Harga Cabai Merah Keriting di Samosir Turun Rp10.000, Ayam Broiler Jadi Rp42.000 per Kg

Aktivitas jual beli di Pasar Pangururan, Kabupaten Samosir, Rabu (21/10/2026). (foto:pangihutan/mistar)
Samosir, MISTAR.ID (21/10/2026) – Harga cabai merah keriting di Pasar Pangururan, Kabupaten Samosir, turun Rp10.000 per kilogram menjadi Rp60.000 per kilogram pada Rabu (21/10/2026). Sebelumnya, harga komoditas tersebut bertahan di angka Rp70.000 per kilogram pada 7 dan 14 Oktober 2026.
Berdasarkan data pemantauan harga kebutuhan pokok Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemerintah Kabupaten Samosir, sejumlah komoditas mengalami fluktuasi selama tiga kali pencatatan, yakni Rabu (7/10/2026), Rabu (14/10/2026), dan Rabu (21/10/2026).
Selain cabai merah keriting, penurunan harga terjadi pada cabai rawit hijau, daging ayam broiler, tomat, beras medium, dan bawang putih. Sebaliknya, harga bawang merah lokal mengalami kenaikan, sedangkan sejumlah komoditas lainnya bertahan pada harga sebelumnya.
Kepala Disperindag Pemkab Samosir, Dermawan Sinaga, mengatakan pemantauan harga kebutuhan pokok dilakukan secara berkala untuk mengetahui perkembangan harga dan ketersediaan barang di pasar.
“Berdasarkan hasil pemantauan pada 7, 14, dan 21 Oktober 2026, terdapat sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga, seperti cabai merah keriting, cabai rawit hijau, tomat, daging ayam broiler, beras medium, dan bawang putih. Namun, ada juga komoditas yang mengalami kenaikan, seperti bawang merah lokal,” ujar Dermawan.
Harga cabai rawit hijau mengalami perubahan selama tiga kali pencatatan. Pada Rabu (7/10/2026), harganya tercatat Rp50.000 per kilogram, kemudian naik Rp10.000 menjadi Rp60.000 per kilogram pada Rabu (14/10/2026).
Namun, pada Rabu (21/10/2026), harga cabai rawit hijau turun Rp5.000 menjadi Rp55.000 per kilogram. Meski mengalami penurunan dalam sepekan terakhir, harganya masih lebih tinggi Rp5.000 per kilogram dibandingkan dengan harga pada 7 Oktober 2026.
Sementara itu, harga cabai merah keriting bertahan di angka Rp70.000 per kilogram pada 7 dan 14 Oktober 2026. Pada 21 Oktober 2026, harganya turun menjadi Rp60.000 per kilogram atau berkurang Rp10.000 dalam sepekan.
Harga Daging Ayam Broiler Turun Rp6.000
Penurunan harga juga terjadi pada daging ayam broiler. Pada Rabu (7/10/2026) dan Rabu (14/10/2026), harga komoditas tersebut tercatat Rp48.000 per kilogram.
Namun, pada Rabu (21/10/2026), harganya turun menjadi Rp42.000 per kilogram. Dengan demikian, harga daging ayam broiler berkurang Rp6.000 per kilogram dibandingkan dengan harga dua pekan sebelumnya.
Harga tomat juga mengalami penurunan. Pada 7 dan 14 Oktober 2026, harga tomat bertahan di angka Rp15.000 per kilogram. Selanjutnya, pada 21 Oktober 2026, harganya turun menjadi Rp13.000 per kilogram atau berkurang Rp2.000.
Adapun harga beras medium turun tipis dari Rp15.200 per kilogram pada 7 dan 14 Oktober 2026 menjadi Rp15.100 per kilogram pada 21 Oktober 2026. Penurunan tercatat sebesar Rp100 per kilogram.
Harga bawang putih juga turun Rp2.000 per kilogram. Pada 7 dan 14 Oktober 2026, harga bawang putih tercatat Rp35.000 per kilogram, kemudian turun menjadi Rp33.000 per kilogram pada 21 Oktober 2026.
Berbeda dengan sejumlah komoditas yang mengalami penurunan, harga bawang merah lokal justru meningkat pada pekan ketiga Oktober 2026.
Pada Rabu (7/10/2026) dan Rabu (14/10/2026), harga bawang merah lokal tercatat Rp28.000 per kilogram. Namun, pada Rabu (21/10/2026), harganya naik menjadi Rp30.000 per kilogram atau meningkat Rp2.000.
Sementara itu, harga bawang merah impor tidak mengalami perubahan selama periode pemantauan. Pada 7, 14, dan 21 Oktober 2026, harga komoditas tersebut tetap Rp30.000 per kilogram.
Berdasarkan data, sejumlah bahan pokok lainnya tidak mengalami perubahan harga selama periode pemantauan pada 7, 14, dan 21 Oktober 2026.
Harga udang basah ukuran medium bertahan di angka Rp120.000 per kilogram. Tepung terigu protein sedang tercatat Rp15.000 per kilogram, sedangkan tepung terigu protein rendah Rp10.000 per kilogram.
Harga telur ayam ras juga stabil di angka Rp27.733 per kilogram, masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp30.000 per kilogram. Sementara itu, telur ayam kampung bertahan di angka Rp60.000 per kilogram, tahu mentah Rp10.000 per kilogram, dan tempe Rp15.000 per kilogram.
Untuk produk susu, harga susu kental manis merek Indomilk tercatat Rp13.000 per kilogram, susu bubuk merek Dancow Rp48.000 per kilogram, serta susu bubuk balita SGM 1+ kemasan 400 gram Rp45.000. Harga pisang barangan juga bertahan di angka Rp12.000 per kilogram.
Pada kelompok minyak goreng, harga minyak goreng premium tetap Rp23.000 per liter, sedangkan Minyakita Rp16.000 per liter selama tiga kali pencatatan.
Komoditas lainnya yang tidak mengalami perubahan harga meliputi jeruk lokal ukuran medium Rp15.000 per kilogram, jagung pipilan kering Rp8.000 per kilogram, ikan tongkol Rp45.000 per kilogram, ikan teri peto Rp90.000 per kilogram, ikan kembung Rp55.000 per kilogram, dan ikan dencis Rp40.000 per kilogram.
Harga gula pasir bertahan di angka Rp20.000 per kilogram, garam beryodium halus Rp16.000 per kilogram, daging sapi murni Rp160.000 per kilogram, serta daging ayam kampung Rp90.000 per kilogram.
Sementara itu, harga beras premium tetap Rp16.200 per kilogram selama pemantauan pada 7, 14, dan 21 Oktober 2026.
Dermawan mengatakan perubahan harga setiap komoditas perlu dicermati untuk mengetahui perkembangan kondisi pasar. Menurutnya, ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi juga perlu diperhatikan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
“Kami akan terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar. Koordinasi dengan pihak terkait diperlukan untuk mengetahui kondisi pasokan serta mengantisipasi gejolak harga yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat,” katanya. (hm27)






































