Thursday, November 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Kongres AFEBI XIV di Medan Luncurkan Lembaga Riset dan Policy Brief untuk Dorong Ekonomi Nasional

Mistar.idKamis, 5 November 2026 pukul 18.18 WIB
kongres_afebi_xiv_di_medan_luncurkan_lembaga_riset_dan_policy_brief_untuk_dorong_ekonomi_nasional

Foto bersama pada Kongres AFEBI XIV di Medan, Sumatera Utara. (foto: susan/mistar)

Medan, MISTAR.ID - Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) menyelenggarakan Kongres XIV di Hotel Le Polonia, Medan, dengan mengusung tema rekonstruksi kebijakan arah strategis nasional untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi regional berkelanjutan.

Forum tahunan yang dihadiri 262 peserta dari 63 perguruan tinggi di seluruh Indonesia ini menghasilkan sejumlah terobosan penting, termasuk peluncuran AFEBI Research Institute dan buku seri pertama AFEBI Policy Brief.

Ketua DPN AFEBI, Prof Aurik Gustomo dalam sambutannya menegaskan, setelah perjalanan panjang sejak 2013 yang cenderung looking inward untuk meningkatkan mutu pendidikan, AFEBI kini mengambil langkah besar untuk memberikan dampak langsung bagi perekonomian nasional.

“Dengan melihat fenomena-fenomena, tantangan-tantangan yang saya sampaikan tadi, sudah waktunya kita bergerak menjadikan AFEBI tidak saja looking inward, tapi juga memberikan kontribusi, dampak terutama untuk mengembangkan ekonomi Indonesia, kesejahteraan dari masyarakat Indonesia,” katanya, Kamis (5/11/2026).

Sebagai wujud nyata, dalam kongres kali ini juga dilakukan peluncuran AFEBI Research Institute yang dipimpin Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Prof Irfan.

Lembaga riset ini juga langsung merilis buku seri pertama yaitu AFEBI Policy Brief yang memuat sembilan topik strategis, mulai dari hilirisasi industri, program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), industri halal hingga manajemen kebencanaan.

Selain itu, AFEBI untuk pertama kalinya juga meluncurkan Indonesia Economic and Business Outlook 2027 guna memetakan proyeksi dan tingkat optimisme pertumbuhan ekonomi nasional ke depan. AFEBI juga akan meluncurkan program untuk saling mengenal satu dengan yang lainnya.

“Tentu kalau kita sudah kenal, kita berharap maka kita tahu apa yang menjadi kekuatan dan keunggulan dari teman-teman kita yang lainnya. Di situlah awal kita melakukan kolaborasi,” tuturnya.

Gubernur Sumut diwakili Staf Ahli Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat, Alfi Syahriza, menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada Provinsi Sumut sebagai tuan rumah kongres nasional ini.

Dalam pemaparannya, Pemprov Sumut mencatat pertumbuhan ekonomi daerah yang menunjukkan trens positif, yakni mencapai 5,06 persen pada triwulan I 2026, meningkat dari 4,98 persen pada periode sebelumnya. Realisasi investasi hingga triwulan III 2026 juga telah menyentuh angka Rp37 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 64.656 orang.

“Tantangan kita selanjutnya adalah bagaimana meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan, memperkuat hilirisasi, menjaga stabilitas harga, memperbaiki konektivitas dan distribusi, serta memastikan investasi mampu membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lokal,” katanya.

Pemprov Sumut berharap AFEBI dapat menjadi mitra strategis dalam menghasilkan kajian ekonomi regional, memetakan potensi investasi, memperkuat UMKM, serta merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis data.

Sebagai tuan rumah penyelenggara, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UINSU Medan, Prof. H. Muhammad Syukri Albani Nasution menyampaikan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan kepada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah kegiatan AFEBI.

Ia menjelaskan Kongres AFEBI XIV ini juga berbicara mengenai adopsi kecerdasan buatan (leading AI adoption), akreditasi internasional, dan dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), gala dinner di Kantor Gubernur Sumut, serta study tour ke Danau Toba.

Rektor UINSU, Prof. Nurhayati juga mengapresiasi kerja keras panitia dan antusiasme peserta yang melampaui target awal. Menurutnya, momentum ini membuktikan bahwa institusi pendidikan Islam memiliki peran strategis yang setara dalam membangun ekosistem perekonomian nasional, terbukti dari ketahanan perbankan syariah di tengah krisis ekonomi masa lalu.

“Mudah-mudahan nanti ada hal-hal yang konstruktif, apa hal-hal yang terbaik untuk perekonomian kita ke depannya nanti silakan dipublish. Dan ini merupakan sesuatu yang sungguh luar biasa, walaupun apapun yang terjadi di Indonesia, kita ini merupakan warga negara yang super kuat,” ucapnya sembari membuka kongres secara resmi.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN