Hasil Liga Europa 2026/2027: Milan Kalah 0-3, Sociedad Menang Telak

Hasil Liga Europa 2026/2027: Milan Kalah 0-3, Sociedad Menang Telak. (foto:gemini/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (23/10/2026) — Liga Europa UEFA 2026/2027 memasuki matchday ketiga dengan sederet kejutan. AC Milan dipermalukan Bournemouth, Real Sociedad mengamuk dengan enam gol, sementara Juventus kehilangan poin penting setelah ditahan Rennes.
Hasil Liga Europa UEFA pada matchday ketiga, Kamis (22/10/2026), menghadirkan malam kelam bagi sejumlah klub unggulan. AC Milan menjadi salah satu korban terbesar setelah dihajar Bournemouth 0-3, sementara Real Sociedad tampil menggila dengan membantai Lillestrøm enam gol tanpa balas.
Kejutan tidak berhenti di situ. Juventus gagal mengamankan kemenangan setelah bermain imbang 2-2 melawan Rennes. Lyon juga harus menelan kekalahan telak 0-3 dari Hoffenheim, sedangkan Marseille tumbang 0-1 di tangan Sturm Graz.
Sebanyak 63 gol tercipta dalam 18 pertandingan, atau rata-rata 3,5 gol per laga. Delapan kemenangan tandang turut mewarnai matchday ketiga, menegaskan bahwa keunggulan bermain di kandang tidak selalu menjadi jaminan meraih poin.
Hasil tersebut semakin memanaskan persaingan di fase liga, terutama bagi tim-tim yang memburu posisi delapan besar untuk mengamankan tiket otomatis ke babak 16 besar.
Bournemouth Permalukan AC Milan, Kartu Merah Maignan Jadi Titik Balik
Bournemouth mencuri perhatian setelah menundukkan AC Milan 3-0 dalam pertandingan yang memperlihatkan efektivitas tinggi wakil Inggris tersebut.
Justin Kluivert membuka keunggulan melalui titik penalti pada menit kedelapan. Situasi Milan semakin sulit ketika penjaga gawang Mike Maignan diganjar kartu merah pada menit ke-27.
Bermain dengan sepuluh pemain, Rossoneri kembali kebobolan melalui penalti Marcus Tavernier pada menit ke-32. Amine Adli kemudian memastikan kemenangan Bournemouth lewat tendangan bebas pada menit ke-84.
Hasil ini memperpanjang start sempurna Bournemouth menjadi tiga kemenangan beruntun di Liga Europa UEFA.
Dari perspektif taktis, keberhasilan Bournemouth memperlihatkan betapa krusialnya efisiensi bola mati (set piece). Seluruh gol mereka lahir dari dua penalti dan satu tendangan bebas.
Sebaliknya, Milan menghadapi persoalan serius dalam disiplin permainan dan pengelolaan momentum. Kartu merah Maignan mengubah dinamika pertandingan sekaligus mempersempit peluang tim Italia tersebut untuk bangkit.
Real Sociedad Menggila, Lillestrøm Dibantai Enam Gol
Jika Bournemouth menghadirkan kejutan, Real Sociedad menjadi tim paling eksplosif pada matchday ketiga.
Klub asal Spanyol itu menghancurkan Lillestrøm 6-0, sekaligus mencatat kemenangan dengan margin terbesar sepanjang rangkaian pertandingan pekan ini.
Sergio Gómez menyumbangkan dua gol, sementara Mikel Oyarzabal memainkan peran penting dalam membangun serangan melalui tiga assist.
Kemenangan tersebut menjadi respons impresif Sociedad setelah gagal meraih kemenangan dalam dua pertandingan sebelumnya.
Enam gol tanpa balas bukan sekadar menunjukkan ketajaman lini depan. Hasil itu juga memberikan keuntungan besar dari sisi selisih gol, faktor yang dapat menentukan posisi akhir ketika beberapa tim mengoleksi poin sama.
Bagi Sociedad, kemenangan telak ini berpotensi menjadi titik balik dalam upaya memperbaiki posisi di klasemen fase liga.
Juventus Tertahan Rennes, Lyon dan Marseille Ikut Tersandung
Juventus gagal mengikuti jejak Bournemouth dan Real Sociedad setelah hanya bermain imbang 2-2 menghadapi Rennes.
Zeki Çelik sempat membawa Bianconeri unggul, tetapi Rennes membalikkan keadaan melalui Musa Al-Taamari dan penalti Boulaye Dia.
Juventus akhirnya terhindar dari kekalahan berkat gol penyeimbang Nick Woltemade pada babak kedua.
Hasil tersebut memperlihatkan daya juang Juventus, tetapi sekaligus menyoroti ketidakmampuan mereka mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Nasib kurang menyenangkan juga dialami Lyon. Setelah memulai kompetisi dengan dua kemenangan, wakil Prancis itu justru dipukul Hoffenheim 0-3.
Sementara itu, Marseille gagal membawa pulang poin setelah kalah tipis 0-1 dari Sturm Graz.
Rangkaian hasil ini menjadi pengingat bahwa reputasi besar tidak otomatis menjamin konsistensi dalam kompetisi Eropa. Ketahanan defensif, efektivitas transisi, dan kemampuan menjaga konsentrasi sepanjang 90 menit tetap menjadi pembeda.
