Friday, October 23, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Bournemouth vs Milan 3-0: Maignan Kartu Merah, The Cherries Jadi Sorotan di Liga Europa

Mistar.idJumat, 23 Oktober 2026 pukul 08.08 WIB
bournemouth_vs_milan_30_maignan_kartu_merah_the_cherries_jadi_sorotan_di_liga_europa

Bournemouth vs Milan 3-0: Maignan Kartu Merah, The Cherries Jadi Sorotan di Liga Europa. (foto ilustrasi:gemini/mistar)

Pematangsiantar, MISTAR.ID (23/10/2026) — AFC Bournemouth mempermalukan AC Milan dengan kemenangan telak 3-0 pada matchday ketiga fase liga Liga Europa UEFA, Jumat (23/10/2026) dini hari WIB. Bermain di Vitality Stadium, The Cherries tampil dominan, sementara Rossoneri kehilangan kendali setelah kapten sekaligus kiper utama mereka, Mike Maignan, diganjar kartu merah pada menit ke-27.

Justin Kluivert membuka keunggulan lewat penalti pada menit ke-8, disusul eksekusi Marcus Tavernier pada menit ke-32. Amine Adli kemudian menutup pesta tuan rumah melalui tendangan bebas spektakuler pada menit ke-84.

Kemenangan ini menjadi pernyataan kuat Bournemouth dalam kampanye Eropa perdana mereka. Bukan hanya unggul skor, pasukan Marco Rose juga membuat Milan kesulitan membangun serangan dan menutup pertandingan tanpa satu pun tembakan tepat sasaran.

Dua Penalti dan Kartu Merah Mengubah Pertandingan

Bournemouth langsung mengambil inisiatif melalui tekanan tinggi (high pressing), kombinasi umpan cepat, dan penetrasi dari sektor sayap. Tekanan tersebut membuat lini belakang Milan beberapa kali kehilangan penguasaan bola di area berbahaya.

Pada menit ke-5, wasit Vasilios Fotias menunjuk titik putih setelah sundulan Evanilson mengenai tangan Koni De Winter. Justin Kluivert menjalankan tugasnya dengan sempurna tiga menit kemudian, membawa Bournemouth unggul 1-0.

Petaka Milan berlanjut pada menit ke-27. Mike Maignan diusir setelah mendorong Tyler Adams ke bagian wajah ketika Bournemouth mengancam melalui sepak pojok. Setelah keputusan dikonfirmasi melalui VAR, Milan harus bermain dengan sepuluh orang dan memasukkan Lorenzo Torriani sebagai pengganti sang kiper.

Marcus Tavernier menggandakan keunggulan Bournemouth melalui penalti pada menit ke-32. Tembakan kaki kirinya mengarah ke sudut bawah gawang dan gagal dihentikan Torriani.

Bournemouth menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0 serta dominasi peluang yang mencolok. Data pertandingan mencatat expected goals (xG) sebesar 2,57 untuk tuan rumah, berbanding hanya 0,02 milik Milan.

Dominasi Bournemouth Berlanjut, Adli Cetak Gol Spektakuler

Memasuki babak kedua, Ruben Amorim mencoba memperbaiki keseimbangan permainan melalui pergantian pemain. Namun, Milan tetap kesulitan melewati tekanan dan menguasai bola.

Bournemouth terus mengurung pertahanan lawan. Justin Kluivert hampir mencetak gol kedua, sementara Ryan Christie dan Rayan memperoleh peluang untuk memperlebar jarak. Koni De Winter juga harus melakukan intersepsi penting untuk menggagalkan peluang tuan rumah.

Marco Rose memasukkan Rayan, Alex Tóth, dan Lewis Cook pada menit ke-62 untuk menjaga intensitas permainan. Strategi tersebut membuat Bournemouth tetap agresif meski sudah unggul dua gol.

