Wednesday, July 22, 2026
home_banner_first
SUMUT

Warga Tukka Geram Proyek Pengendali Banjir Kementerian PU Tak Kunjung Selesai

Mistar.idRabu, 22 Juli 2026 pukul 20.24 WIB
warga_tukka_geram_proyek_pengendali_banjir_kementerian_pu_tak_kunjung_selesai

Kasubdit Wilayah I Direktorat Bina OP, Direktorat Jenderal SDA Kementerian PU, Faliansyah, bersama rombongan saat meninjau proyek pembangunan pengendali banjir di Tukka, Tapanuli Tengah. (Foto: Feliks/Mistar)

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID - Kasubdit Wilayah I Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan (Bina OP), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Faliansyah, dicegat warga Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Rabu (22/7/2026).

Faliansyah hadir bersama rombongan untuk meninjau pekerjaan pembangunan pengendali banjir di Kecamatan Tukka.

Warga mengaku geram terhadap Kementerian PU yang berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara karena dinilai lamban dan tak kunjung menyelesaikan proyek pembangunan pengendali banjir. Akibatnya, setiap hujan turun, warga kembali mengalami kebanjiran.

Menurut warga, saat banjir pada Sabtu (18/7/2026), tanggul yang dibangun kembali jebol. Banyak rumah yang sudah diperbaiki kembali rusak, begitu juga dengan perabotan rumah yang hanyut terbawa derasnya arus banjir.

Sekitar 20 warga yang datang mencegat rombongan mendesak agar Kementerian PU lebih serius dan segera menyelesaikan proyek pembangunan pengendali banjir yang ditargetkan selesai pada Oktober 2026 mendatang.

Boru Hutagalung dan Boru Harahap menyampaikan sudah delapan bulan sejak bencana pada November 2025, belum ada perkembangan dan solusi yang dirasakan masyarakat untuk menangani banjir di Kecamatan Tukka.

"Keberadaan tanggul yang jebol terus menjadi masalah. Sudah mau delapan bulan loh ini. Terus dikerok, terus dikerok. Banjir, banjir, banjir, banjir lagi," ujar Boru Hutagalung dengan nada emosi.

Ia menjelaskan, banjir yang terjadi pada Sabtu (18/7/2026) hampir sama besarnya dengan banjir dan longsor pada November 2025. Bedanya, kali ini tidak terjadi longsor dan hanya sedikit membawa kayu gelondongan dari hulu.

Sementara itu, Boru Harahap menilai hasil pekerjaan Kementerian PU di Kecamatan Tukka belum berdampak terhadap pengendalian banjir di daerah mereka. Hal itu dibuktikan setiap hujan turun selama dua jam saja, wilayah Tukka kembali dilanda banjir.

"Seujung rambut pun belum apa-apa ini. Belum kelihatan hasilnya. Ujung pekerjaannya belum nampak. Jadi kami pun kurang tahu juga progresnya bagaimana. Padahal bulan lalu itu kan kemarau terus," katanya.

Boru Harahap menambahkan, Kementerian PU jangan beralasan pekerjaan menjadi lambat karena faktor alam. Menurutnya, sepanjang Juni 2026 wilayah Tapanuli Tengah mengalami musim kemarau.

"Baru minggu ini kan musim hujan, bulan lalu itu musim kemarau panjang, jadi tidak ada alasan lambat gara-gara alam," tutupnya.

Menanggapi hal itu, Kasubdit Wilayah I Direktorat Bina OP Direktorat Jenderal SDA Kementerian PU, Faliansyah, menyampaikan tanggul yang beberapa kali jebol tersebut masih merupakan tanggul sementara.

"Nanti rencananya pembangunannya akan dibuat dari beton. Yang kalian lihat itu tadi akan dibuat dari beton. Cuma memang ada proses waktu, itu hambatannya," ujarnya.

Menurutnya, kehadirannya di lokasi proyek pengendalian banjir di Tukka untuk memberikan semangat dan dorongan kepada tim pelaksana agar pekerjaan dapat dipercepat.

"Itu saja intinya. Tiang beton itu tidak bisa langsung dipasang, karena kalau kita mau pasang tiang panjang, kalian tahu ini kan batu semua. Tiang panjang itu tidak akan bisa masuk sampai ke bawah. Akhirnya solusi terbaik adalah membuat dinding penahan tanah dari beton," jelas Faliansyah.

Untuk diketahui, pembangunan proyek pengendali banjir di Tukka dilakukan melalui tiga komponen pekerjaan utama, yakni pembangunan prasarana pengendalian banjir Sungai Tukka, pembangunan sabo dam Sungai Tukka, serta pembangunan pengendalian sedimen Sungai Sigala-gala.

Untuk paket pembangunan sabo dam di Sungai Tukka, pekerjaan dilaksanakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan konsultan supervisi PT Teknika Cipta Konsultan KSO PT Gagas Alam Selaras. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN