Saturday, August 1, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Polisi Beberkan Sejumlah Langkah-langkah yang Dilakukan Pasca-Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan

Mistar.idSabtu, 1 Agustus 2026 pukul 17.15 WIB
polisi_beberkan_sejumlah_langkahlangkah_yang_dilakukan_pascaledakan_di_perumahan_grand_polonia_medan

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak (foto: Matius/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (1/8/2026)-Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak memaparkan sejumlah langkah-langkah identifikasi dan investasi yang telah dilakukan pihaknya pasca-ledakan hebat di Perumahan Grand Polonia Medan, pada Senin 20 Juli 2026 lalu, yang menewaskan 3 orang warga sipil dan 4 orang luka-luka.

Calvijn Simanjuntak mengatakan, langkah pertama yang dilakukan pihaknya yakni dengan memastikan bahwa di tempat ledakan (Perumahan Grand Polonia-red), memiliki kandungan gas metana. Ledakan tersebut disebabkan adanya kebocoran gas dari PT Perusahaan Gas Negara (PT PGN).

Langkah kedua, tim gabungan dari Polda Sumut, Polrestabes, TNI, tim Search and Rescue (SAR) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah berusaha melakukan upaya evakuasi seluruh korban ledakan hingga selesai.

Kata Calvijn, pihaknya juga menyampaikan ucapan belasungkawa atas korban-korban yang meninggal dunia pasca-kejadian itu.

Ketiga, tim penyidik dari Polrestabes Medan yang dibantu Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumut, dan pihak PT PGN telah melakukan investasi untuk mengetahui penyebab dari ledakan tersebut.

Kelima, saat ini tim gabungan sedang melakukan rangkaian proses penyelidikan dan penyidikan kasus ini.

Hasilnya, tim menyimpulkan bahwa dari dalam lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP), atau di rumah yang meledak ditemukan kandungan gas mentana akibat kebocoran.

Namun saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui titik utama atau titik awal dari penyebab ledakan tersebut.

“Tetapi kami memastikan, ingin memastikan titik mana di bagian rumah itu yang mengalami kebocoran. Kita gali di bagian bawahnya lebih kurang 3 sampai 4 hari. Di situ yang membutuhkan proses yang agak lama,” ujar Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, Sabtu (1/8/2026).

Kata dia, dalam proses penggalian pipa ini, pihaknya akan berhati-hati dan juga melibatkan ahli konstruksi bangunan dengan dan tukang profesional, untuk mengantisipasi supaya tidak ada apa kerusakan bangunan tambahan.

Sementara itu, saat ditanya lebih spesifik terkait lokasi titik kebocoran tersebut, Calvijn Simanjuntak menolak memberitahukannya dengan alasan akan disampaikan di waktu lain.

“Untuk terkait dengan posisi, lokasi, titik, dan lain-lainnya mohon bersabar. Nanti akan saya sampaikan di kesempatan selanjutnya. Mudah-mudahan tidak lama lagi kami akan menyampaikan proses secara utuh. Tidak hanya titiknya, tetapi bagaimana rangkaian awal ini sebelum terjadinya ledakan, sesaat ledakan terjadi, dan setelah ledakan. Mudah-mudahan bisa bersabar,” ujarnya mengakhiri. (*)





BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN