Wednesday, August 5, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Lima Cara Efektif Agar Anak Mau Mendengarkan Orang Tua Tanpa Harus Dimarahi

Mistar.idKamis, 6 Agustus 2026 pukul 05.30 WIB
lima_cara_efektif_agar_anak_mau_mendengarkan_orang_tua_tanpa_harus_dimarahi

Ilustrasi. (foto: iStockphoto/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Membuat anak mau mendengarkan dan mengikuti arahan orang tua memang tidak selalu mudah. Dibutuhkan kesabaran serta pendekatan yang tepat agar komunikasi berjalan efektif tanpa harus menggunakan amarah.

Hal yang tidak kalah penting, komunikasi dengan anak harus berlangsung dua arah. Orang tua tidak hanya menyampaikan keinginan, tetapi juga perlu mendengarkan perasaan, kebutuhan, dan pendapat anak.

Karena anak mudah terdistraksi, berikut beberapa cara yang dapat diterapkan agar mereka lebih fokus dan kooperatif.

1. Berikan instruksi secara bertahap

Hindari memberikan terlalu banyak perintah dalam satu waktu. Kemampuan anak dalam memproses informasi masih terbatas sehingga mereka bisa kesulitan mengingat beberapa instruksi sekaligus.

Sampaikan satu arahan terlebih dahulu. Setelah anak menyelesaikannya, baru berikan instruksi berikutnya. Misalnya, minta anak mematikan televisi, kemudian lanjutkan dengan mengingatkannya untuk menyikat gigi.

2. Gunakan kalimat yang singkat dan jelas

Anak cenderung memiliki rentang perhatian yang pendek. Karena itu, sampaikan pesan secara langsung tanpa penjelasan yang bertele-tele agar lebih mudah dipahami.

3. Latih kemampuan mendengar melalui permainan

Sesekali ajak anak melakukan aktivitas yang melatih fokus mendengarkan, seperti mengenali suara burung, angin, hujan, atau serangga. Setelah itu, minta mereka menceritakan kembali suara yang didengar. Cara ini dapat membantu meningkatkan kemampuan menyimak sekaligus menjadi kegiatan yang menyenangkan.

4. Berikan apresiasi saat anak bersikap kooperatif

Ketika anak berhasil melakukan hal yang diminta, jangan lupa memberikan pujian. Psikiater Zishan Khan menjelaskan bahwa pujian yang spesifik dapat memperkuat perilaku positif dan mendorong anak mengulanginya di kemudian hari.

Ungkapan sederhana seperti "Kerja bagus", "Terima kasih sudah mendengarkan", atau "Kamu hebat" dapat menjadi bentuk penghargaan yang berarti bagi anak.

5. Beri anak kesempatan memilih

Psikolog klinis Maya Weir menyarankan agar orang tua menawarkan pilihan daripada memberikan perintah secara sepihak. Pendekatan ini membuat anak merasa memiliki kendali sehingga lebih mudah bekerja sama.

Misalnya, tanyakan apakah anak ingin mandi lebih dulu atau merapikan mainannya terlebih dahulu. Namun, batasi pilihan menjadi dua agar anak tidak merasa bingung.

Pada akhirnya, membangun kebiasaan anak untuk mendengarkan orang tua membutuhkan proses yang konsisten. Dengan komunikasi yang hangat, saling menghargai, serta pemberian apresiasi, anak akan lebih mudah memahami arahan dan menjalin hubungan yang positif dengan orang tua.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN