Children of Blood and Bone: Film Fantasi Afrika yang Siap Menggebrak Bioskop Global pada 2027

Ilustrasi, Children of Blood and Bone: Film Fantasi Afrika yang Siap Menggebrak Bioskop Global pada 2027. (foto:imdb/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (5/8/2026) — Setelah bertahun-tahun dinantikan, Children of Blood and Bone akhirnya siap hadir di bioskop sebagai salah satu film fantasi paling ambisius yang dijadwalkan tayang pada 2027. Diadaptasi dari novel laris karya Tomi Adeyemi, film ini menawarkan kisah petualangan epik yang memadukan aksi, sihir, mitologi Afrika Barat, dan perjuangan melawan penindasan.
Tak hanya mengandalkan cerita yang kuat, Children of Blood and Bone juga diperkuat deretan aktor papan atas Hollywood, mulai dari Thuso Mbedu, Viola Davis, Idris Elba, Regina King, hingga Chiwetel Ejiofor. Kombinasi tersebut membuat film ini digadang-gadang menjadi salah satu tontonan fantasi paling dinantikan pada 2027.
Apa Itu Children of Blood and Bone?
Children of Blood and Bone merupakan adaptasi layar lebar dari novel pertama dalam trilogi Legacy of Orïsha karya Tomi Adeyemi. Novel yang dirilis pada 2018 itu sukses menjadi best seller internasional berkat kisah fantasi yang terinspirasi dari budaya dan mitologi Yoruba di Afrika Barat.
Berbeda dari kebanyakan film fantasi yang mengusung latar dunia bergaya Eropa, film ini membangun semesta fiksi bernama Orïsha, sebuah kerajaan yang pernah dipenuhi pengguna sihir atau Maji. Namun, kekuatan magis mereka lenyap setelah penguasa kerajaan melakukan pembantaian besar-besaran terhadap para Maji.
Selain menyuguhkan aksi dan petualangan, film ini juga mengangkat tema identitas budaya, diskriminasi, kekuasaan, keluarga, hingga perjuangan mempertahankan harapan di tengah penindasan.
Sinopsis Children of Blood and Bone
Cerita berpusat pada Zélie Adebola, seorang gadis muda yang tumbuh di Orïsha setelah era sihir berakhir. Bertahun-tahun sebelumnya, Raja Saran memerintahkan pembantaian terhadap para Maji karena menganggap sihir sebagai ancaman bagi kerajaan.
Suatu hari, Zélie menemukan kesempatan untuk mengembalikan kekuatan magis yang telah lama hilang. Bersama sang kakak, Tzain, dan Putri Amari yang memilih meninggalkan keluarganya demi menentang ketidakadilan, Zélie memulai perjalanan berbahaya untuk menghidupkan kembali sihir di Orïsha.
Di sisi lain, Pangeran Inan, pewaris takhta kerajaan, ditugaskan mengejar mereka. Konflik antara kesetiaan kepada keluarga, keyakinan pribadi, dan masa depan kerajaan menjadi inti perjalanan yang penuh aksi sekaligus emosional.
Kapan Children of Blood and Bone Tayang?
Film Children of Blood and Bone dijadwalkan tayang di bioskop Amerika Serikat, termasuk format IMAX, pada 15 Januari 2027. Hingga kini, jadwal penayangan internasional, termasuk Indonesia, masih menunggu pengumuman resmi dari pihak distributor.
Penulis dan Sutradara
Film ini diadaptasi dari novel karya Tomi Adeyemi, penulis keturunan Nigeria-Amerika yang dikenal melalui trilogi Legacy of Orïsha. Dunia fantasi yang ia ciptakan mendapat banyak pujian karena menghadirkan representasi budaya Afrika dalam genre fantasi modern.
Kursi sutradara dipercayakan kepada Gina Prince-Bythewood, sineas di balik film The Woman King, The Old Guard, dan Love & Basketball. Ia juga terlibat dalam penulisan skenario bersama Tomi Adeyemi.
