Friday, August 7, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Polres Simalungun Gelar Prarekonstruksi Kematian Jonres Sinaga, 40 Adegan Diperagakan

Mistar.idJumat, 7 Agustus 2026 pukul 15.07 WIB
polres_simalungun_gelar_prarekonstruksi_kematian_jonres_sinaga_40_adegan_diperagakan

Satreskrim Polres Simalungun melaksanakan prarekonstruksi setahun kematian Jonres Marindan Sinaga. (foto:dokumen humas polres simalungun/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID (7/8/2026) – Sudah lebih dari setahun kematian Jonres Marindan Sinaga (33) di kebun kelapa sawit Simpang Nagojor, Kecamatan Tanah Jawa, masih menjadi teka-teki. Polisi seperti kehabisan cara hingga akhirnya tim Satreskrim Polres Simalungun menggelar prarekonstruksi. Tujuannya, mereka ingin mengurai kembali satu per satu rangkaian peristiwa sebelum Jonres ditemukan tak bernyawa.

Langkah ini dipicu desakan keluarga. Fitri Suryani Panjaitan, istri Jonres, datang langsung ke kantor polisi bersama keluarga. Mereka geram karena kasus ini sejak April 2025 terkesan jalan di tempat dan belum menunjukkan kejelasan.

Dalam prarekonstruksi, polisi memperagakan sekitar 40 adegan yang tersebar di tujuh titik. Mulai dari rumah Jonres, rumah kontrakan mereka, hingga kebun kelapa sawit tempat jasad Jonres ditemukan.

Untuk menyusun rangkaian peristiwa secara utuh, polisi menghadirkan tujuh saksi kunci ke lokasi. Dua di antaranya merupakan narapidana sehingga harus dibawa langsung dari Lapas Kelas IIA Pematangsiantar.

Kanit Tipiter Satreskrim Polres Simalungun, Ipda Gagas Dewanta Aji, mengatakan prarekonstruksi ini penting untuk menguji silang keterangan para saksi.

"Di lapangan, ternyata ada banyak pendapat yang saling bertentangan. Mereka menemukan alibi-alibi saksi tidak selalu nyambung satu sama lain, bahkan muncul beberapa fakta baru yang sebelumnya tidak disadari," ujarnya kepada Mistar.id, Jumat (7/8/2026).

Salah satu temuan menarik adalah adanya dugaan transaksi dan penggunaan narkotika jenis sabu di sekitar lokasi saat kejadian. Polisi juga memperagakan dugaan pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit pada malam itu dengan menghadirkan alat egrek sebagai barang bukti tambahan.

Meski muncul dugaan terkait narkotika dan pencurian sawit, polisi tetap tidak mengalihkan fokus dari perkara utama. Hasil autopsi RS Bhayangkara Medan menyatakan Jonres meninggal dunia akibat pembunuhan.

Hingga kini, polisi belum menetapkan seorang pun sebagai tersangka. Penyidik masih menunggu hasil rangkaian prarekonstruksi sebelum melanjutkan ke tahap rekonstruksi resmi dan menyampaikan hasilnya kepada publik. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN