Monday, October 19, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Kamaruddin Hendra Simanjuntak Dikabarkan Meninggal, Sahabat: Sosok Pejuang Keadilan Sulit Dicari Penggantinya

Mistar.idSenin, 19 Oktober 2026 pukul 10.13 WIB
kamaruddin_hendra_simanjuntak_dikabarkan_meninggal_sahabat_sosok_pejuang_keadilan_sulit_dicari_penggantinya

Foto kabar Kamaruddin Hendra Simanjuntak meninggal dunia (Foto: Istimewa/Mistar)

Jakarta, MISTAR.ID – Kabar mengenai meninggalnya pengacara Kamaruddin Hendra Simanjuntak beredar di media sosial pada Senin (19/10/2026). Sejumlah orang yang mengenalnya menyampaikan ungkapan duka dan mengenang kiprahnya dalam memperjuangkan keadilan.

Kamaruddin dikenal publik saat mendampingi keluarga almarhum Nofriansyah Yosua Hutabarat dalam perkara yang melibatkan Ferdy Sambo. Di mata keluarga dan sahabat, ia juga dikenang sebagai sosok yang memberikan perhatian serta pengorbanan bagi orang-orang terdekatnya.

Salah satu ungkapan belasungkawa datang dari Pardomuan Nauli Simanjuntak. Melalui akun Facebook-nya, ia menyampaikan kehilangan mendalam atas sosok yang disebutnya sebagai sahabat, rekan semarga, sekaligus teman seprofesi.

“Selamat jalan tokoh pejuang keadilan ke rumah Bapa di Surga. Namamu pasti dikenang oleh pencari keadilan sepanjang masa,” ujar dalam Facebooknya.

Untuk memastikan informasi ini, Mistar mengkonfirmasi langsung kepada Pardomuan Simanjuntak pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 10.10 WIB, dan ia mengatakan "Selaku teman sekaligus satu marga dan juga teman satu profesi sangat kehilangan. Sebagai pejuang keadilan, kita sangat sulit menemukan sosok beliau. Dan saya pribadi sangat kehilangan,"

Ia menilai sosok Kamaruddin memiliki arti tersendiri bagi orang-orang yang memperjuangkan keadilan. Pardomuan juga mengungkapkan kesedihan pribadinya atas kabar yang beredar tersebut.

Keluarga Kenang Kebaikan dan Pengorbanan Kamaruddin

Roslin Emika Br Simanjuntak, tante almarhum Yosua Hutabarat, turut menyampaikan pesan belasungkawa setelah menerima kabar dari Jakarta pada Senin pagi.

Dalam pesannya, Roslin mengenang Kamaruddin sebagai ito na burju, ungkapan dalam budaya Batak yang merujuk pada saudara laki-laki yang baik. Ia juga menyinggung pengorbanan Kamaruddin bagi keluarga dan menyampaikan doa untuk orang-orang yang ditinggalkan.

“Tuhan lah yang menguatkan, menopang serta menghibur keluarga yang ditinggalkan,” tulis Roslin.

Ungkapan tersebut menggambarkan kedekatan Kamaruddin dengan keluarga Yosua. Perhatian dan bantuan yang pernah diberikannya menjadi bagian dari kenangan yang disampaikan dalam pesan belasungkawa.

Poltak Parningotan Silitonga Kenang Persahabatan

Selain keluarga, Poltak Parningotan Silitonga juga mengenang Kamaruddin sebagai sahabat dan rekan seperjuangan.

Poltak menceritakan bahwa persahabatan mereka melewati beragam pengalaman, termasuk perbedaan pendapat, perselisihan, dan tantangan dalam pekerjaan. Meski tidak selalu sejalan, berbagai pengalaman tersebut membentuk ikatan yang bermakna bagi keduanya.

Ia mengingat percakapan panjang, canda, serta momen ketika mereka saling menguatkan saat menghadapi persoalan. Poltak juga mengenang perjalanan malam dan situasi berisiko yang pernah mereka lalui bersama.

Dalam situasi tertentu, Kamaruddin disebut berusaha menenangkan Poltak ketika rasa takut muncul. Kenangan itu menjadi bagian dari perjalanan persahabatan yang tidak mudah dilupakan.

Poltak juga menyatakan tekad untuk meneruskan perjuangan menegakkan hukum. Baginya, kebersamaan dengan Kamaruddin meninggalkan kenangan sekaligus semangat untuk tetap memperjuangkan keadilan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN