Thursday, October 22, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Peluru Senja: The Ghost and the Gun Tayang 23 Oktober 2026, Bali Disulap Jadi Malaya 1948

Mistar.idJumat, 23 Oktober 2026 pukul 05.30 WIB
peluru_senja_the_ghost_and_the_gun_tayang_23_oktober_2026_bali_disulap_jadi_malaya_1948

Peluru Senja: The Ghost and the Gun Tayang 23 Oktober 2026, Bali Disulap Jadi Malaya 1948. (foto ilustrasi:imdb/mistar)

Pematangsiantar, MISTAR.ID (22/10/2026) — Siapa sangka Bali bisa berubah menjadi medan perang Malaya tahun 1948? Film Peluru Senja: The Ghost and the Gun membuktikannya lewat drama perang internasional yang seluruh proses syutingnya dilakukan di Pulau Dewata. Dibintangi aktris Indonesia Asmara Abigail, film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai Jumat, 23 Oktober 2026.

Disutradarai Anshul Tiwari dan ditulis Abhi Kumar, Peluru Senja: The Ghost and the Gun mengangkat konflik dua veteran Perang Dunia II yang harus menghadapi pengkhianatan masa lalu sekaligus melindungi sebuah desa dari serangan kelompok bersenjata.

Film berdurasi 110 menit ini memadukan aksi, sejarah, dan drama psikologis dengan latar pergolakan Malaya pada 1948, masa awal konflik yang dikenal sebagai Malayan Emergency.

Sinopsis Peluru Senja: Dua Veteran Perang Melawan Bayang-Bayang Masa Lalu

Kisah berpusat pada Ishraq Wan alias Iz (Hazman Al-Idrus) dan Abraham Bennett alias Abe (Brett Tutor), dua veteran Perang Dunia II dari latar belakang berbeda yang terjebak dalam situasi berbahaya setelah penarikan pasukan Inggris.

Ancaman semakin besar ketika Chin Liu (Fabian Loo), mantan sekutu yang pernah mengkhianati mereka, kembali memimpin kelompok bersenjata menuju desa tempat mereka berada.

Dihantui trauma perang, Iz dan Abe terpaksa mengesampingkan perbedaan demi menyelamatkan penduduk desa.

Konflik tersebut menjadi inti Peluru Senja, yang tidak hanya mengandalkan ketegangan pertempuran, tetapi juga mengeksplorasi pengkhianatan, loyalitas, pengorbanan, dan perjuangan mempertahankan kemanusiaan.

Deretan Pemain Peluru Senja, Ada Asmara Abigail

Film ini mempertemukan sejumlah aktor lintas negara, dengan Hazman Al-Idrus sebagai Ishraq Wan (Iz), Brett Tutor sebagai Abraham Bennett (Abe), Fabian Loo sebagai Chin Liu, serta Asmara Abigail sebagai Siti.

Pemeran lainnya meliputi Ben Gardner Gray sebagai Simon Davies, Indra Pacique sebagai Faisal, Zidan El Hafiz sebagai Muda, Joseph J.U. Taylor sebagai John Bennett, dan Nobuyuki Suzuki sebagai Major Suneya.

Keterlibatan Asmara Abigail menjadi salah satu daya tarik bagi penonton Indonesia. Aktris yang dikenal melalui sejumlah film nasional tersebut turut memperkuat jajaran pemeran dalam produksi kolaborasi internasional ini.

Fakta Unik Produksi: 14 Set Dibangun di Bali untuk Menghidupkan Malaya 1948

Salah satu keunikan Peluru Senja: The Ghost and the Gun terletak pada lokasi produksinya. Meski berlatar Malaya, seluruh pengambilan gambar dilakukan di Bali, terutama kawasan Tabanan.

Tim produksi membangun 14 set khusus bernuansa sejarah di area Viking Sunset Studios dan sejumlah lokasi alam untuk merekonstruksi suasana Malaya pascaperang.

Hutan tropis, kawasan pesisir, hingga pantai berpasir hitam dimanfaatkan untuk menghadirkan lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan cerita.

Film ini merupakan kolaborasi Films Positive dari Singapura, LDNO Productions dan Limbo Pictures dari Inggris, serta Viking Sunset Studios di Bali.

Selain melibatkan kru Indonesia, produksinya menggunakan dialog dalam bahasa Melayu, Indonesia, Inggris, dan Tionghoa, mencerminkan keberagaman budaya yang menjadi bagian dari latar cerita.

Menariknya, Peluru Senja lebih dahulu dirilis di Malaysia pada 28 Agustus 2026, sebelum dijadwalkan menyapa penonton Indonesia hampir dua bulan kemudian.

Lebih dari Film Perang, Peluru Senja Angkat Trauma dan Kemanusiaan

Di balik adegan aksi, Peluru Senja menawarkan sudut pandang tentang dampak psikologis peperangan dan rumitnya hubungan antarmanusia dalam konflik kolonial.

Latar 1948 menjadi elemen penting karena bertepatan dengan dimulainya Malayan Emergency, pergolakan bersenjata yang berlangsung di Malaya hingga 1960.

Secara tematik, judul The Ghost and the Gun juga dapat dimaknai sebagai pertentangan antara bayang-bayang trauma masa lalu dan kekerasan yang terus mengancam kehidupan.

Melalui dua veteran yang harus bekerja sama meski memiliki sejarah kelam, film ini mengangkat pertanyaan tentang arti keberanian: apakah ditentukan oleh kemenangan dalam pertempuran atau kesediaan melindungi orang lain?

Dari sisi industri, produksi yang sepenuhnya berlangsung di Bali turut menunjukkan potensi Indonesia sebagai lokasi pembuatan film sejarah internasional, bukan sekadar pasar distribusi.

Jadwal Tayang Peluru Senja: The Ghost and the Gun di Indonesia

Peluru Senja: The Ghost and the Gun dijadwalkan tayang melalui jaringan CGV Cinemas Indonesia mulai 23 Oktober 2026.

Pemutaran perdana dengan agenda karpet merah akan berlangsung di CGV Pacific Place, Jakarta, Jumat (23/10/2026), pukul 19.30 WIB.

Momentum peluncurannya bertepatan dengan penyelenggaraan Jakarta Film Week 2026, yang berlangsung pada 21–25 Oktober.

Dengan cerita berlatar sejarah, konflik emosional, jajaran pemeran internasional, dan proses produksi yang melibatkan talenta Indonesia, Peluru Senja menjadi salah satu film drama perang yang patut masuk daftar tontonan akhir pekan.

Akankah Iz dan Abe mampu mengalahkan musuh sekaligus berdamai dengan masa lalu? Saksikan kisahnya di bioskop mulai 23 Oktober 2026.

(einpresswire/malaymail/vikingsunsetstudios/cinemaonlinemalaysia/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN