Monday, August 3, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Banjir Susulan Terjang Tukka dan Badiri, 150 Warga Mengungsi

Mistar.idSenin, 3 Agustus 2026 pukul 14.46 WIB
banjir_susulan_terjang_tukka_dan_badiri_150_warga_mengungsi_

Kondisi banjir di Kelurahan Hutanabolon. (foto: feliks/mistar)

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID - Kecamatan Tukka dan Badiri kembali diterjang banjir susulan, setelah wilayah itu diguyur hujan selama dua hari. Ratusan rumah dan jalan umum juga digenangi air dalam peristiwa itu.

Banjir terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sejak, Minggu (2/8/2026) sore hingga Senin (3/8/2026).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid Darlog) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng, Erianto Tambunan, mengatakan berdasarkan laporan harian periodik Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi) BPBD Tapteng, hujan intensitas tinggi ini mulai terjadi Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

"Kenaikan debit air yang dipicu oleh hujan lebat serta luapan dari beberapa titik daerah aliran sungai (DAS) mengakibatkan tanggul kembali jebol di Kecamatan Tukka," ujarnya.

Ia menjelaskan, tanggul yang jebol berada di Lingkungan I Kelurahan Hutanabolon, yang sebelumnya sempat jebol pada bencana banjir pertengahan Juli 2026 lalu dan berdampak banjir pada beberapa kelurahan di Kecamatan Tukka.

Wilayah kelurahan terdampak banjir di Kecamatan Tukka yakni, Kelurahan Sipange. Curah hujan tinggi menyebabkan debit air Sungai Aek Silaga-laga naik dan memasuki rumah warga. "Kemarin, tidak ada warga yang mengungsi akibat kejadian ini. Tapi pada hari ini warga sudah mengungsi di Gereja HKBP Sipange," katanya.

Di Kelurahan Hutanabolon, dilaporkan air sempat merendam permukiman warga setinggi betis hingga sepaha orang dewasa akibat luapan dari tanggul yang sebelumnya jebol pada 17-18 Juli 2026.

"Sejumlah warga Lingkungan I dan II yang merasa trauma memutuskan untuk mengungsi ke Gedung Gereja HKI Lama, Lingkungan II, Hutanabolon," katanya.

Menurut Erianto, saat ini tercatat sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) atau 150 jiwa mengungsi di Gedung Gereja HKI Lama, karena rasa panik.

Selanjutnya, Lingkungan IV, Kelurahan Pasar Tukka, hujan deras telah menggenangi halaman serta beberapa rumah warga dan di Kelurahan Bonalumban, meskipun debit air sungai naik akibat hujan deras, permukiman warga terpantau masih aman dari banjir.

Sementara itu, wilayah terdampak banjir di Kecamatan Badiri yang terparah berada di Kelurahan Lopian. Dilaporkan jalan umum dan puluhan rumah warga turut terendam banjir.

"Akibat curah hujan yang tinggi memicu meluapnya Sungai Lopian setinggi 50 hingga 70 cm. Tengah malam sempat surut, namun hari ini kembali naik. Diimbau warga agar waspada," harapnya.

Erianto mengatakan di kelurahan Lopian genangan air telah merendam badan jalan di sepanjang jalan nasional Sibolga-Padangsidimpuan (depan Simpang Gereja GPDI), sehingga mengganggu arus lalu lintas kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Hingga saat ini personel BPBD dibantu Tim SAR, TNI-Polri dan relawan sudah langsung bergerak cepat keseluruh lokasi kejadian banjir," ucapnya.

Menurut Erianto, adapun upaya penanganan yang dilakukan tim gabungan bersama ini yakni membantu warga di Kelurahan Sipange dan Kelurahan Hutanabolon untuk membersihkan rumah dari sisa genangan air.

Pihaknya juga sudah mengevakuasi dan penempatan sementara bagi 50 KK / 150 jiwa warga Hutanabolon yang mengungsi karena panik dan trauma ke Gedung Gereja HKI Lama.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN