Friday, October 23, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Kembangkan Sistem Penghantaran Obat Antikanker, Dosen Unpad Masuk Top 2% Scientists 2026

Mistar.idJumat, 23 Oktober 2026 pukul 14.54 WIB
kembangkan_sistem_penghantaran_obat_antikanker_dosen_unpad_masuk_top_2_scientists_2026

Dr. Yedi Herdiana, peneliti Unpad yang masuk dalam daftar Top 2% Scientists. (Foto: Universitas Padjadjaran/Mistar)

Jakarta, MISTAR.ID - Pengembangan teknologi pengobatan kanker terus menjadi perhatian para peneliti di berbagai negara. Salah satu aspek yang dikaji adalah sistem penghantaran obat agar zat aktif dapat mencapai target terapi secara lebih efektif.

Riset di bidang tersebut turut dikembangkan oleh Dr. Yedi Herdiana, dosen Departemen Farmasetika dan Teknologi Farmasi, Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad). Kepakarannya di bidang teknologi farmasi mengantarkannya masuk dalam daftar World's Top 2% Scientists 2026.

Penelitian Yedi berfokus pada formulasi obat dan pengembangan sistem yang membantu mengantarkan zat aktif menuju sasaran pengobatan. Menurutnya, penemuan suatu senyawa berkhasiat belum cukup untuk menjamin keberhasilan terapi karena zat tersebut harus melewati berbagai proses di dalam tubuh sebelum mencapai targetnya.

“Bidang kepakaran saya adalah teknologi farmasi, terutama bagaimana memformulasikan obat dan mengembangkan sistem penghantarannya. Zat aktif tidak bekerja begitu saja setelah masuk ke dalam tubuh. Ada banyak proses yang harus dilalui sebelum zat tersebut mencapai sasaran pengobatan,” ujar Yedi dikutip dari laman resmi Unpad, Jumat (23/10/2026).

Dalam pengembangan sistem penghantaran obat, Yedi mengkaji penggunaan kitosan, yaitu polimer alam yang dapat diperoleh dari bahan baku berupa cangkang udang. Material ini berpotensi dimanfaatkan sebagai bagian dari formulasi untuk membantu membawa zat aktif menuju lokasi terapi.

Pendekatan tersebut penting dalam pengembangan pengobatan kanker. Sebab, selain berupaya menghambat atau membunuh sel kanker, terapi juga perlu memperhatikan dampaknya terhadap sel-sel normal.

Di dalam tubuh, zat yang masuk ke aliran darah dapat mengalami berbagai proses distribusi dan eliminasi. Karena itu, sistem penghantaran obat menjadi salah satu aspek yang diteliti untuk membantu mengoptimalkan penyampaian zat aktif sekaligus mengendalikan paparan obat pada jaringan yang tidak menjadi sasaran.

“Yang menjadi perhatian saya bukan hanya obatnya, tetapi bagaimana sistem penghantarannya. Bagaimana zat aktif dapat mencapai sasaran pengobatan merupakan persoalan penting dalam pengembangan teknologi farmasi,” kata Yedi.

Selain kitosan, Yedi menilai Indonesia memiliki beragam sumber daya alam yang berpeluang dikembangkan sebagai material untuk teknologi farmasi. Beberapa di antaranya adalah kolagen yang berasal dari ikan dan alginat.

Material tersebut dapat menjadi objek penelitian lebih lanjut untuk mengetahui karakteristik, keamanan, serta potensinya dalam formulasi dan sistem penghantaran obat.

“Indonesia memiliki sumber daya alam yang berlimpah. Tantangannya adalah bagaimana material tersebut dapat dikembangkan melalui penelitian yang terukur, sehingga berpotensi dimanfaatkan dalam teknologi farmasi,” tuturnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN