IHSG Melonjak 2,25% ke 5.030,26, Teknologi Pimpin Penguatan di Tengah Kemenangan Demokrat AS

Ilustrasi, IHSG melonjak ke 5.030,26 dengan teknologi sebagai pendorong utama dan sentimen pemilu AS. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)
Jakarta, MISTAR.ID (5/11/2026) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Kamis (5/11/2026). IHSG naik 110,49 poin atau 2,25 persen ke level 5.030,26.
Pada awal perdagangan, IHSG dibuka pada level 4.998,34, atau naik sekitar 78,57 poin dari penutupan sebelumnya. Titik terendah hari ini ada di 4.995,46, tetapi tetap berada di atas posisi penutupan Rabu. Artinya, indeks tidak pernah masuk zona merah sepanjang sesi.
Indeks kemudian terus bergerak naik dan mencapai level tertinggi harian di 5.072,05, atau menguat sekitar 3,1 persen dari penutupan sebelumnya. Menjelang akhir perdagangan, indeks melandai dan ditutup sekitar 41,79 poin di bawah level tertinggi hariannya. Meski demikian, IHSG tetap mengakhiri perdagangan di atas level 5.000.
Volume transaksi perdagangan hari ini tercatat 212,92 juta lot dengan nilai transaksi Rp9.056,34 miliar atau sekitar Rp9,06 triliun.
Berdasarkan data Refinitiv, sektor teknologi menjadi pendorong utama IHSG dengan penguatan 4,60 persen. Selain itu, sektor basic materials dan academic & educational services menguat masing-masing sebesar 3,48 persen dan 2,56 persen.
Saham-saham penggerak IHSG hari ini, yaitu PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI).
Sementara itu, saham penekan pergerakan IHSG hari ini, di antaranya PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI), PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL), dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI).
Pasar keuangan Indonesia sebelumnya diprediksi menguat pada hari ini. Hasil pemilu AS dan anjloknya harga minyak diharapkan bisa menjadi katalis positif.
Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2026, perkembangan pasar modal, serta rencana perluasan bantuan BPJS Kesehatan.
Berikut sentimen dan perkembangan penting yang perlu dicermati pelaku pasar.
1. Pemilu AS, Trump dan Republik Kalah Telak
Partai Demokrat berjanji memanfaatkan kemenangan telak dalam pemilu paruh waktu (midterm elections) untuk membatasi kekuasaan Presiden Donald Trump.
Kemenangan ini membuka peluang kebuntuan politik di Washington selama dua tahun ke depan. Sementara itu, dalam penampilan publik pertamanya setelah pemilu, Trump justru memamerkan proyek pembangunan ballroom di Gedung Putih.
Demokrat berhasil merebut kendali Senat dan DPR AS setelah meraih kemenangan di sejumlah basis kuat Partai Republik. Gelombang kemarahan publik terhadap kebijakan Trump, terutama perang AS-Iran yang memperburuk inflasi dan biaya hidup, menjadi salah satu pendorong utama kemenangan tersebut.
2. Defisit Perdagangan AS Menyusut
Defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) menyusut tipis menjadi US$105 miliar pada September 2026, dari US$105,7 miliar pada Agustus. Angka ini juga lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar US$108 miliar.
Penyusutan defisit ditopang oleh ekspor yang melonjak 1,9 persen menjadi US$321,5 miliar, tertinggi dalam lima bulan. Kenaikan ekspor terutama berasal dari komputer, kedelai, minyak mentah, aksesori komputer, pesawat sipil, dan produk farmasi. Namun, ekspor emas nonmoneter mengalami penurunan.
3. Data Tenaga Kerja AS Masih Solid
Sektor swasta Amerika Serikat (AS) menambah 86.000 tenaga kerja pada Oktober 2026, melampaui ekspektasi pasar sebesar 69.000 pekerjaan. Angka ini juga menyamai kenaikan pada September yang telah direvisi lebih rendah. Perekrutan tenaga kerja masih solid selama dua bulan berturut-turut, dengan perusahaan dari berbagai skala bisnis mencatat penambahan karyawan.
Dari sisi sektor, penyerapan tenaga kerja terbesar terjadi pada perdagangan, transportasi, dan utilitas yang bertambah 39.000 pekerjaan. Sektor pendidikan dan kesehatan menyusul dengan 28.000 pekerjaan, sementara rekreasi dan perhotelan menambah 19.000 pekerjaan.
Namun, sektor jasa profesional dan bisnis justru kehilangan 27.000 pekerjaan untuk bulan ketiga berturut-turut. Sektor sumber daya alam dan pertambangan juga berkurang 8.000 pekerjaan, sedangkan sektor informasi turun 2.000 pekerjaan.
4. Harga Minyak Jatuh Lebih dari 8%
Harga minyak mentah dunia anjlok lebih dari 8 persen pada perdagangan Rabu (4/11/2026), menyentuh level terendah dalam lebih dari dua bulan.
Pelemahan terjadi setelah Partai Republik pimpinan Presiden Donald Trump kehilangan kendali atas Kongres AS dalam pemilu paruh waktu. Investor menilai perubahan kekuasaan politik ini dapat memperbesar tekanan terhadap Trump untuk mengakhiri perang AS-Israel melawan Iran.
Harga minyak Brent anjlok 8,7 persen ke US$94,62 per barel, sementara minyak WTI merosot 8,3 persen ke US$88,12 per barel. Keduanya mencatatkan penutupan terendah sejak 31 Agustus.
Kekalahan Partai Republik membuat posisi politik Trump melemah. Dengan Demokrat menguasai DPR dan Senat, ruang gerak militer pemerintah AS berpotensi semakin terbatas sehingga peluang negosiasi damai dengan Iran dinilai meningkat. (CNBC Indonesia/hm02)
PREVIOUS ARTICLE
Kongres AFEBI XIV di Medan Luncurkan Lembaga Riset dan Policy Brief untuk Dorong Ekonomi NasionalBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER










































