Gastroparesis, Penyakit Kelumpuhan Lambung: Kenali Gejala dan Penyebabnya

Gastroparesis, Penyakit Kelumpuhan Lambung: Kenali Gejala dan Penyebabnya
London, MISTAR.ID - Gastroparesis mungkin belum banyak dikenal, tetapi gangguan pada sistem pencernaan ini dapat membuat makanan bertahan di lambung jauh lebih lama dari seharusnya. Pada kondisi berat, penderitanya bahkan dapat mengalami kekurangan gizi karena tubuh tidak mampu menerima makanan secara normal.
Kondisi tersebut dialami Leah Smith, perempuan berusia 29 tahun asal Benfleet, Essex, Inggris. Dilansir Mirror, Leah mengalami gastroparesis berat hingga kebutuhan nutrisinya kini harus diberikan langsung ke aliran darah.
Gangguan pencernaan sebenarnya telah dirasakan Leah sejak remaja. Namun, kondisinya memburuk sekitar pertengahan 2023 ketika setiap kali makan ia mengalami perut kembung dan membesar, mual, serta muntah hebat.
Makanan yang dimuntahkan bahkan masih dalam keadaan belum tercerna meski telah berada di dalam lambung selama beberapa hari.
Dalam kondisi terburuknya, Leah kehilangan sekitar 6 stone atau sekitar 38 kilogram dalam waktu hanya 10 minggu. Ia beberapa kali harus dirawat di rumah sakit akibat malnutrisi berat dan starvation ketosis, kondisi ketika tubuh kekurangan sumber energi dari makanan sehingga mulai menggerogoti lemak tubuh secara berlebihan.
Setelah menjalani berbagai pemeriksaan, termasuk endoskopi, CT scan, kamera kapsul, dan ultrasonografi, penyebab keluhannya belum juga ditemukan.
Pada Agustus 2023, Leah menemui seorang ahli gastroenterologi secara pribadi. Dokter tersebut menduga ia mengalami gastroparesis yang berkaitan dengan Ehlers-Danlos syndrome yang dimilikinya.
Pemeriksaan *gastric emptying study* kemudian menunjukkan lambung Leah hampir tidak mengosongkan isinya. Bahkan setelah sekitar tiga setengah jam, makanan masih tertahan di lambung.
Gejala dan Penyebab
Gastroparesis berasal dari kata *gastro* yang berarti lambung dan *paresis* yang berarti kelumpuhan atau kelemahan.
Pada kondisi ini, lambung mengosongkan makanan ke usus lebih lambat daripada seharusnya meskipun tidak terdapat sumbatan mekanis pada saluran pencernaan.
Guts UK menjelaskan, gangguan tersebut berkaitan dengan saraf dan otot yang mengatur pengosongan lambung yang tidak bekerja secara efektif. Akibatnya, makanan dapat tertahan lama di dalam lambung.
Gastroparesis termasuk kondisi yang relatif jarang. Guts UK menyebut sekitar 14 dari setiap 100.000 orang di Inggris telah didiagnosis dengan kondisi tersebut.
Gejala gastroparesis umumnya muncul atau memburuk setelah makan. Keluhannya dapat berupa cepat merasa kenyang meski hanya makan sedikit, mual, muntah, perut kembung, nyeri perut, rasa panas di dada atau *heartburn*, kehilangan nafsu makan hingga penurunan berat badan.
PREVIOUS ARTICLE
Virus Influenza A Bisa Bertahan di Permukaan, Ini Pesan Dokter








