Gol ketiga akhirnya lahir pada menit ke-84. Amine Adli, yang masuk sebagai pemain pengganti, melepaskan tendangan bebas kaki kiri yang meluncur melewati celah pagar hidup dan bersarang di sudut atas gawang Milan.

Torriani kemudian menggagalkan peluang Rayan pada menit ke-87, mencegah Bournemouth mencetak gol keempat. Hingga peluit panjang pada menit ke-90+4, skor tetap 3-0.

Fakta Menarik: Milan Tak Mampu Menguji Kiper Bournemouth

Ada sejumlah fakta yang menegaskan dominasi The Cherries dalam pertandingan ini.

  1. Nol tembakan tepat sasaran: Milan gagal mencatatkan satu pun tembakan yang mengarah ke gawang Michele Di Gregorio.
  2. Dua penalti dalam satu babak: Kluivert dan Tavernier sama-sama mencetak gol dari titik putih pada babak pertama.
  3. Kartu merah menjadi titik balik: Maignan harus meninggalkan lapangan pada menit ke-27, memaksa Milan bermain dengan sepuluh orang.
  4. Gol penutup dengan xG rendah: Tendangan bebas Adli memiliki xG 0,03, tetapi berakhir menjadi gol berkat eksekusi yang akurat.
  5. Tekanan berkelanjutan: Bournemouth tetap menciptakan peluang setelah melakukan pergantian pemain, menunjukkan kedalaman skuad dan konsistensi intensitas permainan.

Analisis Taktik: Mengapa Milan Tak Berkutik?

Kemenangan Bournemouth tidak semata-mata ditentukan oleh kartu merah Maignan. Sebelum insiden tersebut, Milan sudah kesulitan menghadapi tekanan tinggi tuan rumah dan beberapa kali kehilangan bola ketika membangun serangan dari belakang.

Bournemouth efektif menutup jalur operan menuju lini tengah, memenangi perebutan bola kedua, dan mengeksploitasi ruang di belakang pertahanan. Ketika Milan kehilangan satu pemain, masalah tersebut semakin sulit diatasi.

Kekurangan jumlah pemain memaksa Rossoneri memilih antara mempertahankan blok pertahanan yang rapat atau mengambil risiko untuk menyerang. Bournemouth memanfaatkan situasi ini dengan menguasai bola, memperlebar serangan, dan terus mencari celah.

Gol Adli juga memperlihatkan kualitas Bournemouth dalam memaksimalkan situasi bola mati. Sebaliknya, Milan perlu mengevaluasi disiplin individu, struktur pembangunan serangan (build-up), dan kemampuan mengatasi tekanan tinggi.

Tavernier dan Kluivert Bersinar, Adli Jadi Pembeda

Marcus Tavernier menjadi salah satu pemain paling menonjol berkat kontribusinya dalam terciptanya penalti kedua dan keberhasilannya mengeksekusi tendangan penalti tersebut. Justin Kluivert juga berperan penting dengan gol cepat yang memberikan momentum bagi tuan rumah.

Namun, sorotan khusus layak diberikan kepada Amine Adli. Masuk dari bangku cadangan, ia langsung memberikan dampak melalui tendangan bebas spektakuler yang memastikan kemenangan Bournemouth.

Bagi Marco Rose, hasil ini menjadi bukti bahwa intensitas, organisasi taktis, dan efektivitas penyelesaian akhir dapat menundukkan lawan dengan tradisi Eropa yang jauh lebih panjang.

Sementara itu, Ruben Amorim harus membenahi performa Milan, terutama dalam penguasaan bola dan disiplin bertahan. Kartu merah Maignan memang memperburuk keadaan, tetapi kesulitan Rossoneri sudah terlihat sejak menit-menit awal.

Bournemouth 3-0 AC Milan menjadi kemenangan bersejarah bagi The Cherries sekaligus peringatan keras bagi Rossoneri bahwa reputasi besar tidak menjamin dominasi di lapangan.

(afcbournemouth/skysport/sofascore/fotmob/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN