Jenazah Kamaruddin Simanjuntak Tiba di Tapanuli Utara, Keluarga dan Warga Berduka

Jenazah Kamarunddin yang telah tiba di kampung halaman disemayamkan di rumah duka di Lobu Siregar. (foto:dokumenfernando/mistar)
Taput, MISTAR.ID – Suasana haru menyelimuti Desa Lobu Siregar II, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Kamis (22/10/2026), saat jenazah advokat Kamaruddin Simanjuntak tiba di kampung halamannya. Ratusan warga dan keluarga menyambut kedatangan almarhum dengan tangis dan duka mendalam.
Kamaruddin, yang dikenal luas melalui kiprahnya dalam menangani sejumlah perkara hukum nasional, meninggal dunia di Jakarta pada Senin (19/10/2026) setelah mengalami sakit. Jenazahnya disemayamkan di rumah duka sebelum dimakamkan pada Jumat (23/10/2026).
Kepergian putra daerah Tapanuli Utara ini meninggalkan duka bagi keluarga dan masyarakat yang mengenal perjalanan hidupnya, dari perantau dengan keterbatasan ekonomi hingga menjadi advokat yang menangani perkara-perkara besar.
Berawal dari Perantau Bermodal Rp100 Ribu
Kamaruddin menamatkan pendidikan di SMA Negeri 1 Siborongborong pada 1992 sebelum merantau ke Jakarta untuk mengubah nasib. Menurut penuturan keluarga, perjalanan hidupnya di ibu kota tidak mudah.
Dengan modal sekitar Rp100 ribu, ia memulai usaha kecil-kecilan dengan berjualan gembok, ikat pinggang, dan gantungan pintu di kawasan Pondok Kopi, Klender, Jakarta Timur.
Ia juga pernah bekerja sebagai tenaga penjualan dan menjalani berbagai pekerjaan untuk bertahan hidup. Pengalaman menghadapi kerasnya kehidupan di perantauan menjadi bagian penting dalam perjalanan Kamaruddin hingga akhirnya tertarik mendalami dunia hukum.
P. Siahaan, yang ditemui saat keluarga dan warga melayat di rumah duka, menyebut keberanian Kamaruddin meninggalkan kampung halaman menjadi pelajaran tentang ketekunan, kemampuan beradaptasi, dan semangat mengembangkan diri.
Kamaruddin kemudian menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta, dan menyelesaikannya pada 2000. Setelah itu, ia melanjutkan karier di bidang hukum, termasuk bergabung dengan Firma Hukum Viktoria, sebelum membangun praktik hukumnya sendiri.
Dikenal Gesit dan Berani Membela Perkara Besar
Dalam perjalanan kariernya, Kamaruddin dikenal sebagai sosok yang cekatan, tegas, dan berorientasi pada tindakan. Menurut kesaksian keluarganya, ia memiliki disiplin tinggi, wawasan luas, serta kebiasaan mengambil keputusan dengan cepat.
Adik bungsunya, Tumiur boru Simanjuntak, mengenang Kamaruddin sebagai pribadi yang pemberani, cerdas, rajin, dan total dalam bekerja. Ia juga dikenal mudah tergerak membantu orang yang membutuhkan pertolongan.
Nama Kamaruddin semakin dikenal publik ketika terlibat dalam penanganan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, yang menyeret mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri, Ferdy Sambo.
Kasus tersebut menjadi salah satu perkara hukum nasional yang menyita perhatian luas masyarakat dan memperkuat profil Kamaruddin sebagai advokat yang vokal dalam memperjuangkan kepentingan kliennya.
Keluarga Pernah Mengalami Peristiwa Mengerikan
Di balik kiprahnya sebagai advokat, keluarga Kamaruddin juga mengenang sejumlah peristiwa berat yang pernah mereka hadapi.
Pada 2016, ketika tengah menangani perkara yang melibatkan Rachmawati Soekarnoputri, Kamaruddin mendapat kabar bahwa istri dan anak-anaknya menjadi korban pembakaran mobil. Berdasarkan keterangan dalam naskah sumber, keluarga tersebut dilaporkan berhasil selamat.
Keluarganya juga mengisahkan adanya ancaman serius yang pernah dihadapi Kamaruddin selama menangani perkara hukum. Namun, detail mengenai peristiwa dan pihak-pihak yang terlibat perlu dikonfirmasi lebih lanjut agar pemberitaan tetap akurat dan berimbang.
Dimakamkan di Kampung Halaman
Pantauan MISTAR.ID di lokasi, jenazah Kamaruddin disemayamkan di rumah duka setelah tiba di Desa Lobu Siregar II, Kecamatan Siborongborong.
Kedatangan jenazah disambut keluarga dan warga yang telah menunggu. Tangis dan suasana haru mewarnai perpisahan dengan sosok yang menghabiskan sebagian besar perjalanan kariernya di Jakarta, tetapi tetap memiliki ikatan dengan tanah kelahirannya.
Kamaruddin dijadwalkan dimakamkan pada Jumat (23/10/2026). Kepergiannya menutup perjalanan hidup seorang perantau asal Tapanuli Utara yang meniti karier dari bawah hingga dikenal dalam sejumlah perkara hukum nasional. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Rumah Janda dengan Lima Anak Roboh Diterjang Angin Kencang di Batu Bara, BPBD Salurkan Bantuan





































