Thursday, November 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Rupiah Menguat Rp18.082 per Dolar AS, Dolar Melemah dan Ekonomi RI Tumbuh 5,47%

Mistar.idKamis, 5 November 2026 pukul 18.17 WIB
rupiah_menguat_rp18082_per_dolar_as_dolar_melemah_dan_ekonomi_ri_tumbuh_547_

Ilustrasi, rupiah menguat ke Rp18.082, dolar AS melemah, ekonomi Indonesia tumbuh 5,47%. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)

Jakarta, MISTAR.ID (5/11/2026) — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (5/11/2026) menguat 86 poin atau 0,47 persen menjadi Rp18.082 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.168 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, mengatakan penguatan rupiah didorong pelemahan dolar AS.

“Penguatan ini terutama didorong oleh pelemahan dolar AS di pasar global yang memberikan ruang bagi rupiah untuk bergerak lebih baik,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Dolar AS mengalami tekanan setelah hasil pemilihan paruh waktu Amerika Serikat memengaruhi sentimen investor. Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga membuat aset berdenominasi dolar menjadi relatif kurang menarik.

“Kondisi ini memberikan dukungan bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah,” kata Amru.

Di sisi lain, harga minyak dunia yang melemah turut menjadi sentimen positif karena dapat mengurangi tekanan biaya impor energi Indonesia.

Kendati demikian, sejumlah data ekonomi AS masih menunjukkan kondisi yang cukup kuat. Laporan ADP mencatat penambahan 86 ribu tenaga kerja swasta pada Oktober, lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar 69 ribu. Aktivitas sektor jasa AS juga masih berada dalam fase ekspansi, dengan ISM Services PMI di level 54,5.

Perkembangan ini dinilai membuat pasar tetap mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.

Ekonomi RI Tumbuh 5,47%

Melihat perkembangan tersebut, Amru menilai rupiah masih berpeluang melanjutkan penguatan, meskipun pergerakannya diperkirakan tetap fluktuatif. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih baik dari perkiraan dan pelemahan dolar AS menjadi faktor yang mendukung rupiah.

Sentimen positif dari domestik dipengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 yang mencapai 5,47 persen secara tahunan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 5,29 persen dan juga melampaui perkiraan pasar.

“Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi Indonesia masih cukup kuat, terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan ekspor. Kondisi ini turut memberikan kepercayaan bagi investor terhadap prospek ekonomi Indonesia,” ujar Amru.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini justru bergerak menguat ke level Rp18.094 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.140 per dolar AS.(hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN