Akademisi USU Soal Ledakan Hebat Runtuhkan Rumah di Komplek Grand Polonia Medan

Evakuasi korban terakhir di Komplek Grand Polonia Medan. (foto: putra/mistar)
Medan, MISTAR.ID - Robohnya sebuah rumah di Komplek Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia hingga saat ini masih dalam tahap penyelidikan dari pihak yang berwajib.
Dosen Teknik Sipil Universitas Sumatera Utara (USU), Ir. Makmur Ginting, mengatakan getaran hebat akibat dari ledakan yang begitu besar dapat membuah sebuah bangunan roboh dan hancur.
“Penyebab robohnya bangunan adalah daya yang diakibatkan oleh ledakan. Dan daya ledakan itu pastilah sangat besar, hingga mampu menghancurkan kolom-kolom beton pendukung bangunan tersebut,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Selain itu, sebuah rumah juga dapat roboh atau hancur jika beberapa bagian dalam bangunan seperti tiang penyangganya mengalami kegagalan struktur. Ledakan besar disebut dapat memicu kegagalan struktur pada tiang penyangga maupun fondasi rumah.
Ia memaparkan, energi besar dari sebuah ledakan menghasilkan gelombang kejut yang dapat merambat jadi getaran ke seluruh bagian bangunan. Mekanisme ini disebut hampir mirip dengan dampak gempa bumi.
“Walau berbeda, tapi keduanya sama-sama menghasilkan getaran yang bisa merusak struktur bangunan,” tuturnya.
Daya ledakan yang kuat dapat membuat pilar utama retak, bergeser, hingga patah. Ketika kolom beton sudah mulai retak dan kehilangan daya dukungannya, beban bangunan di atas tidak lagi mampu ditopang dan mengakibatkan keruntuhan dalam waktu singkat.
Dalam dunia konstruksi, Makmur mencontohkan proses pembongkaran gedung yang menggunakan bahan peledak yang dipasang di beberapa titik yang merupakan pilar utama bangunan, dengan begitu bangunan akan dapat dirobohkan dengan mudah dan terstruktur.
Meski demikian, Makmur menekankan analogi tersebut merupakan sebuah contoh dan bukanlah suatu kesimpulan bahwa tragedi yang terjadi di salah satu perumahan elit di Kota Medan itu berasal dari bahan peledak. Ia sendiri mengingatkan perlunya pemeriksaan lebih lanjut tentang ledakan tersebut.
“Yang saya paparkan ini hanya berdasarkan ilmu teknik sipil. So, dibutuhkan pemeriksaan forensik secara cermat untuk mengetahui penyebab ledakan tersebut,” ujarnya.
Ia menyebutkan pemeriksaan dapat dilakukan dengan melihat titik awal ledakan, kondisi fondasi bangunan hingga kerusakan yang disebabkan dari ledakan tersebut. “Pemeriksaan ini penting untuk mengungkap penyebab runtuhnya sebuah bangunan,” katanya.
Menurutnya, hal ini dapat memudahkan tim penyelidik dalam melakukan penelusuran lebih dalam lagi untuk mengungkapkan penyebab utama ledakan di rumah tersebut.
Untuk diketahui, sebuah rumah di Komplek Grand Polonia Medan meledak, Senin (20/7/2026). Ledakan tersebut juga berdampak pada sejumlah rumah dan kendaraan sekitar dan mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, empat lainnya selamat.
Tepat pada Selasa (21/7/2026) pukul 18.00 WIB, Kapolrestabes Medan menyebut korban terakhir berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit.
PREVIOUS ARTICLE
Pemko Medan Minta Indomaret Tambah Etalase untuk UMKM LokalBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER
