Daftar Pemeran Children of Blood and Bone
Film ini menghadirkan jajaran pemain bertabur bintang, di antaranya:
- Thuso Mbedu sebagai Zélie Adebola
- Tosin Cole sebagai Tzain
- Amandla Stenberg sebagai Princess Amari
- Damson Idris sebagai Prince Inan
- Chiwetel Ejiofor sebagai King Saran
- Regina King sebagai Queen Nehanda
- Viola Davis sebagai Mama Agba
- Idris Elba sebagai Lekan
- Cynthia Erivo sebagai Admiral Kaea
- Lashana Lynch sebagai Jumoke
Kombinasi aktor peraih Oscar, Emmy, hingga BAFTA menjadikan film ini memiliki salah satu ensemble cast terkuat di genre fantasi dalam beberapa tahun terakhir.
Mengenal Karakter Utama
Zélie Adebola
Zélie merupakan tokoh utama yang menjadi simbol harapan bagi para Maji. Ia dikenal pemberani, penuh empati, dan memiliki tekad kuat untuk mengembalikan sihir yang telah lama hilang demi membebaskan rakyat Orïsha.
Tzain
Sebagai kakak Zélie, Tzain memiliki sifat lebih tenang dan rasional. Ia selalu berusaha melindungi adiknya serta menjadi penyeimbang dalam setiap keputusan selama perjalanan mereka.
Princess Amari
Amari adalah putri Raja Saran yang tumbuh di lingkungan istana. Seiring berjalannya cerita, ia mulai menyadari kekejaman rezim ayahnya dan memilih bergabung dengan Zélie demi memperjuangkan keadilan.
Prince Inan
Inan merupakan karakter dengan konflik batin yang kompleks. Sebagai pewaris takhta, ia harus memilih antara kesetiaan kepada ayahnya atau mengikuti hati nuraninya ketika mulai mempertanyakan kebijakan kerajaan.
King Saran
Sebagai penguasa Orïsha, King Saran menjadi antagonis utama. Ia percaya bahwa menghapus para pengguna sihir adalah satu-satunya cara menjaga stabilitas kerajaan, meski harus dibayar dengan penderitaan banyak orang.
Mama Agba
Mama Agba merupakan sosok tetua yang menyimpan pengetahuan tentang sejarah dan kekuatan sihir Orïsha. Ia menjadi mentor sekaligus penjaga tradisi yang hampir punah.
Fakta Menarik Children of Blood and Bone
Salah satu daya tarik terbesar film ini adalah dunia fantasinya yang terinspirasi langsung dari budaya dan mitologi Yoruba. Pendekatan tersebut membuat Children of Blood and Bone menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan waralaba fantasi populer yang selama ini didominasi mitologi Eropa.
Film ini juga telah menarik perhatian sejak tahap awal pengembangannya. Bahkan, hak adaptasi novelnya sudah menjadi incaran Hollywood sebelum buku tersebut resmi diterbitkan, menunjukkan besarnya potensi cerita yang dimiliki.
Dari materi promosi yang telah diperkenalkan kepada publik, film ini menampilkan lanskap megah, kostum yang kaya nuansa budaya Afrika, serta pendekatan visual yang memadukan unsur magis dengan aksi berskala epik. Hal tersebut semakin meningkatkan ekspektasi penggemar terhadap kualitas produksinya.
Menjelang perilisan, proyek ini juga sempat menjadi sorotan setelah Tomi Adeyemi mengungkapkan bahwa dirinya memilih tidak terlibat dalam promosi film karena pengalaman yang berat selama proses adaptasi. Meski demikian, antusiasme publik terhadap film ini tetap tinggi.
Lebih dari Sekadar Film Fantasi
Children of Blood and Bone bukan sekadar kisah tentang sihir dan petualangan. Film ini menghadirkan alegori mengenai penindasan, identitas budaya, dan perjuangan merebut kembali warisan yang telah dirampas oleh kekuasaan.
Melalui perjalanan Zélie dan rekan-rekannya, penonton diajak melihat bagaimana keberanian, persatuan, dan harapan dapat menjadi kekuatan terbesar untuk melawan ketidakadilan. Dengan mengangkat mitologi Afrika sebagai fondasi dunia ceritanya, Children of Blood and Bone juga berpotensi memperluas representasi budaya Afrika dalam perfilman fantasi arus utama.
(berbagaisumber/hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Spider-Man: Brand New Day Tembus US$1 Miliar dalam 6 Hari, Masuk Daftar Film Tercepat Sepanjang Sejarah





















