Kemenekraf Dorong Pembentukan Komunitas Gim Lokal di Samosir

Peserta Workshop Board Game serius menyimak materi yang disampaikan Nailys Syifa di Creative Hub Samosir, Kamis (22/10/2026). (foto:pangihutan/mistar)
Samosir, MISTAR.ID – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong pembentukan komunitas gim lokal di Kabupaten Samosir melalui kegiatan Workshop dan Playtesting Prototype Board Game di Creative Hub Samosir, Pantai Indah, Desa Situngkir, Kecamatan Pangururan, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Gim, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, tersebut bertujuan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, khususnya subsektor gim, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan permainan lokal menjadi produk bernilai ekonomi.
Kepala Subdirektorat Pemasaran dan Komersialisasi Gim Kementerian Ekonomi Kreatif, Iman Argiono, mengatakan bahwa pengaktifan Creative Hub menjadi salah satu tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk di Kabupaten Samosir.
Menurutnya, pembentukan komunitas merupakan langkah awal untuk mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi pengguna gim, tetapi juga mampu menciptakan permainan yang mengangkat potensi daerah.
“Ketika komunitas sudah terbangun, kami berharap peserta ikut menciptakan gim dari daerahnya. Kementerian akan memfasilitasi pengembangannya,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa keberlanjutan program tersebut membutuhkan antusiasme masyarakat. Karena itu, pembentukan komunitas gim di Samosir diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan ekosistem gim lokal secara berkesinambungan.
Iman juga menilai industri gim memiliki peluang ekonomi karena jumlah peminatnya terus berkembang. Dengan dukungan komunitas dan pendampingan yang tepat, permainan yang dikembangkan masyarakat setempat berpotensi menjadi produk ekonomi kreatif.
Kegiatan tersebut diikuti peserta dari SMK Negeri 1 Simanindo dan SMK Negeri 1 Nainggolan, dengan kuota sebanyak 50 orang.
Workshop tersebut mengangkat tema “Membangun Ekosistem Board Game Melalui Komunitas”. Materi disampaikan oleh Nailys Syifa, pencipta mainan edukatif, pengusaha kreatif, peneliti lulusan Universitas Paramadina, sekaligus pemilik Segara Games Indonesia.
Dalam pemaparannya, Nailys menjelaskan pentingnya komunitas sebagai ruang untuk mengenalkan, memainkan, mengembangkan, dan mempromosikan permainan papan (board game). Komunitas juga diharapkan menjadi wadah kolaborasi bagi masyarakat yang tertarik mengembangkan produk gim.
Nailys turut mengajak peserta mempraktikkan penyusunan kartu berdasarkan huruf sebagai bagian dari proses pengembangan permainan. Konsep permainan tersebut kemudian diperkenalkan untuk diaplikasikan ke dalam bentuk digital.
Melalui praktik tersebut, peserta diharapkan memahami bahwa pengembangan gim tidak hanya berkaitan dengan aktivitas bermain, tetapi juga mencakup proses penciptaan ide, perancangan mekanisme, pengujian, hingga pengembangan produk.
Dua permainan papan yang diperkenalkan dalam kegiatan itu adalah Sekata, terbitan Ennoia Games, dan Superfood, terbitan Segara Indonesia Games.
Peserta mengikuti sesi uji coba permainan (playtesting) yang dibagi menjadi dua tahapan, yakni Playday 1 dan Playday 2. Melalui sesi ini, peserta berkesempatan mencoba langsung permainan sekaligus memahami mekanisme dan potensi pengembangannya sebagai produk ekonomi kreatif.
Sebelum menerima materi, peserta terlebih dahulu mengikuti prates (pre-test) untuk mengukur pemahaman awal mengenai ekosistem gim papan. Setelah penyampaian materi dan sesi praktik, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab serta evaluasi melalui pascates (post-test).
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi, pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, doa bersama, serta sambutan dari perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif dan Pemerintah Kabupaten Samosir. Kegiatan kemudian ditutup oleh Iman Argiono.
Pemanfaatan Creative Hub Samosir dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi ruang kreatif sebagai tempat kolaborasi, pengembangan talenta, dan pembentukan jejaring antarpelaku ekonomi kreatif.
Dengan terbentuknya komunitas gim lokal, masyarakat Samosir diharapkan dapat berpartisipasi lebih aktif dalam menciptakan produk kreatif yang memiliki daya saing sekaligus membuka peluang usaha baru di tengah berkembangnya industri gim. (hm27)








