NEC Bikin Kejutan, Benfica dan Leverkusen Tampil Meyakinkan
Di luar pertandingan klub-klub unggulan, NEC Nijmegen mencatat salah satu hasil paling mengejutkan dengan mengalahkan Dinamo Zagreb 4-2 di kandang lawan.
Kemenangan tersebut menjadi lonjakan performa ofensif NEC setelah hanya mencetak satu gol dalam dua pertandingan sebelumnya.
Benfica juga menunjukkan ketajamannya melalui kemenangan 4-1 atas Omonia. Bayer Leverkusen tampil solid dengan mengalahkan OFI Crete 2-0, sedangkan AZ Alkmaar menghancurkan Ararat-Armenia 4-0.
Union Saint-Gilloise turut mencatat kemenangan empat gol tanpa balas atas Hapoel Be'er Sheva. Ferencváros tidak kalah produktif setelah mengatasi SCU Torreense 4-1.
Di pertandingan lain, Anderlecht menaklukkan Jagiellonia Białystok 3-0, sementara Olympiacos mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Sparta Praha.
Sejumlah hasil tersebut memperlihatkan persaingan yang semakin terbuka, dengan tim-tim dari berbagai liga domestik mampu memberikan tekanan terhadap lawan yang secara reputasi lebih diunggulkan.
Fakta Menarik Matchday 3: 63 Gol dan Delapan Kemenangan Tandang
Matchday ketiga Liga Europa UEFA menghadirkan sejumlah catatan statistik yang menarik.
Dari 18 pertandingan, tercipta 63 gol dengan rata-rata 3,5 gol per laga. Tidak satu pun pertandingan berakhir tanpa gol, sementara delapan laga menghasilkan sedikitnya empat gol.
Tim tamu juga mencatat hasil lebih baik dibandingkan tuan rumah. Sebanyak delapan pertandingan dimenangi tim tamu, enam berakhir dengan kemenangan tuan rumah, dan empat lainnya berakhir imbang.
Real Sociedad menjadi tim paling produktif dengan enam gol dalam satu pertandingan. Sementara itu, Bournemouth, Hoffenheim, dan Anderlecht sama-sama mencatat kemenangan tiga gol tanpa balas.
Fenomena ini menunjukkan dua kecenderungan penting, yakni tingginya produktivitas serangan serta kemampuan sejumlah tim mempertahankan organisasi permainan ketika bertanding jauh dari kandang.
Meski demikian, jumlah gol saja belum cukup untuk mengukur dominasi taktis. Statistik seperti expected goals (xG), tembakan tepat sasaran, progressive passes, dan efektivitas transisi diperlukan untuk menilai kualitas peluang yang diciptakan masing-masing tim.
Hasil Lengkap Liga Europa UEFA Matchday 3
Berikut hasil seluruh pertandingan matchday ketiga Liga Europa UEFA 2026/2027:
Lech Poznań 1-1 Sunderland
OFI Crete 0-2 Bayer Leverkusen
Ferencváros 4-1 SCU Torreense
Sturm Graz 1-0 Marseille
Dinamo Zagreb 2-4 NEC Nijmegen
Union Saint-Gilloise 4-0 Hapoel Be'er Sheva
Ararat-Armenia 0-4 AZ Alkmaar
Juventus 2-2 Rennes
Viktoria Plzeň 1-2 Levski Sofia
Olympiacos 1-0 Sparta Praha
Bournemouth 3-0 AC Milan
Celje 2-2 RB Salzburg
Beşiktaş 2-2 Crystal Palace
Lillestrøm 0-6 Real Sociedad
Celtic 1-2 Celta Vigo
Omonia 1-4 Benfica
Jagiellonia Białystok 0-3 Anderlecht
Hoffenheim 3-0 Lyon
Persaingan Delapan Besar Memanas, Setiap Gol Bisa Menentukan
Hasil matchday ketiga semakin memperjelas pentingnya konsistensi dalam format baru Liga Europa UEFA.
Sebanyak 36 tim bersaing dalam satu klasemen fase liga. Setiap tim memainkan delapan pertandingan melawan delapan lawan berbeda.
Delapan tim teratas berhak langsung melaju ke babak 16 besar, sedangkan tim peringkat kesembilan hingga ke-24 harus melalui babak play-off fase gugur.
Dengan lima pertandingan tersisa, setiap poin memiliki konsekuensi besar terhadap peluang lolos.
Bournemouth, Bayer Leverkusen, Benfica, Olympiacos, dan Ferencváros berada dalam momentum positif setelah masing-masing mengamankan tiga kemenangan dari tiga laga pembuka.
Sebaliknya, tim-tim yang kehilangan poin pada matchday ketiga menghadapi tekanan untuk segera memperbaiki performa.
Kemenangan besar juga berpotensi menjadi keuntungan strategis melalui selisih gol, terutama jika persaingan klasemen semakin ketat menjelang matchday kedelapan.
Liga Europa UEFA kini memasuki fase ketika konsistensi lebih berharga daripada sekadar nama besar. Bournemouth dan Real Sociedad telah mengirimkan sinyal kuat, sementara Milan, Juventus, dan Lyon harus segera menemukan respons jika tidak ingin semakin tertinggal dalam perebutan tiket fase gugur.
(uefa/afcbournemouth/milan/*/hm27)











































