannes Sembiring, mengatakan institusinya telah lama merintis pengiriman tenaga kesehatan profesional ke luar negeri sejak 2008 bersama Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam.

“Dan satu hal, orang tua sangat bersyukur karena memperoleh salary yang cukup tinggi dibandingkan dia bekerja di Indonesia. Jadi kita ini menolong orang-orang supaya bisa lebih makmur hidupnya di samping devisa kepada negara,” kata Johannes.

Ia merinci, total lulusan Deli Husada dan Medistra yang telah diberangkatkan ke luar negeri sebagai tenaga kesehatan mencapai lebih dari 1.000 orang.

Negara tujuan terbanyak antara lain Jepang, Arab Saudi, hingga Jerman. Menurut Johannes, tenaga kesehatan asal Indonesia yang bekerja di sejumlah negara tersebut mampu memperoleh pendapatan yang jauh lebih besar dibandingkan bekerja di dalam negeri.

“Terakhir ini ke Jerman, itu sebagai tenaga kesehatan. Di Jerman, dia memperoleh Rp38 juta per bulan. Jadi orang tuanya di kampung itu sangat bersyukur,” tuturnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN