Friday, October 23, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Klasemen Liga Europa: Benfica Memimpin, 5 Tim Raih 9 Poin, 7 Pemain Bersaing Jadi Top Skor

Mistar.idJumat, 23 Oktober 2026 pukul 08.49 WIB
klasemen_liga_europa_benfica_memimpin_5_tim_raih_9_poin_7_pemain_bersaing_jadi_top_skor

Klasemen Liga Europa: Benfica Memimpin, 5 Tim Raih 9 Poin, 7 Pemain Bersaing Jadi Top Skor. (foto:uefa/wikipedia/mistar)

Pematangsiantar, MISTAR.ID (23/10/2026) — Benfica memimpin klasemen Liga Europa UEFA 2026/2027 setelah menyapu bersih tiga pertandingan awal. Namun, persaingan belum mereda. Bayer Leverkusen, Bournemouth, Ferencváros, dan Olympiakos juga mengoleksi sembilan poin, sementara tujuh pemain berbagi posisi teratas dalam daftar top skor sementara dengan masing-masing tiga gol.

Hasil matchday ketiga memperlihatkan persaingan ketat di papan atas. Produktivitas gol, soliditas pertahanan, dan konsistensi meraih poin menjadi faktor penting dalam perebutan posisi menuju fase gugur.

Catatan: Artikel ini menggunakan data klasemen dan pencetak gol yang diberikan sebagai acuan, bukan hasil verifikasi langsung terhadap statistik resmi UEFA.

Benfica Pimpin Klasemen, Leverkusen Paling Solid

Benfica menempati peringkat pertama dengan sembilan poin dari tiga kemenangan. Klub Portugal itu mencetak 10 gol dan hanya kebobolan dua kali, menghasilkan selisih gol +8.

Bayer Leverkusen membayangi di posisi kedua dengan jumlah poin dan selisih gol yang sama. Bedanya, wakil Jerman tersebut telah mencetak delapan gol tanpa kebobolan. Catatan ini menjadikan Leverkusen tim dengan pertahanan paling solid di antara lima klub yang masih sempurna.

Bournemouth berada di posisi ketiga dengan delapan gol dan satu kali kebobolan. Ferencváros menempati urutan keempat dengan sembilan gol, sedangkan Olympiakos melengkapi lima besar dengan sembilan poin.

Di bawah mereka, Union Saint-Gilloise, Juventus, Beşiktaş, dan Sunderland sama-sama mengoleksi tujuh poin. Juventus menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan setelah mencetak sembilan gol dalam tiga pertandingan.

Klasemen Liga Europa UEFA: Persaingan Papan Atas Memanas

Berdasarkan data setelah matchday ketiga, lima klub teratas sama-sama mengoleksi sembilan poin. Union Saint-Gilloise, Juventus, Beşiktaş, dan Sunderland mengikuti dengan tujuh poin.

AZ, Omonia, dan Lyon mengumpulkan enam poin, sedangkan Rennes mencatat lima poin tanpa menelan kekalahan.

Persaingan di papan tengah juga ketat. Real Sociedad dan Crystal Palace masing-masing mengoleksi delapan gol, tetapi baru meraih empat poin. Statistik tersebut menunjukkan bahwa produktivitas tinggi belum selalu berbanding lurus dengan posisi klasemen.

Sementara itu, Marseille, Celtic, dan Viktoria Plzeň masih belum meraih poin. Ararat-Armenia berada di posisi terbawah setelah kebobolan 11 gol dan mencatat selisih gol -9.

Top Skor Liga Europa UEFA: Tujuh Pemain Berbagi Puncak

Persaingan pencetak gol sementara masih terbuka. Tujuh pemain sama-sama mengoleksi tiga gol setelah tiga matchday.

Mereka adalah Alphadjo Cissé (Milan), Dion Drena Beljo (Dinamo Zagreb), Kristoffer Zachariassen (Ferencváros), Nick Woltemade (Juventus), Sergio Gómez (Real Sociedad), Tjaronn Chery (NEC), dan Yéremy Pino (Crystal Palace).

Nick Woltemade menjadi sorotan karena kontribusinya datang saat Juventus bersaing di kelompok teratas. Zachariassen juga berperan dalam produktivitas Ferencváros yang telah mencetak sembilan gol.

Namun, jumlah gol belum cukup untuk menentukan siapa yang paling efisien. Data menit bermain, assist, dan gol per 90 menit diperlukan untuk membandingkan kontribusi setiap pemain secara lebih mendalam.

Fakta Menarik: Leverkusen Belum Kebobolan

Ada sejumlah catatan menarik setelah matchday ketiga. Pertama, lima klub berhasil meraih sembilan poin maksimal dari tiga pertandingan.

Kedua, Leverkusen menjadi satu-satunya tim di lima besar yang belum kebobolan. Sebaliknya, Ararat-Armenia telah kemasukan 11 gol, terbanyak dalam daftar klasemen.

Ketiga, NEC memperlihatkan kontras antara lini serang dan pertahanan. Mereka sudah mencetak lima gol, tetapi kebobolan delapan kali sehingga memiliki selisih gol -3.

Real Sociedad juga layak mendapat perhatian. Meski baru mengumpulkan empat poin, mereka memiliki selisih gol +5, salah satu yang terbaik di antara klub-klub di luar delapan besar.

Analisis: Selisih Gol Bisa Menjadi Pembeda

Persaingan Liga Europa UEFA tidak hanya ditentukan oleh jumlah kemenangan. Selisih gol turut menggambarkan efektivitas tim dalam menyerang dan bertahan.

Benfica dan Leverkusen sama-sama memiliki selisih gol +8, tetapi mencapainya dengan karakter berbeda. Benfica lebih produktif, sedangkan Leverkusen mengandalkan keseimbangan dengan pertahanan yang belum tertembus.

Juventus dan Ferencváros menunjukkan daya gedor tinggi, tetapi konsistensi menjaga gawang tetap menjadi faktor penting. Di sisi lain, tim yang belum meraih poin masih memiliki peluang memperbaiki posisi karena kompetisi masih berada pada tahap awal.

Matchday Berikutnya Jadi Ujian Konsistensi

Benfica harus menjaga momentum jika ingin mempertahankan puncak klasemen. Leverkusen menjadi pesaing serius berkat pertahanan kokoh, sementara Bournemouth, Ferencváros, dan Olympiakos berusaha mempertahankan rekor sempurna.

Persaingan top skor juga berpotensi berubah dengan cepat. Tujuh pemain masih berbagi puncak dengan tiga gol, sehingga satu penampilan tajam dapat mengubah peta persaingan.

Mampukah Benfica mempertahankan posisi teratas, atau Leverkusen akan merebut puncak klasemen Liga Europa UEFA? Matchday berikutnya akan menjadi ujian penting bagi para kandidat terkuat.

(uefa/reuters/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN