Tuesday, August 4, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Cara Menghilangkan Kutu Kucing agar Tak Kembali Lagi

Mistar.idSelasa, 4 Agustus 2026 pukul 05.30 WIB
cara_menghilangkan_kutu_kucing_agar_tak_kembali_lagi

Kucing. (Foto: Freepik)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Kutu kucing yang sulit hilang tidak cukup diatasi hanya dengan memandikan hewan peliharaan. Parasit tersebut juga berkembang biak di lingkungan sekitar sehingga penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh agar telur, larva, hingga pupa kutu tidak kembali menginfeksi.

Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American Veterinary Medical Association (JAVMA), penggunaan obat antikutu yang tepat menjadi langkah utama dalam mengendalikan infestasi kutu.

Obat antikutu tersedia dalam bentuk tetes (spot-on), obat minum, maupun kalung antikutu, dengan efektivitas yang ditentukan oleh kandungan bahan aktifnya.

Beberapa bahan aktif yang banyak direkomendasikan antara lain selamectin, fipronil, dan fluralaner. Namun, penggunaan obat golongan isoxazoline seperti fluralaner perlu mengikuti anjuran dokter hewan karena pada sebagian kecil anjing dan kucing dapat menimbulkan efek samping neurologis, seperti tremor atau kejang.

Selain mengobati kucing yang terinfestasi, pemilik juga disarankan memberikan pengobatan antikutu kepada seluruh hewan peliharaan yang tinggal serumah. Langkah ini penting untuk mencegah kutu berpindah dari satu hewan ke hewan lainnya sehingga siklus infestasi dapat dihentikan.

Pembersihan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam pemberantasan kutu. Pemilik dianjurkan rutin menyedot debu, mencuci alas tidur kucing, membersihkan karpet, sofa, serta sudut-sudut rumah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya kutu.

Sementara itu, penggunaan sisir kutu (flea comb) hanya berfungsi sebagai pelengkap. Sisir dapat membantu menemukan kutu dan kotorannya, tetapi tidak mampu membasmi telur, larva, maupun pupa sehingga tidak dapat dijadikan solusi utama.

Sebagai langkah pencegahan, pemberian obat antikutu secara rutin sepanjang tahun dinilai lebih efektif, terutama bagi kucing yang sering berada di luar rumah atau tinggal di lingkungan dengan risiko paparan kutu yang tinggi.

Pencegahan sejak dini juga dapat mengurangi risiko kutu berkembang biak dan menyebar ke seluruh rumah. (hm25/CNN Indonesia)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN