Juventus vs Rennes: Bianconeri Bidik Kemenangan Ketiga, Ancaman Serangan Balik Mengintai

Juventus vs Rennes: Bianconeri Bidik Kemenangan Ketiga, Ancaman Serangan Balik Mengintai. (foto ilustrasi:gemini/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (21/10/2026) — Juventus punya dua wajah musim ini. Terpuruk di Serie A, Bianconeri justru tampil ganas di Liga Europa. Kini, Rennes datang ke Allianz Stadium dengan lini serang berbahaya, tetapi membawa rekor buruk yang bisa menjadi mimpi buruk di Turin.
Duel Juventus vs Rennes pada matchday ketiga Liga Europa 2026/2027 berlangsung Kamis (22/10/2026) pukul 23.45 WIB. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Juventus untuk bangkit dari kekalahan memalukan sekaligus memburu kemenangan ketiga beruntun di Eropa.
Pasukan Luciano Spalletti sebelumnya dipermalukan Lazio 0-3 di kandang sendiri. Namun, performa mereka di kompetisi kontinental berbanding terbalik: dua kemenangan, tujuh gol, dan enam poin sempurna.
Rennes juga datang dengan luka. Wakil Prancis itu baru kalah dramatis 3-4 dari Paris FC, meski mampu mencetak tiga gol. Pertahanan rapuh menjadi persoalan serius menjelang lawatan ke markas Juventus.
Juventus Menggila di Eropa, tetapi Rapuh di Serie A
Juventus mengawali Liga Europa dengan menghancurkan NEC Nijmegen 5-0, kemudian menundukkan Celta Vigo 2-1 di Spanyol.
Tujuh gol dalam dua pertandingan menunjukkan efektivitas serangan Bianconeri. Namun, kekalahan telak dari Lazio pada Minggu (18/10/2026) memperlihatkan kelemahan mereka saat menghadapi transisi cepat lawan.
Juventus kesulitan mengantisipasi serangan balik ketika garis pertahanan terlalu tinggi. Celah inilah yang berpotensi dieksploitasi Rennes melalui kecepatan pemain sayap dan umpan vertikal.
Spalletti dituntut menemukan keseimbangan antara pressing agresif, penguasaan bola, dan perlindungan lini belakang.
Kemenangan atas Rennes bukan sekadar menjaga rekor sempurna di Liga Europa, melainkan juga kesempatan memulihkan kepercayaan diri setelah hasil buruk di kompetisi domestik.
Rennes Tajam di Depan, Keropos di Belakang
Rennes bukan lawan yang bisa diremehkan. Tim asuhan Franck Haise belum terkalahkan dalam dua pertandingan Liga Europa setelah bermain imbang 0-0 melawan Sturm Graz dan menang 2-1 atas OFI Crete.
Namun, kekalahan 3-4 dari Paris FC mengungkap masalah organisasi pertahanan mereka.
Menariknya, Esteban Lepaul mencetak hat-trick melalui tiga penalti dalam pertandingan tersebut. Sayangnya, ketajaman sang striker tidak cukup menyelamatkan Rennes dari kekalahan.
Situasi semakin rumit setelah Lepaul mengalami cedera pergelangan kaki. Penyerang berusia 26 tahun itu diragukan tampil melawan Juventus.
Jika absen, Rennes berpotensi mengandalkan Boulaye Dia sebagai ujung tombak.
Secara taktis, Rennes memiliki kemampuan melakukan serangan balik cepat. Namun, jarak antarlini yang terlalu renggang bisa menjadi sasaran empuk pergerakan penyerang Juventus di area half-space.
Allianz Stadium Angker, Rennes Dihantui Kutukan Italia
Statistik kandang menjadi modal besar Juventus.
Bianconeri memenangi empat pertandingan kandang terakhir di kompetisi Eropa utama dengan agregat mencolok 12-2.
Sebaliknya, Rennes selalu kalah dalam empat kunjungan sebelumnya ke Italia di kompetisi Eropa. Kekalahan tersebut terjadi saat menghadapi Juventus, Udinese, Lazio, dan AC Milan.
Kedua klub juga memiliki sejarah pertemuan menarik.
Juventus pernah menaklukkan Rennes dengan agregat 4-2 pada final UEFA Intertoto Cup 1999, setelah menang 2-0 di Turin dan bermain imbang 2-2 di Prancis.
Artinya, Rennes kembali menghadapi lawan yang pernah menggagalkan ambisi mereka di Eropa, 27 tahun silam.
Ada pula catatan istimewa yang bisa dicapai Juventus. Jika mencetak setidaknya satu gol, mereka akan mengoleksi minimal delapan gol dalam tiga pertandingan pembuka kompetisi Eropa utama untuk pertama kalinya sejak Liga Champions 2003/2004.
Kolo Muani Jadi Ancaman, Rennes Terancam Kehilangan Lepaul
Randal Kolo Muani menjadi salah satu pemain yang patut diwaspadai Rennes.
Penyerang Juventus tersebut terlibat langsung dalam lima gol, berupa empat gol dan satu assist, sepanjang lima penampilan terakhirnya di Liga Champions dan Liga Europa.
Kecepatan, pergerakan diagonal, serta kemampuannya mengeksploitasi ruang di belakang bek lawan dapat menjadi senjata utama Juventus.
Kolo Muani juga mencetak gol kemenangan saat Juventus menundukkan Celta Vigo 2-1.
Meski demikian, posisinya sebagai starter belum sepenuhnya pasti karena Spalletti masih memiliki Nick Woltemade sebagai alternatif penyerang tengah.
Juventus juga menghadapi persoalan kebugaran sejumlah pemain, termasuk Francisco Conceição dan Kenan Yildiz. Karena itu, susunan pemain masih bergantung pada evaluasi terakhir tim pelatih.
Di kubu Rennes, kondisi Lepaul menjadi perhatian utama. Absennya pencetak gol andalan tersebut dapat mengurangi daya gedor tim tamu, terutama dalam penyelesaian akhir.
Prediksi Juventus vs Rennes: Bianconeri Menang Tipis?
Juventus diprediksi mengambil inisiatif serangan sejak menit awal melalui penguasaan bola, pressing tinggi, dan kombinasi cepat di sisi lapangan.
Rennes kemungkinan memilih pendekatan yang lebih pragmatis dengan blok pertahanan rapat sebelum melancarkan serangan balik.
Duel lini tengah akan menjadi kunci. Juventus harus mampu mengendalikan tempo sekaligus mengantisipasi transisi Rennes yang berpotensi menghukum kesalahan posisi bek sayap.
Keunggulan kandang, produktivitas gol, dan rekor pertemuan membuat Juventus lebih difavoritkan.
Meski demikian, rapuhnya pertahanan Bianconeri saat menghadapi Lazio memberi Rennes peluang mencuri gol.
Prediksi skor Juventus vs Rennes: 2-1 untuk kemenangan Juventus.
Jika mampu memaksimalkan peluang dan menjaga disiplin pertahanan, Juventus berpeluang mengamankan sembilan poin dari tiga laga sekaligus memperpanjang dominasi kandang mereka di Eropa.
Sebaliknya, Rennes harus mematahkan kutukan lawatan ke Italia jika ingin menciptakan kejutan di Allianz Stadium.
(juventusfc/uefa/staderennais/sportsmole/*/hm27)





































