Saturday, July 18, 2026
home_banner_first
SUMUT

Banjir di Kecamatan Tukka Dilaporkan Tak Ada Korban Jiwa

Mistar.idSabtu, 18 Juli 2026 pukul 20.08 WIB
banjir_di_kecamatan_tukka_dilaporkan_tak_ada_korban_jiwa

Situasi banjir di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapteng. (f:Feliks/mistar)

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID (18/7/2026-Curah hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah hukum Polsek Pandan, Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) pada Sabtu sore (18/7/2026), mengakibatkan tiga wilayah Kelurahan di Kecamatan terdampak banjir dan luapan sungai.

Kapolsek Pandan, Iptu Zul Efendi, melaporkan peristiwa banjir parah itu tidak ada korban jiwa, namun ratusan rumah warga kembali terendam.

"Hingga saat ini, korban jiwa dilaporkan nihil, sementara kerugian materiil masih dalam proses pendataan. Anggota kami di lapangan terus bersiaga di lokasi," ujar Iptu Zul Efendi dalam keterangannya, Sabtu (18/7/2026) malam.

Ia menjelaskan bahwa personel Polres Tapteng di lapangan telah dikerahkan sejak pukul 17.00 WIB untuk memonitor langsung titik-titik terdampak.

"Hingga pukul 18.30 hujan sudah mereda. Berdasarkan data terkini, luapan air sekarang dengan ketinggian rata-rata 20 hingga 40 cm," katanya.

Zul Efendi menyampaikan ada tiga wilayah kelurahan di Kecamatan Tukka yang terdampak yakni banjir merendam Lingkungan I, II, dan IV Kelurahan Sipange akibat luapan sungai yang mengalami pendangkalan.

Kemudian, Lingkungan III, Kelurahan Bonalumban dan di Lingkungan II, III, dan IV Kelurahan Hutanabolon.

"Banjir di dua kelurahan ini dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Sigalagala yang saat ini sedang dalam proses pembangunan Sabo Dam," ucapnya.

Merespons situasi darurat ini, Polsek Pandan sudah langsung berkoordinasi dengan pihak Kecamatan, BPBD Kabupaten Tapteng, serta Pos Basarnas Sibolga-Tapteng untuk mempersiapkan langkah evakuasi.

Ia menambahkan, mengingat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih sempat mengguyur wilayah tersebut hingga pukul 17.30 WIB dan berpotensi meluas, pihak kepolisian mengimbau warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan daerah rawan untuk tetap waspada.

"Warga diminta segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman atau posko pengungsian sementara jika debit air terus meningkat," tutupnya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN