Saturday, July 25, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Ledakan Grand Polonia Medan Diduga Akibat Gas Metana, Polisi Masih Selidiki Sumber Kebocoran

Mistar.idSabtu, 25 Juli 2026 pukul 12.20 WIB
ledakan_grand_polonia_medan_diduga_akibat_gas_metana_polisi_masih_selidiki_sumber_kebocoran

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Sumatera Utara Kombes Pol Dr Ferry Walintukan. (Foto: Matius/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Tim gabungan dari Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) dan Polrestabes Medan hingga hari ini, Sabtu (25/7/2026), masih melakukan penyelidikan untuk mencari titik awal penyebab ledakan hebat yang terjadi di Perumahan Grand Polonia Medan, pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Dr Ferry Walintukan mengatakan, hingga hari ini tim gabungan dari Bidang Laboratorium Forensik Polda Sumut, Satreskrim Polrestabes Medan, dan pihak PT Perusahaan Gas Negara (PGN) sedang melakukan pencarian untuk mengetahui titik pertama yang menjadi pemicu ledakan tersebut.

Ferry menyebutkan, dari pemeriksaan sementara oleh Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumut, disimpulkan bahwa ledakan tersebut terjadi akibat akumulasi gas metana (CH4) yang bocor dan terperangkap di dalam bangunan hingga kemudian tersulut dan meledak.

Kendati demikian, perwira menengah Polri itu menyatakan proses investigasi belum selesai dalam kasus ini. Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan leak test atau uji kebocoran terhadap jaringan pipa gas untuk memastikan lokasi pasti sumber kebocoran yang memicu akumulasi gas tersebut.

“Iya, berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik menunjukkan adanya gas metana (CH4). Gas tersebut terakumulasi di dalam ruangan dan kemudian terjadi penyulutan yang mengakibatkan ledakan," ujar Kombes Ferry Walintukan, Sabtu (25/7/2026).

Lulusan Akpol 1996 itu mengatakan, temuan tersebut menjadi dasar penyidik untuk memperdalam penyelidikan. Namun demikian, pihaknya belum dapat menyimpulkan dari bagian mana gas tersebut keluar karena proses pengujian terhadap seluruh jaringan pipa masih berlangsung.

Untuk diketahui, akibat ledakan tersebut, tiga orang terkonfirmasi meninggal dunia dan empat orang lainnya mengalami luka-luka.

Adapun identitas korban meninggal dunia yakni Jessica Anggi (36), istri dari pemilik rumah; Sinta Hiasinta Yanita Giawa (20), warga Desa Sisobahili, Kecamatan Amandraya, Kabupaten Nias Selatan; serta Beby, saudara perempuan pemilik rumah, Roswita Bupu (26), asisten rumah tangga pemilik rumah asal Desa Tongananga, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang meninggal dunia setelah kejadian.

Sementara itu, identitas korban yang mengalami luka-luka antara lain Muhammad Wiwin Widodo (38), tukang bangunan, warga Jalan Lapangan Dusun VII Kota Medan; Wewen Ardiansyah (39), tukang bangunan, warga Jalan Anugerah IV Nomor 29 Kota Medan; Yudha Maulana Hutabarat (35), kurir paket Shopee, warga Perumahan Paya Sari Permai, yang saat ini masih dirawat di RS Siloam; serta seorang balita berusia 2 tahun yang merupakan anak dari pemilik rumah.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN