Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SUMUT

Pengungsi Terdampak Banjir di Kecamatan Tukka Berjumlah 223 Jiwa

Mistar.idMinggu, 19 Juli 2026 pukul 19.55 WIB
pengungsi_terdampak_banjir_di_kecamatan_tukka_berjumlah_223_jiwa_

Dapur umum yang dibangun di Posko Pengungsian Gereja HKBP Sipange. (foto: feliks/mistar)

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) melalui Dinas Sosial bergerak cepat menangani warga terdampak banjir di Kelurahan Sipange dan Desa Bonalumban, Kecamatan Tukka.

Banjir terjadi Sabtu (18/7/2026), akibat tingginya curah hujan yang mengakibatkan luapan air menggenangi permukiman warga di dua wilayah tersebut.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Mariati Simanullang, mengatakan berdasarkan data pendataan sementara, tercatat 67 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 223 jiwa terdampak banjir di Kecamatan Tukka.

"Seluruh pengungsi telah dievakuasi ke Aula Gereja HKBP Sipange sebagai lokasi pengungsian utama," ujar Mariati, Minggu (19/7/2026).

Ia mengatakan Dinas Sosial telah langsung membuka posko dapur umum pada hari itu juga di Aula Gereja HKBP Sipange untuk melayani 223 jiwa terdampak banjir.

"Selain mengevakuasi warga ke lokasi yang aman, posko dapur umum didirikan untuk memastikan kebutuhan konsumsi dasar para pengungsi dapat terpenuhi dengan baik," katanya.

Mariati juga mengapresiasi Taruna Siaga Bencana (Tagans), Plh Camat Tukka, Pemerintah Kelurahan Sipange, TNI dan Polri, serta unsur terkait lainnya yang turut bersinergi melakukan penanganan darurat.

Menurutnya, pada Minggu pagi petugas yang didukung personel TNI dan Polri telah mendistribusikan langsung sarapan pagi, serta makan siang kepada warga di lokasi pengungsian.

"Tidak hanya itu, kebutuhan konsumsi untuk makan siang dan malam juga telah disediakan di posko pengungsian," ucapnya.

Bantuan makanan ini, lanjut Mariati, disalurkan secara berkala sekaligus menjadi bekal energi bagi warga yang mulai kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan pasca-surutnya air.

"Hingga saat ini kondisi para pengungsi dilaporkan dalam keadaan aman dan kebutuhan dasar logistik terus dipenuhi secara berkala," katanya.

Ia menambahkan, Dinas Sosial bersama Tagans dan instansi terkait lainnya tetap menyiagakan personel di lapangan untuk melakukan pemantauan intensif, serta memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat yang terdampak banjir.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN